Ranjang Panas Sang CEO 5

Ranjang Panas Sang CEO 5
Tamat


__ADS_3

Angelina yang belum tidur mendengar suara pintu terbuka membuat Angelina perlahan menggerakkan tubuhnya sambil membuka matanya sedikit untuk melihat siapa yang datang.


Mata Angelina membulat sempurna melihat seorang pelayan mengarahkan pisau nya ke arah atas membuat Angelina bangun kemudian menahan pisau tersebut sebelum pisau tersebut menusuk perut Arsenio.


"Kenapa Kamu ingin membunuh Kak Arsenio?" Tanya Angelina dengan nada setengah oktaf.


Gerakan yang tiba-tiba dari Angelina dan teriakan Angelina membuat Arsenio terkejut dan memaksakan membuka matanya.


Matanya membulat sempurna melihat Angelina menahan pisau tersebut dengan menggunakan tangannya hingga darah segar keluar dan mengenai selimut.


Arsenio langsung mencengkram pergelangan tangan pelayan tersebut dengan sangat erat membuat pisau tersebut terlepas. Dengan gerakan yang sangat lincah, Arsenio menendang perut pelayan tersebut dengan sekuat tenaga.


"Akhhhhhhhhhhh..." Teriak pelayan tersebut sambil memegang perutnya yang terasa sangat sakit.


"Siapa yang menyuruhmu?" Tanya Arsenio dengan nada satu oktaf.


"Uhuk .... Uhuk ... Uhuk ... Kamu tidak boleh tahu siapa Aku yang pasti Kamu harus mati." Ucap pelayan tersebut sambil terbatuk-batuk dan mengeluarkan pistol dari saku celananya.


Angelina yang sejak tadi melihat pisau milik pelayan jatuh ke ranjang membuat Angelina mengambil pisau tersebut sambil meringis menahan rasa sakit.


Angelina yang melihat Arsenio dalam bahaya mendorong tubuh Arsenio ke arah samping hingga jatuh terlentang kemudian menjadikan tubuhnya sebagai tamengnya.


Dor


Jleb


"Akhhhhhhhhhhh..." Teriak Angelina dan pelayan tersebut bersamaan.


Angelina berhasil melempar pisau tersebut ke arah dada pelayan tersebut hingga tembus mengenai jantungnya sedangkan pelayan tersebut berhasil menembak dada Angelina membuat ke dua wanita tersebut berteriak kesakitan.


Bruk


Bruk


Tidak berapa lama tubuh Angelina dan pelayan tersebut ambruk seketika membuat Arsenio menahan tubuh Angelina dengan wajah masih terkejut.


"Kenapa Kamu menolongku lagi?" Tanya Arsenio.


"Karena Aku tidak tega ... uhuk ... uhuk ... uhuk ... melihat Kak Arsenio terluka." Ucap Angelina sambil terbatuk-batuk sambil mengeluarkan darah segar dan perlahan menutup matanya.


Brak


Suara letusan pistol membuat kamar tamu tersebut di dobrak paksa oleh Bagas kemudian masuk Mommy Adira, Cairo dan di susul oleh Bagas.


"Apa yang terjadi?" Tanya Mommy Adira dengan wajah tersebut begitu pula dengan Cairo dan Bagas.


"Pelayan itu ingin membunuh Arsenio Mom." Ucap Arsenio sambil mengangkat tubuh Angelina kemudian diletakkan perlahan ke arah ranjang.


"Apa? Kamu tidak terlukakan?" Tanya Mommy Adira.


"Tidak Mom, tapi Angelina yang terluka. Cairo dan Bagas tolong hubungi Tante Dewi Arumi dan dokter." Pinta Arsenio.

__ADS_1


"Baik Kak." Jawab Cairo dan Bagas bersamaan sambil mengeluarkan ponselnya.


Mommy Adira berjalan ke arah pelayan yang tergeletak di lantai untuk mengecek kondisinya sedangkan Arsenio memunguti pakaiannya kemudian memakainya dengan cepat.


"Mommy tidak mengenal pelayan ini." Ucap Mommy Adira sambil menyentuh wajahnya.


"Kenapa bisa masuk ke mansion milik Opa?" Tanya Arsenio.


"Entahlah ... Eh tunggu kenapa kulitnya terasa tebal." Ucap Mommy Adira sambil menarik kulit tersebut.


"Pakai topeng." Ucap Arsenio, Cairo dan Bagas bersamaan.


"Belia." Ucap Mereka bersamaan dengan wajah terkejut.


"Si*l, Cairo dan Bagas cek satu persatu penghuni pelayan dan jika ada yang mencurigakan tangkap. Untuk Mommy, Mommy di sini saja temani Angelina." Ucap Arsenio sambil berjalan ke arah pintu.


"Baik." Jawab Mommy Adira singkat.


"Angelina tangannya terluka akibat menahan pisau agar Arsenio tidak terluka sedangkan dadanya terkena luka tembak karena tubuhnya dijadikan tameng agar Arsenio tidak tertembak." Ucap Arsenio menjelaskan.


Selesai mengatakan hal itu Arsenio keluar dari kamar tamu dan disusul oleh ke dua adik kembarnya Cairo dan Bagas.


Ke tiga pemuda tampan tersebut berjalan ke arah tangga bersamaan sebagian keluarga besar Daddy Raka menaiki anak tangga satu demi satu.


"Mau kemana?" Tanya Daddy Javier.


"Di mansion milik Opa ada mata-mata karena itu Kita kumpulkan semua penghuni mansion untuk berkumpul di ruang keluarga." Jawab Arsenio.


Arsenio menceritakan dari awal hingga akhir di mana dirinya saat itu sedang tidur bersama Angelina hingga datang seorang pelayan yang ingin membunuhnya dengan menggunakan pisau dan pistol hingga akhirnya pelayan itu meninggal dunia karena terkena lemparan pisau dari Angelina.


Mommy Adira tanpa sengaja menyentuh wajahnya hingga akhirnya ketahuan kalau pelayan itu adalah Belia sekaligus Ibunya Angelina yang menyamar menjadi pelayan.


"Itulah yang terjadi Dad." Jawab Arsenio.


"Pantas saja tadi Daddy dan yang lainnya di minta pulang ke mansion katanya Ibunya Angelina kabur dari mansionnya." Ucap Daddy Javier.


Arsenio hanya menganggukan kepalanya sambil berjalan ke ruang keluarga di mana Daddy Raka dan keluarga besarnya berkumpul.


Arsenio menceritakan apa yang terjadi membuat Daddy Raka memanggil semua penghuni mansion. Para pria menatap satu persatu para pelayan dan bodyguard hingga akhirnya ada enam orang yang merupakan orang suruhan Belia.


Mereka langsung di bawa ke markas untuk dijadikan santapan hewan peliharaan milik Daddy Javier.


Satu Minggu Kemudian


Tidak terasa sudah satu minggu dan hubungan Arsenio dan Angelina berjalan layaknya orang yang berpacaran. Angelina benar-benar lupa akan masa lalunya dan tidak mengetahui kalau dirinya telah membunuh ke dua orang tuanya.


Hanya keluarga besar Daddy Raka yang tahu, hal itu dikarenakan Mereka tidak tega melihat kesedihan Angelina terlebih Angelina melakukan hal tersebut karena terpaksa.


"Seminggu lagi Kalian akan menikah jadi Kalian tidak boleh bertemu dulu." Ucap Mommy Adira ketika Mereka berkumpul di mansion milik Daddy Raka tepatnya di ruang keluarga.


"Tapi Mom, kalau Arsenio kangen bagaimana?" Tanya Arsenio.

__ADS_1


"Hanya seminggu saja tidak terasa." Ucap Mommy Adira.


"Tapi Mom rasanya lama banget." Ucap Arsenio.


"Lebay." Ucap Mommy Adira.


"Pffftttt... Hahahaha..." Tawa Mereka bersamaan.


"Kamu itu mirip Daddymu." celetuk Daddy Rico sambil memeluk istrinya.


"Memang dulu Daddy, dulu bagaimana Opa?" Tanya Arsenio penasaran.


"Daddy jangan kasih tahu." Pinta Daddy Javier.


"Baik tapi tidak gratis." Ucap Daddy Rico.


"Masa sama menantu hitungan." Ucap Daddy Javier dengan nada protes.


"Bisnis tidak mengenal kata keluarga." Ucap Daddy Rico usil.


"Aish ... Daddy tega." Ucap Daddy Javier.


Semua orang tertawa bersama sedangkan Arsenio yang penasaran tidak di kasih tahu membuat Arsenio cemberut.


Hingga tidak terasa hari yang di tunggu datang di mana Arsenio dan Angelina mengucapkan janji suci pernikahan.


Acara resepsi pernikahan diadakan sangat meriah dan banyak keluarga besar datang di antaranya keluarga besar Daddy Alvonso, keluarga besar Paulus dan para sahabat lainnya.


Tidak ada lagi musuh yang menyerang mereka karena semua sudah di bawa ke markas dan dijadikan santapan hewan buas peliharaan Daddy Javier dan Daddy Rico.


Tamat


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Tidak terasa novel ini sudah tamat dan terima kasih atas komentar, like, hadiah dan vote. Maaf kalau author tidak semua membalas komentar para pembaca tapi yang pasti author sangat senang dengan komentar para pembaca setiaku.


Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian semua. Amin.


Inti dari cerita ini adalah : Jangan percaya apa yang dikatakan oleh orang-orang sebelum menyelidikinya. Seperti yang terjadi pada Daddy Javier dan Arsenio di mana Mereka berdua percaya dengan ucapan beberapa orang.


Hingga Mereka menyiksa orang tersebut yang jelas-jelas tidak bersalah. Mereka menyesali perbuatannya setelah tahu kebenarannya.


Tahan emosi karena marah hingga menyiksa seseorang dan berakhir dengan kematian yang ada penyesalan yang teramat sangat ketika orang yang disayanginya meninggal dunia.


Ketika marah lebih baik diam dan pergi untuk menenangkan diri.


Maaf kalau ada kata-kata ku yang salah dan semoga para pembaca selalu sehat, bahagia dan sukses selalu.


Salam Author,


Yayuk Triatmaja

__ADS_1


__ADS_2