
"Naiklah ke lantai dua sebelah kanan disitulah kamarnya, Adira bersama Ibunya karena tadi Adira pingsan." Ucap Mommy nya Nicole.
Javier yang ingin berdiri tiba-tiba mendapatkan tatapan tajam dari Daddy Raka dan Daddy Rico seakan mengatakan untuk tetap berlutut. Javier pun tidak jadi untuk berdiri karena dirinya ingin mendapatkan maaf dari Daddy Raka dan Daddy Rico.
"Adira pingsan kenapa Nyonya?" Tanya Javier yang masih berlutut.
"Duduklah dan jangan panggil Nyonya tapi panggil lah dengan sebutan Oma sama seperti Adira memanggilku." Ucap Mommy Nicole.
"Tidak Oma, Javier banyak melakukan kesalahan terhadap Adira jadi sudah sepantasnya Javier berlutut." Ucap Javier yang merasakan ke dua kakinya mulai kram.
"Duduklah, jika kelamaan berlutut nanti yang ada Kamu tidak bisa menaiki anak tangga." Ucap Mommy Nicole.
"Tidak apa-apa Oma, biarkan Javier berlutut sampai Javier dimaafkan." Ucap Javier sambil melirik ke arah Daddy Raka dan Daddy Rico.
Mommy Nicole melirik sekilas ke arah suaminya dan putra sulungnya yang menatap tajam ke arah Javier.
"Daddy, Rico." Panggil Mommy Nicole.
"Ada apa Mom?" Tanya Daddy Raka dan Daddy Rico bersamaan sambil tersenyum.
Tatapan tajam dan tanpa senyuman mendadak berubah dalam sekejap ketika menatap ke arah Mommy Nicole membuat Javier ikut tersenyum.
'Ternyata ke dua pria yang berwajah dingin dan kaku itu bisa langsung berubah ekspresi ketika di panggil oleh Nyonya Besar.' Ucap Javier dalam hati.
"Apakah Javier sudah kalian maafkan karena telah melukai Adira?" Tanya Mommy Nicole.
"Belum Mom." Jawab Daddy Raka dan Daddy Rico bersamaan.
"Mommy tahu, Daddy dan Rico masih marah tapi Mommy minta maafkanlah Javier, berikan kesempatan ke dua untuk memperbaiki kesalahannya." Ucap Mommy Nicole.
"Tapi Mom ...." Ucapan Daddy Raka dan Daddy Rico terpotong oleh Mommy Nicole.
"Apakah Javier boleh duduk?" Tanya Mommy Nicole mengalihkan pembicaraan.
"Kenapa bertanya sama Kami Mom, kalau mau duduk ... Ya duduk saja." Ucap Daddy Raka sambil tersenyum tapi matanya menatap tajam ke arah Javier.
"Betul kata Daddy." Sambung Daddy Rico sambil ikut matanya menatap tajam ke arah Javier.
"Tapi kenapa ke dua mata Daddy dan Rico menatap tajam ke arah Javier?" Tanya Mommy Nicole.
"Mungkin hanya perasaan Mommy saja." Ucap Daddy Raka dan Daddy Rico bersamaan.
"Daddy, Rico." Panggil Mommy Nicole.
"Baik Mom, Kamu duduklah!" Perintah Daddy Raka dan Daddy Rico bersamaan.
"Baik Tuan." Jawab Javier sambil memegangi ujung sofa kanan dan kiri karena ke dua kakinya kram setelah itu barulah Javier perlahan duduk di sofa tunggal sambil meringis.
__ADS_1
"Panggil suamiku dengan sebutan Opa sedangkan Rico yang merupakan Ayah dari Adira panggil dengan sebutan Daddy." Ucap Mommy Nicole.
Daddy Raka dan Daddy Rico yang sama-sama membuka mulutnya mendapatkan tatapan tajam dari Mommy Nicole membuat ke dua pria tampan tersebut langsung terdiam sambil memaksakan untuk tersenyum.
"Senyuman Daddy dan Rico sepertinya tidak ikhlas." Ucap Mommy Nicole.
"Ikhlas kok Mom, lihat senyuman kami." Ucap ke dua pria tampan tersebut sambil tersenyum manis.
Mommy Nicole hanya tersenyum melihat senyuman suaminya yang sangat dicintainya dan senyuman Rico, putra yang sangat disayanginya.
"Sekarang Javier pergilah ke kamar Adira." Ucap Mommy Nicole.
"Baik Oma." Jawab Javier sambil tersenyum bahagia karena sebentar lagi akan bertemu dengan Adira.
"Ingat, sebagian memori Adira ada yang hilang jadi Adira tidak ingat apa yang terjadi waktu itu. Jadi jangan pernah memaksa supaya Adira mengingatnya karena bisa mengakibatkan kepala Adira sangat sakit kemudian tidak sadarkan diri seperti kejadian tadi." Ucap Daddy Rico.
"Kata dokter jika dipaksakan bisa membahayakan nyawanya. Karena itu jika Adira kepalanya sakit katakan untuk tidak memikirkannya dan minta untuk mengatur nafas agar rasa sakit pada kepalanya berkurang." Sambung Daddy Rico.
"Javier akan ingat apa yang dikatakan Tuan." Ucap Javier sambil menunduk.
Rasa bersalah yang teramat sangat terhadap Adira membuat Javier berjanji untuk tidak melukai perasaannya dan percaya apapun yang dikatakan oleh Adira.
Terlebih dirinya sudah mempunyai lima anak kembar membuat Javier akan melindungi dan menjaga ke lima anak kembarnya serta Adira yang sebentar lagi akan dinikahinya secepat mungkin.
"Kok Tuan, Daddy." Ucap Daddy Rico yang berusaha menerima Javier begitu pula dengan Daddy Raka.
"Maaf Dad." Ucap Javier sambil berdiri.
"Oh ya kapan kalian akan menikah?" Tanya Mommy Nicole.
"Lebih cepat lebih baik Oma agar tidak ada lagi orang yang menghina Adira dan anak kami." Jawab Javier sambil menahan amarahnya ketika mengetahui orang yang disayanginya di hina orang lain.
"Baiklah kalau begitu minggu depan kalian menikah." Ucap Mommy Nicole.
"Baik Oma, nanti Javier akan urus semuanya." Ucap Javier sambil kembali duduk.
"Biar Oma dan menantu Oma yang mengurus semuanya. Kalian berdua hanya mencoba gaun pengantin langganan Oma." Ucap Mommy Nicole.
"Jadi ngerepotin Oma dan keluarga Oma." Ucap Javier tidak enak hati.
"Oma dan keluarga Oma tidak merasa repot jadi kamu santai saja asalkan Kamu jangan lukai cucu Oma lagi." Ucap Mommy Nicole.
"Jika Kamu merasa bosan atau menemukan wanita yang lebih baik dari Adira tolong kembalikan putriku dalam keadaan baik-baik saja. Jangan melukainya seperti waktu itu hingga putri kami koma dan mengalami kelumpuhan." Sambung Daddy Rico.
"Kamu tenang saja keluarga besar Kami tidak akan membuat perhitungan denganmu." Sambung Daddy Raka.
"Aku berjanji tidak akan melukai perasaan ataupun melukai fisiknya. Javier akan melindungi dan menjaga Adira beserta ke lima anak kembar Kami walau nyawa menjadi taruhan." Ucap Javier dengan nada yakin.
__ADS_1
"Kami pegang kata-katamu." Ucap Daddy Raka.
Javier hanya menganggukkan kepalanya kemudian Mommy Nicole meminta Javier untuk menemui Adira. Javier kembali berdiri dan berjalan ke arah tangga dengan jantung berdebar-debar.
Satu demi satu Javier menaiki anak tangga hingga sampai di pertengahan tangga Javier melihat wanita di mana sepasang matanya sama seperti sepasang mata mirip Adira.
"Javier." Panggil wanita itu yang tidak lain bernama Mommy Karen.
"Iya Tante." Jawab Javier.
"Panggil Mommy, sama seperti Adira memanggilku." Ucap Mommy Karen.
"Baik Mommy." Jawab Javier.
"Adira ada di balkon, ingat jangan di paksa untuk mengingat apa yang terjadi waktu itu." Ucap Mommy Karen.
"Javier akan ingat Mom." Jawab Javier.
Mommy Karen tersenyum kemudian menuruni anak tangga untuk menemui suaminya yang bernama Daddy Rico sedangkan Javier kembali melanjutkan langkahnya.
Tok
Tok
Tok
"Masuk." Ucap Adira dari dalam.
Sampai di depan pintu Javier mengetuk pintu tiga kali hingga terdengar suara seorang wanita yang sangat familiar di telinganya membuat jantung Javier berdetak kencang.
Ceklek
Javier membuka pintu dan melihat ranjang Adira kosong membuat Javier masuk ke dalam kamar Adira dan berjalan ke arah balkon.
"Aku ada di balkon." Ucap Adira sambil membalikkan badannya.
Javier hanya tersenyum menatap wanita yang selama ini dirindukannya membuat matanya berkaca-kaca, Javier sangat bahagia karena Adrira masih hidup.
"Adira." Panggil Javier sambil berjalan ke arah Adira yang sedang menatapnya sambil berusaha mengingatnya. Tiba-tiba bayangan hitam muncul di mana Adira masuk ke dalam kamar asing lalu melihat bayangan pria yang tidak terlihat dengan jelas.
"Sstttttt... Sakit ..." Rintih Adira sambil memegangi kepalanya.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :
__ADS_1