
"Siapa namamu?" tanya dokter Kasandra istri dari Ronald dengan nada lembut.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
INFORMASI :
Cerita tentang perjalanan cinta Daddy Raka dengan Mommy Nicole dapat di baca di novelku dengan judul : Ranjang Panas Sang CEO.
Cerita tentang perjalanan cinta dokter Kasandra dengan Ronald serta Sandra dengan Marcel dapat di baca di novelku dengan judul : Ranjang Panas Sang CEO 1
Cerita tentang perjalanan cinta dokter Adrian dengan Rani dan Adriana adik dari dokter Adrian dengan Leonard dapat di baca di novelku dengan judul : Ranjang Panas Sang CEO 2.
Cerita tentang perjalanan cinta Jovanka dengan Leo dapat di baca di novelku dengan judul : Ranjang Panas Sang CEO 3.
Cerita tentang perjalanan cinta Daddy Rey dengan Mommy Abigail dapat di baca di novelku dengan judul : Ranjang Panas Sang CEO 4.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
"Angelina nyonya Besar," jawab Angelina dengan nada lembut.
"Panggil aku dengan sebutan Oma," pinta dokter Kasandra.
"Baik Oma," jawab Angelina dengan patuh.
"Angelina sayang, kenapa kamu ada di sini?" tanya seorang pemuda tampan sambil berjalan ke arah Angelina.
"Moko," panggil Angelina dengan nada terkejut.
"Kok tumben panggil Moko biasanya memanggilku dengan sebutan honey?" tanya Moko sambil berjalan ke Angelina kemudian ke dua tangannya ingin menggenggam tangan Angelina.
"Jangan sentuh calon istriku!!!" bentak Arsenio sambil menepis tangan Moko.
Entah kenapa Arsenio sangat kesal dengan kedatangan seorang pria yang bernama Moko dan memanggil Angelina dengan panggilan honey terlebih pria tersebut ingin menyentuh tangan Angelina membuat Arsenio memeluk pinggang Angelina dengan posesif sambil menepis tangan Moko.
Angelina yang tiba - tiba di peluk oleh Arsenio sangat terkejut, dirinya ingin menyingkirkan tangan Arsenio namun mendapatkan tatapan tajam oleh Arsenio membuat Angelina diam dan menundukkan kepalanya karena dirinya merasa bersalah dengan kekasihnya.
"Apakah benar begitu sayang?" tanya Moko yang tidak percaya dengan apa yang di dengar dan juga apa yang dilihatnya tanpa memperdulikan keberadaan Arsenio dan keluarga Arsenio yang sedang menatapnya.
"Maaf," ucap Angelina dengan lirih sambil menatap Moko dengan sendu.
"Apa salahku Angelina? Kenapa kamu tega mengkhianati ku?" tanya Moko dengan wajah penuh kecewa.
"Salahmu adalah aku lebih kaya dari pada kamu," jawab Arsenio dengan nada dingin dan wajah datar.
"Benar begitu Angelina?" tanya Moko tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
Angelina yang ingin menjawab namun pinggangnya yang di peluk oleh Arsenio di cengkram agak kuat membuat Angelina menganggukkan kepalanya membuat Moko menatap Angelina dengan wajah sangat kecewa hal itu membuat Angelina tidak berani menatap wajah Moko.
"Kamu waktu itu selalu menolak apa yang aku berikan dengan alasan : Aku bukan wanita di luaran sana yang suka membeli barang - barang mewah ataupun suka menghamburkan uang tapi ternyata kamu sama saja seperti wanita di luaran sana." Ucap Moko dengan wajah penuh kecewa sambil tersenyum pahit.
"Aku menyukaimu karena kamu bukan wanita seperti itu tapi ternyata perkiraan ku salah. Sungguh aku sangat kecewa sama kamu .... dasar wanita munafik," sambung Moko dengan men jeda kalimatnya dan menampilkan wajah sinis.
Setelah puas menghina Angelina barulah Moko melangkahkan ke dua kakinya meninggalkan tempat tersebut.
"Maafkan aku," ucap Angelina dengan nada lirih.
'Maaf, jika seandainya honey tahu aku terpaksa mau menerima lamaran pria ini karena Mommy menabrak Oma dari pria disamping ku ini," ucap Angelina dalam hati dan tidak berapa lama air matanya keluar.
Bruk
Grep
__ADS_1
Arsenio yang melihat Moko sudah pergi meninggalkan tempat tersebut langsung mendorong tubuh Angelina membuat Angelina nyaris terjatuh jika saja Adara dan Adira tidak menahan tubuh Angelina.
"Arsenio," panggil Adara dan Adira bersamaan sambil matanya menatap tajam ke arah Arsenio.
"Maafkan Arsenio Mom." ucap Arsenio yang sangat menghormati Mommy Adira dan orang yang lebih tua.
"Akibat ulah Kamu menabrak Mommy, membuat Mommy mengalami koma dan di rawat di ruang ICU." ucap Rey dan Ray bersamaan.
Rey dan Ray menatap tajam ke arah Angelina kemudian mengangkat tangan kanannya ke atas sedangkan Angelina yang tahu akan di tampar hanya bisa memejamkan matanya.
Dirinya hanya bisa pasrah mendapatkan tamparan walau dalam hatinya ingin mengatakan kalau dirinya tidak melakukannya tapi Angelina tidak mungkin mengatakan hal itu.
Grep
"Rey dan Ray tahan emosimu." ucap mommy Nicole sambil menahan tangan ke dua cucunya.
"Tapi Oma gara - gara Dia, Mommy mengalami koma," ucap Rey dan Ray bersamaan dengan air mata tidak berhenti keluar.
Rey dan Ray sangat menyayangi ke dua orang tua nya begitu pula dengan keluarga besarnya. Karena itulah ketika Mommy mereka terluka membuat Rey dan Ray ingin sekali menghukum Angelina.
Bruk
"Nyonya, saya mohon maaf karena gara - gara I ... maksudku saya, membuat nyonya besar menjadi koma dan saya bersedia di hukum," ucap Angelina sambil berlutut.
Angelina berlutut di depan keluarga besar Daddy Raka dan hampir saja mengatakan gara - gara Ibunya tapi langsung tersadar dan mengganti menjadi saya sedangkan Mommy Nicole yang melihat Angelina berlutut langsung menarik ke dua bahu Angelina dengan lembut.
Daddy Rico hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan karena melihat mommy Nicole sekaligus Ibu kandungnya bersikap baik dengan Angelina tapi dirinya tidak bisa berbuat apa - apa.
'Semoga saja pilihan Cicit Ku tidak salah.' Ucap Daddy Rico dalam hati.
"Kami tidak akan menghukum dirimu asalkan Kamu menyesali perbuatan mu." Ucap Mommy Nicole.
Angelina hanya menganggukan kepalanya tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
"Angelina, ikut Aku." Ucap Arsenio sambil berjalan ke arah ruang ICU.
"Baik." Jawab Angelina patuh.
"Kami ikut." Ucap Daddy Raka dan Daddy Rico bersamaan.
Arsenio hanya menganggukan kepalanya tanda setuju kemudian Daddy Raka, Daddy Rico, Angelina dan Arsenio masuk ke dalam ruang ICU dengan menggunakan seragam khusus yang sudah di steril. Angelina melihat Mommy Karen berbaring dan banyak selang infus menempel di tubuhnya.
Angelina menyentuh tangan Mommy Karen sambil menatapnya dengan tatapan sendu dan dalam hatinya berdoa agar Mommy Karen segera sadar dan bisa berkumpul kembali dengan keluarga besarnya.
Hal itu membuat hati Angelina terasa sangat sakit dan sangat kecewa terhadap Ibu kandungnya yang tega meninggalkan Mommy Karen di jalan dengan kondisi memprihatinkan.
'Jika keluarga ini ingin menghukum diriku maka Aku bersedia menerimanya apapun itu bentuknya. Aku akan pergi dari kehidupan Kalian jika Nyonya Besar sadar dari koma nya.' Ucap Angelina dalam hati.
Tanpa sepengetahuan Angelina kalau gerak gerik Angelina diperhatikan oleh Daddy Raka, Daddy Rico dan Arsenio hingga mereka bertiga melihat Angelina menghapus air matanya dengan kasar.
'Entah kenapa Aku merasa Angelina tidak mungkin melakukannya tapi dari rekaman video cctv terlihat jelas kalau Angelina pelakunya," ucap Daddy Raka dalam hati.
'Kenapa aku merasa gadis ini tidak bersalah tapi dari rekaman video cctv terlihat jelas kalau Angelina pelakunya,' ucap Daddy Rico dalam hati.
'Apa jangan - jangan Angelina mempunya saudara kembar dan yang melakukan saudara kembarnya," ucap Daddy Raka dan Daddy Rico bersamaan namun dalam hati.
'Siapapun yang melukai salah satu anggota keluarga besar ku akan aku siksa sampai dia meminta untuk di bu nuh termasuk kamu Angelina. Aku akan menyiksamu sampai kamu memohon untuk ma ti," ucap Arsenio dalam hati.
"Opa dan Kakek Buyut." Panggil Arsenio.
"Ya." Jawab ke dua pria tampan tersebut.
"Bolehkah Arsenio menikah di depan Oma? Karena Oma selalu mengatakan ke Arsenio kalau Oma ingin melihat Arsenio menikah." Ucap Arsenio.
"Silahkan saja, bagaimana kalau besok atau lusa?" Tanya Daddy Raka memberikan usulan.
"Terserah Kakek Buyut." Jawab Arsenio.
"Mengenai undangan pernikahan, Kamu jangan mengundang rekan bisnismu, cukup anggota keluarga besar kita saja yang datang," ucap Daddy Raka.
"Opa setuju mengingat Oma masih koma jadi tidak bisa mengundang orang banyak." Sambung Daddy Rico.
"Baik Kakek Buyut dan Opa, kalau begitu hari ini Arsenio akan membeli cincin pernikahan karena oma pasti akan marah kalau tidak ada cincin pernikahan," ucap Arsenio.
"Baiklah kalau begitu kalian pergilah." Ucap Daddy Raka.
"Baik kakek Buyut." Jawab Arsenio.
"Jika di tanya sama keluarga besar Kita, bilang saja waktu itu Oma meminta jika Arsenio menemukan jodohnya, maka Oma ingin Arsenio bisa menikah dihadapan Oma." Ucap Daddy Raka.
"Karena Oma belum sadar maka Kamu menikah secara sederhana. Sebab itulah pernikahan kalian dirayakan secara sederhana dan nanti kalau Oma sudah sadar akan dirayakan secara mewah," sambung Daddy Raka menjelaskan.
"Baik Kakek Buyut," jawab Arsenio lagi dengan patuh.
Arsenio menarik tangan Angelina sedangkan Angelina tangannya yang di tarik hanya bisa pasrah dan mengikuti langkah Arsenio, ketika Arsenio ingin memegang gagang pintu mendadak pintu di buka oleh Daddy Javier.
__ADS_1
"Mau kemana?" tanya Daddy Javier
"Mau beli cincin pernikahan dad," jawab Arsenio sambil mencium punggung tangan Daddy Javier.
"Memang kalian kapan menikah?" tanya Daddy Javier.
"Besok dad, secara sederhana," jawab Arsenio.
Daddy Javier hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan sedangkan Angelina memberanikan diri mencium punggung tangan Daddy Javier membuat Daddy Javier dan Arsenio sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Angelina tapi berusaha bersikap biasa saja begitu pula dengan Daddy Raka dan Daddy Rico.
Setelah selesai Angelina memberanikan diri mencium punggung tangan Daddy Raka dan Daddy Rico secara bergantian begitu pula dengan Arsenio.
Setelah selesai berpamitan Arsenio menarik tangan Angelina untuk keluar dari ruangan ICU. Sontak keluarga besarnya menatapnya dengan tatapan bingung pasalnya Arsenio paling anti bersentuhan dengan seorang gadis atau pun wanita namun kini Arsenio menggandeng tangan seorang gadis.
"Mau kemana Arsenio?" tanya Mommy Adira.
"Mau pergi beli cincin pernikahan Mom," jawab Arsenio.
"Kalian jadi menikah?" tanya mommy Adira dan Adara bersamaan dengan wajah terkejut.
"Jadi Mom dan Tante. " jawab Arsenio.
"Kapan menikahnya? Kok mendadak?" tanya Mommy Adira pura - pura tidak tahu dengan masalah yang terjadi.
"Besok Mom, pernikahan kami mendadak karena Oma pernah mengatakan kalau Arsenio sudah menemukan jodohnya maka Oma minta Arsenio untuk menikah dihadapan Oma dan kami melaksanakan pernikahan secara sederhana tapi nanti kalau Oma sudah sadar baru akan dirayakan dengan mewah," jawab Arsenio mengikuti perkataan Daddy Raka.
Arsenio dan keluarga besar Arsenio tidak pernah tahu jika di saat Mommy Karen tersadar dari koma dan di saat itu pulalah mereka baru mengetahui akan kebenarannya dan membuat mereka sangat menyesal atas apa yang dilakukan oleh gadis malang yang bernama Angelina korban dari sikap egois ibu kandungnya.
Namun penyesalan mereka terlambat karena Angelina sudah pergi sangat jauh di mana mereka kesulitan mencarinya.
"Kalau begitu hati - hati di jalan," ucap Mommy Adira.
"Terima kasih Mom," jawab Arsenio.
Arsenio mengecup punggung mommy Adira dan keluarga besar lainnya begitu pula dengan Angelina kemudian mereka berjalan ke arah parkiran mobil tanpa banyak bicara sedikitpun hingga mereka sudah sampai di parkiran mobil.
"Aku bukan sopirmu, duduk depan!" perintah Arsenio dengan nada dingin ketika Angelina membuka pintu belakang mobil.
Angelina dengan patuh kembali menutup pintu mobil dan berjalan ke arah depan mobil. Angelina membuka pintu mobil tersebut lalu duduk di samping pengemudi.
Selama dalam perjalanan mereka saling diam tanpa ada yang bicara sedikitpun hingga mereka sampai di mall.
Angelina dan Arsenio turun dari mobil, Arsenio berjalan tanpa memperdulikan keberadaan Angelina membuat Angelina hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan hingga datang dua pria mendekati Angelina.
"Hai, sudah lama tidak pergi ke bar?" tanya salah satu pria sambil berjalan di samping kanan.
"Iya sudah lama," jawab temannya di samping kirinya.
"Goyangan mu mantap banget bikin aku nagih," ucap teman sebelahnya.
"Aku sudah beli obat kuat nanti habis dari bar seperti biasa kita sewa hotel bertiga," sambung temannya.
"Kamu kuat juga melayani dua pria kalau tiga pria bisa tidak?" tanya pria satunya sambil tersenyum mesum.
Angelina yang sejak tadi ingin menjawab ucapan ke dua pria tersebut, namun ke dua pria tersebut tidak berhenti berbicara namun ketika pria itu bertanya : Kamu kuat juga melayani dua pria kalau tiga pria bisa tidak? membuat Angelina sangat marah dan bersiap memberikan bogeman mentah.
Namun Arsenio terlebih dahulu membalikkan badannya dan berjalan ke arah Angelina di mana samping kanan dan kiri Angelina ada dua pria yang mendampinginya.
Bugh
Bugh
Bruk
Bruk
Entah kenapa Arsenio sangat marah dengan ucapan ke dua pria tersebut dan langsung memukulnya dengan sangat keras sedangkan ke dua pria tersebut yang mendapatkan serangan mendadak langsung ambruk hingga darah segar keluar dari mulutnya. Ke dua pria tersebut langsung berdiri dan melawan Arsenio.
Angelina yang ingin membantunya melihat Arsenio bisa melawannya membatalkan niatnya untuk membantunya hingga tidak membutuhkan waktu kurang dari lima menit Arsenio berhasil membuatnya babak belur kemudian Arsenio menatap Angelina dengan tatapan penuh kebencian dan sekaligus jijik secara bersamaan membuat Arsenio berjalan ke arah mobilnya.
"Katanya ingin membeli cincin pernikahan?" tanya Angelina dengan wajah bingung.
"Awalnya iya tapi sudah tidak selera lagi," jawab Arsenio dengan nada dingin sambil membuka pintu mobil dan masuk ke dalam mobil.
"Duduk di belakang, kamu wanita ko tor yang tidak pantas bersanding denganku!!!" bentak Arsenio ketika Angelina membuka pintu depan mobil.
Angelina menutup pintu mobil kembali sambil menghembuskan nafasnya dengan perlahan untuk menghilangkan rasa sesak di hatinya kemudian barulah membuka pintu belakang pengemudi.
"Apakah benar yang dikatakan dua pria breng sek itu?" tanya Arsenio sambil mencengkram stir kemudi menahan amarahnya.
"Benar sekali, apakah tuan menyesal menikah denganku?" tanya Angelina berbohong.
"Jika seandainya kamu tidak menabrak Oma ku maka aku bisa pastikan tidak akan mau menikah denganmu," ucap Arsenio sambil menatap Angelina dengan tatapan penuh kebencian.
"Memang apa yang tuan lakukan untukku jika kita menikah nantinya?" tanya Angelina penasaran.
__ADS_1
"Pertama kita buat surat perjanjian kalau semua hartaku tidak akan aku berikan sepeserpun untuk dirimu, ke dua yang pasti aku tidak akan menyentuhmu karena aku sangat ji jik untuk menyentuh wanita mu ra han sepertimu dan yang ke tiga aku akan menyiksamu hingga kamu memohon ampun dan meminta untuk di bu nuh," ucap Arsenio sambil mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.
"Jika saat itu tiba aku akan minta satu hal dari tuan," ucap Angelina penuh harap.