
"Daddy janji." Jawab Javier.
Arsenio memalingkan wajahnya ke arah Adara kemudian mengarahkan ke dua tangannya ke arah Adara seakan meminta untuk di gendong. Adara yang mengerti langsung menggendong Arsenio kemudian mengusap punggung Arsenio.
Ceklek
Dua jam kemudian pintu ruangan operasi terbuka membuat mereka berjalan ke arah pintu operasi dan melihat dokter dengan wajah lelahnya menatap ke arah mereka.
"Bagaimana keadaan putri Kami Dok?" Tanya Daddy Rico dan Mommy Karen bersamaan.
"Nyonya Adira mengalami koma dan sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang ICU." Jawab dokter tersebut.
Grep
"Koma?" Tanya ulang Mommy Karen dengan wajah terkejut membuat Daddy Rico memeluk pinggang istri nya dari arah samping.
"Akibat pukulan yang bertubi-tubi di tambah daya tubuhnya yang sedang lemah membuat Nyonya Adira mengalami koma." Jawab dokter tersebut.
Deg
Jantung Javier berdetak kencang ketika dokter mengatakan hal itu pasalnya dirinya tahu kenapa tubuh Adira lemah karena dirinya beberapa kali melakukan hubungan suami istri.
Javier merasa bersalah karena dirinya dua kali menyakiti orang yang dicintainya hingga beberapa saat kemudian pintu ruangan operasi di buka tampak dua perawat mendorong brangkar di mana Adira berbaring.
Skip
Kini Javier berada di ruangan ICU sambil menggenggam tangan Adira dan menatapnya dengan tatapan sendu.
"Sayang, maafkan Aku." Ucap Javier dengan suara tercekat.
"Aku janji apapun yang Kamu minta Aku akan mengabulkannya asal Kamu jangan tinggalkan Aku karena Aku tidak sanggup kehilangan dirimu." Sambung Javier dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
Cup
Selesai mengatakan hal itu Javier mengecup kening Adira dengan lembut.
Tes
Tes
Tes
Air mata Javier yang sejak tadi ditahannya akhirnya keluar juga hingga membasahi wajah Adira.
Javier menatap Adira yang masih setia memejamkan matanya kemudian menghapus air matanya yang jatuh di wajah Adira.
"Daddy sangat mencintai Mommy dan tidak bisa hidup tanpa Mommy." Ucap Javier dengan nada lirih.
Setelah beberapa saat Javier keluar dari ruangan ICU karena bergantian dengan ke tiga Kakak kembarnya Adira.
Dua Bulan Kemudian
Daddy Rico meminta dokter agar Adira tinggal di mansion agar keluarga besarnya dapat menjaganya secara bergantian dan tentu saja di setujui.
Hal itu dikarenakan Daddy Rico menyulap dua kamar tamu menjadi satu kamar mirip kamar ruang perawatan. Di mana ada dokter dan perawat yang menginap di mansion untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu dengan Adira.
Sebelum berangkat ke kantor dan pulang dari kantor Javier menyempatkan waktu menemani Adira dan mengajak Adira mengobrol. Seperti saat ini di mana Javier pulang kerja langsung menemui istrinya yang masih setia memejamkan matanya.
Javier duduk di kursi dekat ranjang sambil menggenggam tangan istrinya yang tidak ada selang infusnya.
"Sayang, sampai kapan Mommy tidur? Daddy kangen banget sama Mommy." ucap Javier sambil masih menggenggam tangan Adira yang tidak memakai selang infus dengan tatapan sendu.
"Anak-anak Kita sangat merindukan Mommy sama seperti Daddy yang merindukan Mommy, jadi cepatlah sadar agar Kita bisa bersama lagi seperti dulu." Ucap Javier.
__ADS_1
Javier yang sangat lelah karena habis pulang kerja membuat Javier menyadarkan kepalanya di ranjang dengan menggunakan ke dua tangan Javier dan tangan Adira.
Tidak membutuhkan waktu lama Javier tidur dengan pulasnya hingga setengah jam kemudian jari jemari milik Adira perlahan bergerak.
Perlahan Adira membuka matanya dan merasakan tangan kirinya terasa berat dan kram membuat Adira menatap ke arah Javier.
'Wajahnya terlihat kurus dan sangat lelah terlebih banyak lingkaran hitam.' Ucap Adira dalam hati.
'Aku sudah ingat semuanya, haruskah Aku melupakan semua yang terjadi dan memulai dari awal atau pergi meninggalkan Kak Javier?' Tanya Adira dalam hati.
Ceklek
Tiba-tiba pintu ruang perawatan terbuka membuat Adira menatap ke arah pintu. Adira melihat ke lima anak kembar nya berjalan ke arah dirinya.
"Daddy." Panggil ke lima anak kembarnya bersamaan sambil berjalan ke arah ke dua orang tuanya.
Javier perlahan membuka matanya kemudian memalingkan wajahnya ke arah ke lima putranya sambil tersenyum.
"Ada apa Sayang?" Tanya Javier tanpa menyadari kalau Adira sudah sadar begitu pula dengan ke lima anak kembar nya.
"Daddy kalau lelah, lebih baik Daddy mandi dulu terus tidur di kamar. Biar Kami yang gantian jaga Mommy." Ucap Arsenio.
"Daddy tidak lelah kok, tadi Daddy hanya ketiduran. Kalian sudah makan?" Tanya Javier.
"Sudah Dad." Jawab ke lima anak kembarnya bersamaan.
"Daddy, Arsenio, Bagas, Cairo, Draco dan Edison." Panggil Adira dengan nada lirih.
Deg
Jantung Javier berdetak kencang membuat Javier mengarahkan pandangannya ke arah Adira di mana Adira menatap dirinya.
__ADS_1
"Sayang, Kamu sudah sadar?" Tanya Javier dengan wajah terkejut sekaligus bahagia karena istrinya sudah sadar.
"Mommy." Panggil ke lima anak kembarnya bersamaan.