
"Kami menunggu Daddy, makanya Kami belum tidur." Jawab ke lima anak kembar nya bersamaan.
"Kenapa mesti menunggu Daddy?" Tanya Javier dengan wajah terkejut.
"Kami ingin tidur di pelukan Daddy." Jawab ke lima anak kembar nya.
"Teman - teman Kami sering bercerita kadang mereka tidur bersama orang tua mereka sambil bercerita hingga mereka tidur." Ucap Arsenio.
"Betul, setelah mereka tidur barulah orang tuanya pergi ke kamar." Sambung Bagas.
"Selama ini Mommy yang menemani tidur jika Kami tidak bisa tidur. Sekarang sudah ada Daddy jadi Daddy maukan menemani kami tidur?" Tanya Cairo.
"Kami mohon Dad." Ucap Arsenio, Bagas, Cairo, Draco dan Edison bersamaan.
"Tentu saja tapi ..." Ucap Javier menggantungkan kalimatnya.
"Tapi apa Dad?" Tanya ke lima anak kembar nya penasaran.
"Kalian berlima sedangkan tangan Daddy hanya ada dua jika memeluk paling hanya bisa kanan dan kiri terus yang ke tiganya lagi, bagaimana?" Tanya Javier.
"Bagaimana kalau hari ini giliran Draco dan Edison, besok giliran Bagas dan Cairo lusa Arsenio dan Edison." Ucap Arsenio.
"Edison kok dua kali, Kak?" Tanya ke tiga adik kembar nya.
"Kan bergiliran, hari ke empat Draco dan Cairo, hari ke lima Kakak dan Bagas, begitu seterusnya." Jawab Arsenio.
"Ok." Jawab ke empat adik kembar nya.
__ADS_1
"Daddy tidur di mana?" Tanya Javier.
"Tidur di tengah Dad, kebetulan ranjang ini sangat besar." Ucap Arsenio.
"Ok. Sekarang kita tidur." Ucap Javier.
"Ok." Jawab ke lima anak kembar nya bersamaan.
Mereka pun berbaring di ranjang, Javier tidur di tengah-tengah dengan ke dua tangan terlentang sedangkan Draco dan Edison tidur dengan menggunakan lengan Javier sebagai bantalannya.
Tangan Javier yang panjang membuat Arsenio, Bagas dan Cairo ikut tidur dengan menggunakan lengan Javier sebagai bantalannya. Ke dua tangan Javier tidak terlihat karena tertutup kepala ke lima anak kembarnya.
"Daddy." Panggil ke lima anak kembar nya bersamaan.
"Ya." Jawab Javier singkat.
"Daddy tidak bisa dongeng." Jawab Javier.
"Bagaimana kalau Daddy bernyanyi?" Tanya Arsenio memberikan usulan.
"Suara Daddy jelek." Jawab Javier.
Seumur hidup Javier hanya bernyanyi ketika dirinya dulu sekolah itupun karena ada pelajaran seni atau tampil di panggung.
"Tidak apa-apa Dad." Jawab ke lima anak kembar nya.
"Nanti kalau benar - benar jelek baru Kami minta Daddy jangan bernyanyi." Sambung Edison.
__ADS_1
"Setuju." Ucap ke empat kakak kembar nya.
"Aish ... Kalian ini tega sama Daddy." Ucap Javier dengan wajah pura-pura cemberut.
"Pffttttttt... Hahahaha ..." Tawa lepas ke lima anak kembar nya disusul Javier.
Setelah beberapa saat mereka terdiam kemudian Javier mulai bernyanyi sedangkan ke lima anak kembar nya mendengarkan suara Javier.
Suara merdu yang keluar dari mulut Javier membuat ke lima anak kembar nya membuat matanya dan tidak membutuhkan waktu lama mereka tidur dengan pulasnya.
'Ternyata seperti ini rasanya menjadi seorang Daddy.' Ucap Javier dalam hati sambil mengangkat kepalanya menatap satu persatu ke lima anak kembarnya yang tidur dengan pulas nya.
'Daddy janji tidak akan lagi orang yang menghina kalian begitu pula dengan Mommy kalian.' Sambung Javier.
Setelah puas menatap ke lima anak kembar nya secara bergantian, Javier menurunkan kepalanya ke arah bantal kemudian memejamkan matanya. Tidak membutuhkan waktu lama Javier ikut tertidur dengan pulas.
Tanpa sepengetahuan Javier dan ke lima anak kembar nya kalau sepasang mata menatapnya dari balik kaca di mana kamar ke lima anak kembar nya terhubung dengan kamar Adira.
Jika tombol di tekan maka kaca tersebut bergeser dan kamar mereka menjadi lebih luas dan saling terhubung. Hanya saja ke lima anak kembar nya tidak bisa melihat kamar Adira sedangkan Adira bisa.
"Kenapa Aku tidak bisa mengingatnya? Jika seandainya Aku mengingatnya apakah Aku bisa mencintai Kak Javier atau malah membencinya?" Tanya Adira sambil berpikir.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :
__ADS_1