
"Mommy tidak tahu siapa wanita itu karena Mommy meretas data wanita itu tapi sayang tidak bisa dikenali. Mengenai kenapa Angelina menembak Ayah kandungnya karena saat itu dirinya tidak mempunyai pilihan di mana dirinya diperintahkan oleh Ayah kandungnya untuk menembak Ibu kandungnya." Ucap Mommy Adira menjelaskan.
"Kenapa ke dua orang tuanya membuat keputusan yang sangat sulit?" Tanya Arsenio.
"Mommy juga tidak tahu kenapa mereka seperti itu." Ucap Mommy Adira.
"Perkataan wanita itu : Memang benar Mommy yang sengaja menabrak wanita tua itu dan kenapa Mommy melakukan itu? Itu dikarenakan mereka telah membuat Kakak kesayangan Mommy mati di bunuh oleh mereka. Berarti anggota keluarga Kita pernah membunuh Kakaknya wanita itu sekaligus Tantenya Angelina." Ucap Daddy Javier yang sejak tadi terdiam.
"Bisa jadi Dad, karena itulah wanita itu sangat membenci keluarga Kita." Ucap Mommy Adira.
"Sekarang Kita sudah tahu kalau yang menabrak Oma bukan Angelina tapi Ibunya Angelina. Ibunya Angelina menyuruh seseorang untuk menembak mu tapi Angelina melindungi mu dengan menjadikan tamengnya agar Kamu tidak tertembak selain itu ketika Ibunya Angelina ingin meracunimu dan lagi-lagi Angelina melindungi mu dengan meminum racunnya." sambung Mommy Adira.
Mommy Adira menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap putra sulungnya dengan tatapan sendu membuat Arsenio membalas tatapan Mommy Adira.
"Arsenio, Mommy tahu kalau Kamu mengatakan ke Angelina dengan kata-kata yang sangat menyakitkan padahal Angelina bukan gadis seperti itu terlebih ternyata pelakunya adalah Ibunya Angelina yang menyamar sebagai Angelina agar hidup Angelina hancur." Ucap Mommy Adira.
"Kalau Kamu memang tidak mencintainya lepaskan Angelina dan biarkan Angelina pergi." Sambung Mommy Adira.
__ADS_1
Deg
Jantung Arsenio berdetak kencang ketika mendengar ucapan Mommy Adiria. Dirinya merasa amat bersalah karena telah mengatakan kkata-kata yang sangat menyakitkan hati Angelina.
Arsenio ingin melepaskan Angelina tapi entah kenapa dalam hatinya yang paling dalam tidak rela untuk melepaskan Angelina.
"Arsenio ..." Ucap Arsenio menggantungkan kalimatnya.
"Jika Kamu menyukai Angelina maka menikahlah tapi jika tidak lepaskan Angelina karena Mommy sangat yakin kalau Angelina berbeda dengan gadis di luaran sana." Ucap Mommy Adira yang mengerti perasaan putra sulungnya.
"Kamu pikir baik-baik dan jangan mengambil keputusan di mana salah satu ada yang terluka dan akhirnya salah satu pergi." Sambung Mommy Adira.
"Sekarang Mommy ingin melihat keadaan Angelina." ucap Mommy Adira sambil berjalan ke arah pintu.
"Daddy ikut Mom." Ucap Daddy Javier yang sejak tadi diam.
"Arsenio juga ikut Mom." Sambung Arsenio.
__ADS_1
Mommy Adira hanya menganggukan kepalanya kemudian mereka bertiga keluar dari ruang perawatan untuk mengetahui kabar Angelina.
Kini mereka berada di ruang operasi, Arsenio menatap ke arah pintu dengan pikiran menerawang jauh.
'Kenapa Angelina tidak membantah ucapan ku? Pantas saja Angelina diam-diam menangis karena hatinya sangat terluka.' Ucap Arsenio dalam hati.
Ceklek
Tiba-tiba pintu ruang operasi terbuka membuat Mommy Adira, Daddy Javier dan Arsenio berjalan ke arah pintu di mana dokter menunggu mereka dengan tatapan kesedihan.
"Bagaimana keadaan Angelina, Dok?" Tanya Mommy Adira.
"Kami sudah sekuat tenaga tapi Tuhan menentukan Nona Angelina meninggal dunia." Jawab dokter tersebut.
"Racun yang berada di dalam tubuhnya sangat ganas dan merusak organ di tubuh Nona Angelina di tambah obat yang Kami berikan di tolak kemungkinan besar Nona Angelina tidak ada semangat untuk hidup." Sambung dokter tersebut.
Bruk
__ADS_1
Tubuh Arsenio ambruk seperti tidak bertulang membuat Daddy Javier mengangkat tubuh Arsenio untuk berdiri.
"Mommy dan Daddy, Angelina ..." Ucap Arsenio menggantungkan kalimatnya dengan mata berkaca-kaca.