Ranjang Panas Sang CEO 5

Ranjang Panas Sang CEO 5
Adira Sadar


__ADS_3

"Aku sudah sadar dan sekarang Mommy sangat haus." Jawab Adira.


Tanpa menjawab Javier mengambil gelas yang berisi air mineral kemudian diberikan ke Adira. Adira langsung meminumnya hingga habis tanpa sisa sedikitpun kemudian Javier meletakkan gelas yang kosong tersebut ke meja dekat ranjang untuk di isi lagi hingga penuh.


"Masih mau minum lagi?" Tanya Javier dengan nada lembut.


"Iya, Mommy sangat haus." Jawab Adira.


Javier hanya tersenyum kemudian memberikan gelas yang sudah penuh air mineral ke Adira. Adira pun meminumnya hingga menyisakan setengah gelas.


"Arsenio, Bagas, Cairo, Draco dan Edison." Panggil Adira.


"Iya Mom." Jawab ke lima anak kembarnya bersamaan.


"Mommy ingin bicara dengan Daddy jadi Kalian berlima main di luar dulu ya." Pinta Adira.


"Baik Mom." Jawab ke lima anak kembarnya.


Ke lima anak kembarnya langsung berjalan meninggalkan ke dua orang tuanya sedangkan Javier hanya menatap wajah cantik istrinya berbeda seperti biasanya.


"Aku sudah ingat semuanya di mana waktu itu Aku ..." Ucap Adira menggantungkan kalimatnya.

__ADS_1


Deg


Glek


Jantung Javier berdetak kencang membuat Javier menelan salivanya dengan kasar.


"Berarti Kamu ingat Aku sudah mengambil ..." Ucapan Javier terpotong oleh Adira.


"Ya, Aku sudah ingat semuanya hingga akhirnya Aku di dorong di tangga dan tidak sadarkan diri." Ucap Adira.


Bruk


"Aku mohon maaf atas semua kesalahan yang pernah Aku perbuat di masa lalu tapi Aku mohon berilah Aku kesempatan ke dua untuk menembus semua kesalahan yang pernah Aku perbuat di masa lalu. Aku sungguh sangat menyesali nya dan ingin memperbaiki semua kesalahan ku." Ucap Javier sambil berlutut.


"Kak Javier bersedia melakukan apapun untukku?" Tanya Adira mengulangi perkataan Javier.


"Ya, apapun akan Aku lakukan." Jawab Javier.


"Bagaimana kalau Aku menginginkan nyawa Kak Javier?" Tanya Adira.


"Maksudnya?" Tanya Javier balik bertanya.

__ADS_1


"Jika Kak Javier ingin menembus rasa bersalah maka Aku ingin Kak Javier menembak dirinya sendiri tepat di depan ku." Jawab Adira.


"Kalau itu bisa menembus semua rasa bersalah ku maka Aku bersedia." Jawab Javier yang masih berlutut di lantai.


Ke dua kalinya Javier berlutut, pertama di depan keluarga Adira dan sekarang di depan Adira demi mendapatkan maaf dari Adira. Javier mengambil pistol yang di simpannya di dalam saku jas nya kemudian mengarahkan pistol nya ke arah keningnya.


"Sebelum Aku mati, Aku ingin mengatakan kalau Aku sangat mencintaimu dan Aku hanya bisa berharap orang yang Aku cintai selalu bahagia. Maafkan perbuatan Ku, sungguh Aku sangat menyesal telah melukaimu dan juga melukai perasaanmu dengan kata-kataku." Ucap Javier sambil tersenyum namun terlihat jelas kalau Javier sangat tulus mencintai Adira.


Grep


"Lupakan apa yang Aku katakan, Aku hanya ingin tahu seberapa dalam Daddy menyesali perbuatan. Mulai sekarang lupakan masa lalu dan Kita mulai semuanya dari awal." Ucap Adira sambil menggenggam tangan Javier dengan nada lembut dan merubah nama panggilan dengan sebutan Daddy.


"Mommy serius?" Tanya Javier sambil tersenyum bahagia.


"Mommy serius, Kita mulai dari awal dan melupakan apa yang telah terjadi." Jawab Adira.


"Sekarang Daddy bangunlah." Sambung Adira yang tidak tega calon suaminya berlutut.


Javier menganggukkan kepalanya kemudian berdiri lalu duduk di sisi ranjang sambil tersenyum bahagia karena Adira mau memaafkan kesalahan yang dulu pernah dilakukannya.


"Sayang." Panggil Javier.

__ADS_1


"Ya." Jawab Adira.


__ADS_2