
Lima menit kemudian Adira sudah selesai mandi dan memakai pakaian santai kemudian berjalan meninggalkan kamar pribadi suaminya menuju ke ruang kerja milik Javier.
"Mommy mau kemana?" Tanya Javier yang melihat Adira berjalan ke arah dirinya.
"Mommy ingin bertemu teman lama Mommy." Jawab Adira berbohong sambil berdiri saling berhadapan dengan Javier.
"Daddy temani ya." Ucap Javier sambil turun dari kursi kebesarannya.
Cup
"Tidak usah Dad, teman Mommy ada di sebrang perusahaan milik Daddy." Ucap Adira kemudian mengecup bibir suaminya.
"Laki-laki atau perempuan?" Tanya Javier dengan nada cemburu.
"Perempuan, sudah dulu ya Dad." Jawab Adira sambil membalikkan badannya dan berjalan ke arah pintu.
"Kalau ada apa-apa hubungi Daddy." Ucap Javier.
"Ok." Jawab Adira singkat sambil membuka pintu.
"Kenapa perasaan Daddy tidak enak ya?" Tanya Javier pada dirinya sendiri sambil mengambil ponselnya untuk menghubungi ana buahnya.
Selesai menghubungi anak buahnya Javier meletakkan ponselnya di meja bersamaan ponsel nya berdering tanda ada orang yang menghubungi dirinya. Javier mengambil kembali ponsel nya dan melihat siapa yang menghubungi dirinya.
__ADS_1
"Anak buah ku kenapa menghubungi Aku? Jangan-jangan..." Ucap Javier menggantungkan kalimatnya sambil menggeser tombol berwarna hijau.
("Ada apa?" Tanya Javier tanpa basa basi).
("Maaf Tuan, Tuan Muda Kecil Arsenio mendadak hilang dan sekarang Kami sedang mencarinya." Jawab anak buahnya).
("Apa? Bagaimana bisa? Kalian bagaimana sih mengurus lima anakku tidak bisa?" Tanya Javier dengan nada satu oktaf sambil berjalan dengan langkah cepat untuk keluar dari ruangannya).
("Maaf Tuan, tadi Tuan muda Kecil Arsenio ijin ingin pergi ke toilet sekolah tapi sampai sekarang belum juga masuk ke dalam sekolah." Jawab anak buahnya dengan tubuh gemetar).
("Paman, biar Cairo bicara dengan Daddy." Ucap Cairo).
("Baik Tuan Muda Kecil." Jawab bodyguard tersebut sambil memberikan ponsel nya ke Cairo dengan tubuh masih gemetar karena dirinya tahu betapa kejamnya Javier dalam menghukum orang).
("Baik, Daddy akan hubungi Oma." Ucap Javier patuh sambil menekan tombol lift).
Suara Javier yang menggelegar berubah menjadi lembut ketika putra ketiganya berbicara dengan dirinya.
Ting
Pintu lift terbuka kemudian Javier masuk ke dalam kotak persegi empat tersebut. Javier menekan tombol angka satu sambil menahan amarahnya terhadap orang yang menculik putra sulungnya.
("Satu lagi, Daddy fokus mencari Kak Arsenio sedangkan Kami pulang bersama anak buah Daddy." Ucap Cairo).
__ADS_1
("Ingat Dad, jangan marahin para Paman karena Kami tidak suka." Ucap ke empat anak kembar nya bersamaan).
("Baik Daddy tidak akan marahin mereka." Ucap Javier pasrah).
Tut Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh Cairo membuat Javier menghembuskan nafasnya dengan kasar.
Ting
Pintu lift terbuka membuat Javier keluar dari kotak persegi empat tersebut sambil menghubungi Mommy Karen dan sambungan pertama langsung di angkat.
("Javier, pergilah ke gudang tua di pinggir hutan." Ucap Mommy Karen tanpa basa basi).
("Memang ada apa Mom?" Tanya Javier dengan wajah bingung sambil masuk ke dalam mobil ketika salah satu bodyguardnya membuka pintu mobil).
("Arsenio di culik dan sekarang Adira menuju ke sana untuk menukar dirinya dengan putra kalian. Sekarang Daddy dan keluarga besar Kami menuju ke sana." Jawab Mommy Karen menjelaskan).
("Pergi ke gudang tua di pinggir hutan!" Perintah Javier).
("Baik Tuan." Jawab bodyguardnya yang merangkap sebagai sopir).
("Apa? Bukankah tadi Adira mengatakan akan menemui temannya?" Tanya Javier sambil menahan amarahnya terhadap penculik yang menculik putra sulungnya dan meminta Adira untuk datang).
__ADS_1
("Adira terpaksa berbohong demi putra kalian dan sebentar lagi Adira sampai di gudang tua di pinggir hutan." Jawab Mommy Karen).