
"Karena Mommy ingin orang-orang mengatakan kalau Kita kembar." Jawab Belia berbohong.
'Maaf Mommy terpaksa berbohong.' Sambung Belia dalam hati.
"Pffttttttt.." Tawa Angelina.
"Kenapa Kamu tertawa?" Tanya Belia.
"Habis Mommy lucu ingin Kita kembar dengan cara menggunakan topeng." Jawab Angelina.
"Boleh tidak?" Tanya Belia.
"Tentu saja boleh." Jawab Angelina.
Grep
"Terima kasih sayang." Ucap Belia sambil menggenggam tangan Angelina.
"Terima kasih untuk apa?" Tanya Angelina sambil membalas genggaman tangan Belia.
"Karena Kamu mau mengijinkan Mommy menggunakan topeng di mana wajah Kita sama." Jawab Belia.
"Tidak perlu berterima kasih Mom." Jawab Angelina.
Belia hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka saling terdiam dan sibuk dengan pikiran masing-masing.
Hingga tiga jam kemudian mereka sudah sampai di tempat tujuan di mana mobil tersebut berhenti di sebuah mansion.
Dua orang bodyguard membuka gerbang di mana sepasang suami istri tersebut berjalan ke arah mereka.
"Boleh Kami melihat dulu mansionnya?" Tanya Belia.
"Tentu saja boleh." Jawab sepasang suami istri tersebut bersamaan.
__ADS_1
Belia dan Angelina bersama sepasang suami istri masuk ke dalam masion untuk melihat masion di mana banyak barang yang masih baru tersusun dengan rapi.
"Semua Barang - barang milik Kami baru di pakai dua bulan karena itulah terlihat masih baru." Ucap istri pemilik mansion.
"Kenapa di jual?" Tanya Belia.
"Karena Kami ingin tinggal di luar negri menikmati masa tua Kami bersama anak, menantu dan cucu." Jawab istri pemilik mansion.
Belia hanya menganggukkan kepalanya sambil masih melihat - lihat hingga setengah jam lebih mereka duduk di ruang keluarga di mana sudah ada notaris.
"Bagaimana Nyonya? Apakah tertarik membeli mansion milik Kami?" Tanya istri pemilik mansion.
"Tentu saja Kami sangat tertarik, apakah tidak bisa dikurangi?" Tanya Belia.
Walau duit putrinya sangat banyak tapi Belia tetap seorang wanita pada umumnya di mana jiwa seorang wanita berharap bisa membeli dengan harga murah.
"Maaf Nyonya, Kami tidak bisa menguranginya karena Kami menjual dengan harga pas." Jawab istri pemilik mansion.
"Aku bayar pakai M-bangking." Ucap Belia sambil mengeluarkan ponselnya dari dalam tas mahalnya.
"Baik Nyonya." Jawab istri pemilik mansion.
Belia mengotak atik ponselnya sedangkan pemilik mansion menyebutkan nomer rekeningnya.
"Sudah ya." Ucap Belia sambil memperlihatkan ponselnya.
"Terima kasih Nyonya, semoga Nyonya dan putri Nyonya betah tinggal di mansion ini." Ucap istri pemilik mansion sambil menyerahkan kunci mansion.
"Amin." Jawab Belia.
"Maaf Nyonya, ini dokumennya silahkan di tandatangani." Ucap notaris.
Belia menandatangani dokumen mansion setelah selesai Belia menyerahkan kembali dokumen tersebut ke notaris.
__ADS_1
"Seminggu lagi dokumen ini sudah selesai dan mansion ini nantinya berubah kepemilikan atas nama Nyonya Belia." Ucap notaris menjelaskan.
Belia hanya menganggukan kepalanya kemudian mereka berpamitan meninggalkan mansion tersebut.
"Mommy." Panggil Angelina yang sejak tadi terdiam.
"Ya." Jawab Belia.
"Kok Aku curiga sama mereka ya Mom." Ucap Angelina.
"Mommy juga, Kamu ikuti mereka." Ucap Belia.
"Baik Mom." Jawab Angelina patuh.
Angelina berjalan mengikuti sepasang suami istri dan notaris hingga mereka berhenti tepat di depan mobil.
"Mereka sangat bod*h, percaya saja kalau harga mansion segitu." Ucap wanita tersebut.
"Apa yang dikatakan Mommy benar, Kita untung sangat besar. Kita membeli mansion ini dengan harga lima puluh miliar dan kita jual dengan harga seratus miliar." Ucap suaminya.
"Tuan dan Nyonya tidak melupakan Aku untuk mendapatkan fee?" Tanya notaris.
"Tentu saja." Jawab pria tersebut.
"Sekarang Kita mencari lagi mansion yang di jual sangat murah karena mansionnya berhantu seperti mansion ini." Ucap istrinya.
"Setuju, mansion dan rumah yang sangat mahal tapi di jual murah biasanya berhantu di tambah Kita buat pemiliknya bertambah ketakutan dan menjual sangat murah dengan mengatakan kalau Kita bisa melihat makhluk yang tidak kasat mata." ucap suaminya.
Prok Prok Prok
Angelina keluar dari persembunyian nya sambil bertepuk tangan membuat ke tiga orang tersebut sangat terkejut dengan kedatangannya tiba-tiba.
"Aku sudah menebak pasti tidak ada yang beres dan ternyata memang benar." Ucap Angelina sambil tersenyum sinis.
__ADS_1