
"Mommy, Arsenio mimpi bertemu dengan Daddy dan Daddy menemani Kami tidur." Ucap Arsenio.
"Kami juga Mom." sambung ke empat anak kembarnya.
"Karena itu Kami sedih karena Daddy pergi lagi Mom." Ucap ke lima anak kembarnya bersamaan.
"Kata siapa Daddy kalian pergi?" Tanya Adira sambil menahan senyum.
"Buktinya Daddy pergi lagi." Ucap ke lima anak kembar nya bersamaan.
Ke lima anak kembarnya belum menyadari kalau Javier berada di tengah mereka karena ke lima anak kembar tersebut masih mengantuk dan ingin tidur lagi.
"Masa Daddy segede gini tidak kelihatan?" Tanya Javier dengan ke dua tangannya masih direntangkan.
Grep Grep Grep
Grep Grep
"Daddy!" Pekik ke lima anak kembar nya sambil memeluk tubuh Javier.
Javier tersebut bahagia melihat rona bahagia di wajah ke lima anak kembar nya. Rasa kram pada ke dua tangannya tidak sebanding kebahagiaan ke lima anak kembarnya.
Adira yang melihatnya sangat bahagia karena kebahagian kelima putranya merupakan kebahagiannya juga. Adira berjanji untuk membuat orang - orang yang disayanginya bahagia walau nyawanya menjadi taruhannya.
"Daddy, kenapa ke dua tangan Daddy tidak digerakkan?" Tanya Arsenio penasaran.
"Ke dua tangan Daddy kram jadi ketika mau digerakkan agak sakit." Jawab Javier.
"Maafkan Kami Dad." Ucap ke lima anak kembarnya bersamaan dengan wajah bersalah.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, sekarang kalian mandi lah karena sebentar lagi Kalian sekolah." Ucap Javier.
"Baik Dad." Ucap ke lima anak kembarnya bersamaan.
Cup Cup Cup
Cup Cup
Ke lima anak kembarnya secara bergantian mencium pipi Javier kemudian turun dari ranjang.
"Mommy, tidak di cium nih?" Tanya Adira dengan wajah pura-pura sedih.
Cup Cup Cup
Cup Cup
"Kami sangat sayang Mommy dan Daddy." Ucap ke lima anak kembarnya bersamaan.
"Aku pijat ya Kak." Ucap Adira sambil memegang tangan kanan Javier dengan perlahan.
Javier meringis sambil menganggukkan kepalanya tanda setuju sedangkan Adira mulai memijat tangan Javier dengan perlahan.
"Pijatanmu sangat enak." Puji Javier sambil memejamkan matanya menikmati pijatan dari Adira.
"Terima kasih atas pujiannya." Jawab Adira sambil tersenyum.
"Kak Javier." Panggil Adira.
"Ya." Jawab Javier singkat tanpa membuka matanya.
__ADS_1
"Apakah Kak Javier sangat senang bertemu dengan ke lima anak Kita?" Tanya Adira.
"Tentu saja sangat senang bisa memiliki mereka di tambah calon istriku yang sangat cantik di mana dulu Aku selalu mencarimu selama bertahun-tahun dan kini kita bisa bertemu kembali." Jawab Javier.
"Syukurlah, Aku ikut senang." Ucap Adira sambil meletakkan tangan Kanan Javier ke arah samping kemudian memegang tangan Javier yang kiri.
"Kak Javier." Panggil Adira sambil memijat tangan Javier.
"Ya." Jawab Javier singkat lagi sambil masih memejamkan matanya.
"Maukah Kak Javier berjanji?" Tanya Adira.
"Janji apa?" Tanya Javier sambil membuka matanya.
"Sebelum Aku mengatakannya, Kak Javier harus berjanji padaku untuk melakukan permintaan ku." Ucap Adira.
"Kamu tidak memintaku untuk membatalkan pernikahan Kita kan? Atau Kamu tidak meminta menjauhkan Aku dengan ke lima anak kita, Kan?" Tanya Javier yang tidak bisa jauh dari Adira dan ke lima anak kembarnya.
"Kenapa Kak Javier bicara seperti itu?" Tanya Adira tanpa menjawab pertanyaan Javier.
"Karena apa yang Aku lakukan dulu terhadap mu pasti membuatmu sulit untuk memaafkan Aku." Jawab Javier.
"Kak Javier, jujur Aku sama sekali tidak ingat apa yang terjadi waktu itu. Aku hanya minta Kak Javier janji untuk melakukan satu hal dan ini tidak ada hubungannya dengan masa lalu kita." Ucap Adira dengan nada tegas mengingat sebentar lagi ke lima anak kembarnya selesai mandi.
"Baik, Kakak janji." Jawab Javier namun terlihat jelas wajahnya takut jika dirinya di minta untuk pergi dari kehidupan Adira.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :
__ADS_1