Ranjang Panas Sang CEO 5

Ranjang Panas Sang CEO 5
Kenapa Wajah Kalian Sedih?


__ADS_3

Serempak Mommy Nicole dan Adira menatap ke arah Mommy Karen di mana Daddy Rico menjewer telinganya karena itulah Mommy Karen mengatakan aduh.


"Daddy, kenapa menjewer Mommy?" Tanya Mommy Karen dengan nada kesal sambil menepis tangan suaminya.


"Pikir saja sendiri." Jawab Daddy Rico sambil membalikkan badannya dan berjalan ke arah tangga.


"Jika Daddy tidak bilang jatah Daddy akan Mommy kurangi." Ucap Mommy Karen dengan nada kesal sekaligus mengancam sambil mengusap telinganya yang sakit akibat di jewer oleh suaminya.


Daddy Rico yang mendengarkan ancaman istrinya langsung menghentikan langkahnya kemudian membalikkan badannya.


Daddy Rico berjalan ke arah istrinya sambil tersenyum mesum sedangkan Mommy Nicole dan Adira menahan tawa karena betapa lucunya Daddy Rico.


"Adira, nanti malam Mommy tidur sama Kamu biar Daddy tidur sambil memeluk guling." Ucap Mommy Karen sambil membalikkan badannya untuk melanjutkan memasak.


"Baik Mom." Jawab Adira patuh walau dalam hatinya bingung.


Grep


"Mommy, Daddy kan hanya bercanda." Ucap Daddy Rico sambil memeluk tubuh istrinya dari belakang.


"Kalau bercanda kenapa menjewer Mommy? Sakit tahu." Ucap Mommy Karen dengan nada masih kesal.


"Hehehehe..."

__ADS_1


"Tawa Daddy jelek." Ucap Mommy Karen sambil menahan senyum.


"Ish.... Ish .... Mommy dan Daddy mirip anak ABG." Ucap Adira sambil mengangkat jari telunjuknya kemudian digoyang-goyangkan.


"Aduh." Ucap Adira ketika telinganya di jewer oleh Daddy Rico dan Mommy Karen.


"Aish ... Daddy, Mommy lama-lama telinga Adira panjang kayak kelinci." Ucap Adira dengan nada protes sambil memegangi ke dua telinganya yang terasa sakit.


"Biarin." Jawab ke dua orang tuanya bersamaan.


"Oma." Rengek Adira.


"Sudah-sudah jangan bercanda terus, Rico dan Karen nanti jam sepuluh pagi pergi ke butik dan mengatur semua keperluan pesta pernikahan Adira." Ucap Mommy Nicole.


"Pesta pernikahan Adira?" Tanya ulang Adira.


"Apakah Javier tidak mengatakan kalau Kalian akan menikah minggu depan?" Tanya Mommy Karen balik bertanya.


"Sudah Mom." Jawab Adira.


"Baguslah, sekarang kita masak biar Kita langsung mandi setelah itu makan bersama." Ucap Mommy Nicole.


"Baik Mom / Oma." jawab Mommy Karen dan Adira bersamaan.

__ADS_1


Ke tiga wanita itupun melanjutkan memasak sedangkan Daddy Rico kembali ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.


Tiga puluh delapan menit kemudian mereka sudah selesai masak dan menata di meja makan. Mereka langsung berjalan ke arah meninggalkan dapur menuju ke kamar mereka masing-masing.


Ceklek


Adira berjalan ke arah kamar ke lima anak kembarnya hingga di depan pintu Adira membuka pintu kamarnya dan melihat ke lima anak kembarnya masih tidur dengan pulas sedangkan Javier sedang menatap dirinya.


"Ke dua tanganku kram, sulit Aku gerakkan." ucap Javier dengan suara pelan.


Adira hanya menganggukkan kepalanya kemudian duduk di sis ranjang.


"Anak - anak bangun, bukankah hari ini mau berangkat sekolah di antar Mommy dan Daddy?" Tanya Adira dengan nada lembut sambil mengusap punggung putranya yang bernama Arsenio yang berada dekat dengan dirinya.


"Eughhhh..." Ucap ke lima anak kembarnya sambil meregangkan tubuhnya kemudian duduk menatap ke arah Adira dengan wajah sendu.


"Kenapa wajah kalian sedih? Mata kalian juga berkaca-kaca, ada apa?" Tanya Mommy Felicia dengan wajah terkejut.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :


__ADS_1


__ADS_2