
Grep
Cup
Javier tersenyum dan tidak marah ketika bahunya di pukul oleh Adira malah Javier memeluk tubuh Adira kemudian mencium bibir Adira dengan lembut.
'I Love You.' Bisik Javier tepat di telinga Adira setelah dirinya selesai mencium bibir Adira dengan lembut.
Adira hanya tersenyum tanpa menjawab ucapan Javier karena dirinya masih bingung dengan perasaannya. Javier tidak marah ketika Adira tidak menjawab ucapannya tapi yang pasti apapun yang terjadi Adira adalah miliknya sampai kapanpun juga.
"Kamu tidak perlu menjawabnya sekarang karena Aku akan setia menunggu." Ucap Javier sambil melepaskan pelukan nya kemudian mengusap rambut Adira dengan lembut.
"Terima kasih." Jawab Adira sambil membalikkan badannya untuk mencuci piring.
"Terima kasih untuk apa?" Tanya Javier.
"Terima kasih sudah kau menunggu jawabanku." Jawab Adira.
"Oh ya kamar anak-anak ada di lantai berapa? dan di kamar mana?" Tanya Javier sambil mengusap rambut Adira dengan lembut.
"Ada di lantai tiga dekat tangga." Jawab Adira sambil membalikkan badannya untuk mencuci piring dan gelas kotor.
__ADS_1
"Kalau begitu, Daddy ke kamar atas menemani anak-anak tidur." Ucap Javier yang merubah nama panggilannya.
"Daddy?" tanya ulang Adira sambil menghentikan mencuci piring.
"Mulai sekarang dan seterusnya panggil dengan sebutan Mommy dan Daddy baik di depan anak-anak maupun kita berdua." Jawab Javier.
"Tapi ..." Ucapan Adira terpotong oleh Javier.
"Keluarga besarmu sudah mengatur pernikahan Kita jadi rubahlah nama panggilan Kita." Ucap Javier.
"Kapan acara pernikahannya?" Tanya Adira penasaran sambil membalikkan badannya menatap wajah tampan Javier.
"Tidak sabar ya, ingin menikah denganku?" Tanya Javier dengan nada menggoda.
Grep
'Minggu depan Kita akan menikah dan semua persiapan pernikahan akan di atur oleh Oma dan keluarga besar mu. Kita hanya mencoba gaun pengantin Kita jadi besok setelah Kita pergi mengantar anak-anak sekolah, Kita langsung pergi untuk mencoba gaun pengantin.' Ucap Javier sambil memeluk pinggang ramping Adira.
"Secepat itukah?" Tanya Adira.
"Lebih cepat lebih baik, apalagi kita sudah mempunyai anak jadi sudah seharusnya Kita menikah agar tidak ada lagi orang yang menghinamu dan juga menghina anak Kita." Ucap Javier sambil melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Sekarang Aku mau ke atas ingin menemani anak-anak tidur. Kalau sudah selesai mencuci piring dan gelas segera tidur." Sambung Javier.
Adira hanya menganggukkan kepalanya kemudian Javier membalikkan badannya dan berjalan ke arah tangga sambil tersenyum bahagia.
'Sebenarnya Aku ingin berlama-lama denganmu tapi Aku takut tidak bisa menahannya untuk melakukan hubungan suami istri karena bagaimana pun Aku adalah pria normal.' Ucap Javier dalam hati sambil menaiki anak tangga satu demi satu.
Ketika memeluk Adira, adik kecilnya mulai menegang karena itulah Javier segera melepaskan pelukannya dan pergi meninggalkan Adira sedangkan Adira melanjutkan pekerjaannya.
Adira kini sudah selesai mencuci piring dan gelas kemudian Adira berjalan ke arah lift karena Adira sangat mengantuk dan ingin secepatnya tidur.
xxxxxxxxxx
Ceklek
Javier membuka pintu kamar anak kembar nya dan melihat ke lima anak kembarnya sedang duduk di ranjang sambil menatap ke arah dirinya sambil tersenyum.
"Lho kok belum pada tidur?" Tanya Javier dengan wajah terkejut karena pasalnya dirinya saja sudah mengantuk.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :
__ADS_1