Ranjang Panas Sang CEO 5

Ranjang Panas Sang CEO 5
Ada Yang Aneh


__ADS_3

Kini mereka sudah selesai mandi dan memakai pakaian kerja di mana Adira membantu Javier memakai pakaian kerja setelah selesai barulah Adira memakai pakaian kerja.


Karena hari ini mereka akan mengantar ke lima anak kembarnya kemudian berangkat ke perusahaan milik Adira lalu berlanjut ke perusahaan milik Javier.


Habis makan siang barulah mereka pergi ke butik untuk mencoba pakaian pengantin setelah selesai, mereka kembali lagi ke kantor milik Javier.


"Sayang, jadwal hari ini sangat padat kalau Sayangku sangat lelah lebih baik istirahat saja. Nanti makan siang Aku pulang untuk makan bersama setelah itu kita pergi ke butik." Ucap Javier yang tidak tega melihat wajah lelah calon istrinya.


"Hanya sedikit kok lelahnya jadi santai saja." Jawab Adira sambil tersenyum dan merapikan jas milik Javier.


"Calon suamiku sangat tampan, pasti semua gadis tergila-gila dengan Kak Javier." Sambung Adira sambil menatap wajah tampan suaminya dan tersenyum manis melebihi dari manisnya gula.


"Tentu saja calon suamimu ini sangat tampan dan banyak gadis yang mengejar ku." ucap Javier narsis.


"Asalkan salah satu dari mereka sangat mencintai Kak Javier dan ke lima anak kembar Kita, Aku sangat bahagia melihatnya walau Kalian tidak bisa melihatku." Ucap Adira sambil masih tersenyum namun terlihat jelas matanya berkaca-kaca.


"Adira, kenapa bicaramu seperti orang yang akan pergi sangat jauh?" Tanya Javier dengan nada tidak suka.


"Kita tidak pernah tahu jodoh dan umur jadi siapa tahu..." Ucapan Adira terpotong oleh Javier.


"Jangan bicara seperti itu lagi karena Aku sangat fan sangat tidak suka. Walau ribuan gadis ataupun seluruh dunia ini menyukaiku tapi Aku hanya bisa mencintaimu dan tidak akan bisa tergantikan." Ucap Javier dengan nada tegas.

__ADS_1


"Maaf." Ucap Adira sambil memeluk tubuh kekar calon suaminya.


"Tidak perlu minta maaf, lebih baik kita turun ke bawah." Ucap Javier mengalihkan pembicaraan.


Adira hanya menganggukkan kepalanya kemudian Javier memeluk Adira dari arah samping membuat Adira membalas pelukan Javier. Mereka keluar dari kamarnya menuju ke arah tangga sambil mengobrol.


'Tubuhku sangat lelah dan ingin rasanya tidur sepuas hatiku dan bangun tidur juga seperti itu sepuas hatiku.' Ucap Adira dalam hati.


Mereka berjalan ke arah ruang makan di mana Daddy Raka, Daddy Rico, Mommy Nicole, Mommy Karen dan ke lima anak kembar nya sedang menatap dirinya.


"Mommy dan Daddy kok lama banget, kita kan sudah lapar." Ucap Ke lima anak kembarnya bersamaan.


"Maafkan Mommy ya." Ucap Adira sambil mengusap rambut ke lima anak kembar nya secara bergantian.


"Tidak apa-apa Mom, Dad." Ucap ke lima anak kembarnya bersamaan.


Adira dan Javier hanya tersenyum kemudian duduk di kursi makan saling bersebelahan.


"Sudah, sekarang kita makan bersama." Ucap Mommy Nicole.


"Baik Mom." Ucap mereka bersamaan.

__ADS_1


"Hari ini Adira ingin mengambil makanan untuk semuanya." Ucap Adira tiba-tiba.


"Kok tumben?" Tanya Daddy Raka, Daddy Rico, Mommy Nicole dan Mommy Karen bersamaan.


"Adira ingin saja Mom." Jawab Adira.


Selesai bicara Adira mengambil piring Daddy Raka, Daddy Rico, Mommy Nicole, Mommy Karen dan berlanjut ke piring Javier. Setelah selesai barulah mengambil makanan untuk ke lima anak kembar nya kemudian terakhir dirinya.


"Sekarang Kita makan bersama." Ucap Adira sambil tersenyum manis.


"Ok." Jawab mereka bersamaan.


Mereka pun makan dalam diam namun Daddy Raka, Daddy Rico, Mommy Nicole dan Mommy Karen menatap ke arah Adira kemudian berlanjut ke arah Javier. Hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum.


"Semuanya ada di sini kecuali Adira, Arsenio, Bagas, Cairo, Draco dan Edison, kalian tunggu kami di ruang keluarga." Ucap Daddy Raka tiba-tiba.


"Baik Opa / Kakek Buyut." Ucap Adira, Arsenio, Bagas, Cairo, Draco dan Edison bersamaan.


Mereka pun langsung berdiri dan berjalan meninggalkan ruang makan tersebut.


"Javier." Panggil Daddy Raka setelah melihat mereka pergi meninggalkan ruangan makan dengan wajah serius.

__ADS_1


"Iya Opa." Jawab Javier dengan wajah takut karena mengira kalau keluarga Adira tahu mereka sudah melakukan hubungan suami istri.


"Opa merasa ada yang aneh dengan sikap Adira, apa Kamu melakukan sesuatu dengan cucuku?" Tanya Daddy Raka sambil menatap tajam ke arah Javier.


__ADS_2