
Adira meletakkan ponselnya kemudian berusaha mengingat nama Javier namun yang ada kepalanya sangat sakit. Adira langsung menghembuskan nafasnya dengan perlahan agar rasa sakit pada kepalanya segera hilang.
"Lebih baik saat ini tidak perlu mengingatnya karena kepalaku sangat sakit. Lebih baik Aku telepon Kak Javier." Ucap Adira sambil mengambil ponselnya dari atas meja kemudian menekan nomer tersebut karena sejak tadi layar ponselnya menampilkan nomor ponsel milik Javier.
xxxxxxxxxx
Di tempat yang berbeda di mana Javier bermimpi buruk di mana Javier melihat Adira terluka parah akibat di tembak oleh seseorang.
"Adira!" Teriak Javier sambil bangun dari ranjang kemudian mengatur nafasnya yang tidak beraturan.
"Apa terjadi sesuatu dengan Adira?" Tanya Javier sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
Tring Tring Tring
Tiba-tiba ponselnya berdering membuat Javier mengambil ponselnya untuk melihat siapa yang menghubungi dirinya.
"Video call tapi nomernya tidak Aku kenal, angkat tidak ya?" Tanya Javier ragu karena selama ini dirinya malas menerima telepon dari nomer yang tidak terima.
Ting
Bunyi ponsel pun berhenti kemudian terdengar bunyi sekali tanda ada pesan masuk. Javier yang penasaran membuka isi pesan tersebut dengan nomer yang sama di mana tadi menghubungi dirinya lewat video call.
"Aku Adira, maaf telah mengganggu istirahat Kak Javier."
"Adira." Ucap Javier sambil membaca kembali isi pesan tersebut.
Javier sangat terkejut Adira menghubungi dirinya membuat Javier menekan tombol video call dam langsung di angkat.
__ADS_1
Javier menatap wajah cantik yang selama ini dirindukannya sedangkan Adira menatap Javier sambil berusaha mengingatnya.
("Kak Javier." Panggil Adira sambil menatap ke arah wajah tampan Javier dengan duduk di sisi ranjang).
("Ya, Kamu Adira?" Tanya Javier seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya).
("Ya, Aku Adira." Jawab Adira).
("Bukankah waktu itu ..." Ucap Javier menggantungkan kalimatnya).
("Orang tuaku meminta ke dokter untuk mengatakan kalau Aku sudah meninggal agar Aku tidak dicelakai oleh orang lain." Jawab Adira sambil memegangi kepalanya yang terasa pusing).
'Jangan sekarang pusingnya karena Aku ingin mengingat pria yang sekarang Aku tatap saat ini.' ucap Adira dalam hati.
("Maafkan Aku karena Aku telah membuatmu menderita." Ucap Javier dengan mata berkaca-kaca tanda dirinya menyesali perbuatannya).
("Kenapa Kamu tidak marah padaku? Aku sangat jahat padamu." Ucap Javier dengan wajah sendu).
("Aku ... Akhhhhhhhh.. Sakit...!" Teriak Adira).
Bruk
Tubuh Adira seperti tidak bertulang hingga tubuh Adira ambruk ke ranjang dan tidak sadarkan diri. Javier sangat terkejut mendengar teriakan Adira selanjutnya dirinya hanya melihat langit - langit kamar milik Adira.
"Adira! Kamu baik-baik saja?" Tanya Javier dengan perasaan kuatir.
Hening
__ADS_1
Hening
Javier mematikan sambungan komunikasi lalu mencari keberadaan Adira lewat GPS milik Adira. Setelah ketemu Javier turun dari ranjang kemudian berjalan ke arah lemari untuk mengganti pakaian karena saat ini dirinya memakai jubah handuk.
Selesai menggunakan pakaian Javier keluar dari kamarnya menuju ke arah garasi mobil sambil berharap Adira baik-baik saja.
Dua belas menit Javier sudah sampai di mansion milik Daddy Rico karena Javier mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi tanpa memperdulikan nyawanya.
Mobil Javier berhenti tepat di depan pintu gerbang kemudian Javier turun dari mobil untuk menemui penjaga mansion.
"Selamat malam Tuan, ada yang bisa Kami bantu?" Tanya salah satu penjaga.
"Saya ingin bertemu dengan Adira." Jawab Javier.
"Maaf Tuan, saya dengan Tuan siapa?" Tanya penjaga tersebut.
"Javier." Jawab Javier.
"Mohon tunggu sebentar, saya akan menghubungi Tuan Rico pemilik mansion ini." Ucap penjaga tersebut.
Javier hanya menganggukkan kepalanya dalam hatinya ingin sekali menabrak gerbang mansion atau memaksa penjaga mansion dengan menodongkan pistol tapi dirinya tidak mungkin melakukan hal itu karena pemilik mansion tersebut adalah Daddy Rico, Ayah dari Adira.
'Berarti Adira? Salah satu anak dari Tuan Rico dan Aku telah mencelakai putrinya. Apakah Aku diijinkan untuk bertemu?' Tanya Javier dalam hati dengan wajah pucat.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :
__ADS_1