
"Daddy temani Mommy saja biar Adira dan Kak Javier yang mengurus administrasi." Ucap Mommy Adira sambil mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Kakak kembarnya.
"Ok." Jawab Daddy Rico singkat.
Daddy Rico berjalan ke ruangan ICU sedangkan Mommy Adira dan Daddy Javier berjalan ke ruangan administrasi sekalian memesan mobil ambulance.
Singkat cerita kini mereka semua berkumpul di mansion milik Daddy Rico di mana Dewi Arumi dan Alex sudah menunggu kedatangan mereka. Dewi Arumi mulai memeriksa keadaan Angelina sedangkan Alex memeriksa keadaan Mommy Karen.
"Bagaimana keadaan istriku?" Tanya Daddy Rico setelah melihat Alex sudah selesai memeriksa keadaan Mommy Karen.
"Seperti yang diperkirakan Adira kalau ada racun di dalam tubuh Tante Karen." Ucap Alex sambil mengeluarkan botol obat kemudian diberikan ke Daddy Rico.
"Racun? Bagaimana bisa?" Tanya Daddy Rico dengan wajah terkejut sambil menerima botol obat pemberian Alex.
"Aku juga tidak tahu kenapa bisa di tubuh Tante Karen ada racunnya tapi jenis racun ini belum berbahaya karena baru sedikit diberikan." Jawab Alex.
"Berarti kalau diberikan lagi bisa membahayakan nyawa istriku?" Tanya Daddy Rico sambil menahan amarahnya.
__ADS_1
"Belum, sampai empat atau lima kali barulah membahayakan nyawa Tante. Syukurlah Tante dan Angelina di bawa kesini karena kalau tidak bisa jadi Angelina juga di racun oleh seseorang." Jawab Alex.
"Tapi sayang sekali Angelina di dalam tubuhnya juga ada racun di mana racun itu membuatnya tersiksa pada bagian kepalanya." Ucap Dewi Arumi kemudian menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
"Bukankah waktu itu sudah dikeluarkan racunnya?" Tanya Arsenio dengan wajah terkejut.
"Memang benar tapi racun ini baru saja diberikan ketika Aku keluar dari ruang operasi." Jawab Dewi Arumi menjelaskan.
Dewi Arumi sangat yakin kalau racunnya sudah dikeluarkan semuanya jadi mana mungkin ada racunnya lagi terlebih jenis racunnya berbeda lagi.
"Bagaimana cara memberikan obat ini ke istriku?" Tanya Daddy Rico.
Tanpa banyak bicara Daddy Rico melakukan apa yang dikatakan oleh Alex sedangkan Arsenio menatap ke arah Dewi Arumi.
"Apakah ada obat penawarnya?" Tanya Arsenio.
"Ada tapi racun itu membuat memori Angelina hilang dalam arti dirinya hilang ingatan dan tidak ingat siapa dirinya." Jawab Dewi Arumi.
__ADS_1
Deg
"Hilang ingatan?" Tanya ulang Arsenio dengan jantung berdetak kencang.
"Betul sekali dan sepertinya Angelina beberapa kali menahan rasa sakit pada kepalanya di tambah pingsan beberapa kali." Jawab Dewi Arumi sambil mengeluarkan botol obat dari tasnya.
"Memang benar, beberapa kali Aku melihat Angelina berusaha melawan rasa sakit pada kepalanya hingga beberapa kali tidak sadarkan diri." Ucap Arsenio.
Arsenio ingat ketika dalam perjalanan Angelina sadar namun setengah jam kemudian Angelina tidak sadarkan diri lagi.
"Kenapa Angelina tidak mengatakan sama Kami kalau dirinya di racun dan kepalanya sakit?" Tanya Mommy Adira yang sejak tadi terdiam.
"Dikarenakan pelakunya adalah orang yang sama." Jawab Mommy Adara kakak kembarnya Mommy Adira yang sejak tadi mengutak atik laptopnya bersama Kakak kembarnya yang bernama Daddy Ray.
"Dari mana Kak Adara tahu?" Tanya Mommy Adira sambil menatap ke arah kakak kembarnya begitu pula dengan yang lainnya.
"Aku dan Kak Ray sudah meretas cctv ruang perawatan Mommy dan Angelina dan pelakunya sama." Jawab Mommy Adara
__ADS_1
"Siapa pelakunya?" Tanya mereka bersamaan.