
Di tempat yang berbeda lebih tepatnya di mansion milik Daddy Rico di mana Daddy Rico dan Mommy Karen sudah selesai melakukan hubungan suami istri.
"Daddy." Panggil Mommy Karen sambil menutupi tubuh polosnya dengan menggunakan selimut begitu pula dengan Daddy Rico.
"Iya Mom." Jawab Daddy Rico.
"Kok Mommy tiba-tiba kangen dengan anak kembar Kita dan juga ke dua sahabat Mommy." Ucap Mommy Karen.
"Kok tumben Mom?" Tanya Daddy Rico.
"Tidak tahu Dad, tiba-tiba Mommy kangen banget dengan mereka. Daddy bisakan hubungi mereka untuk datang ke mansion ini?" Tanya Mommy Karen.
"Baiklah." Jawab Daddy Rico singkat sambil turun dari ranjang untuk mengambil ponselnya.
Ting Ting Ting Ting
Tiba-tiba ponsel milik Daddy Rico dan Mommy Karen berdering empat kali tanda ada pesan masuk. Daddy Rico membuka isi pesan tersebut kemudian membacanya.
"Ada pesan dari grup keluarga." Ucap Daddy Rico.
"Isinya apa Dad?" Tanya Mommy Karen penasaran.
"Isinya sama : Mommy dan Daddy Kami dalam perjalanan menuju ke mansion karena Kami kangen sama Mommy dan Daddy." Ucap Daddy Rico membaca isi pesan WA.
"Kalau begitu Kita mandi dulu setelah itu baru Kita hubungi ke dua sahabat Kita untuk datang." Ucap Daddy Rico.
__ADS_1
"Mandiin." Ucap Mommy Karen dengan nada manja.
Daddy Alvaro hanya tersenyum kemudian menggendong tubuh polos istrinya lalu berjalan ke arah kamar mandi bersamaan ponsel milik Mommy Karen dan Daddy Rico berdering dua kali tanda ada dua pesan masuk.
Ting Ting
"Dad, ada pesan masuk." Ucap Mommy Karen.
"Nanti saja setelah Kita mandi." Jawab Daddy Rico.
Mommy Karen hanya menganggukkan kepalanya kemudian merekapun mandi bersama dan kembali melakukan hal yang enak-enak.
Hampir satu jam barulah mereka keluar dari kamar mandi dan memakai jubah handuk. Mereka berjalan ke arah lemari pakaian dan memakai pakaian santai.
Setelah selesai Daddy Rico mengambil ponselnya yang berada di meja dekat ranjang kemudian membaca isi pesan tersebut.
"Kalau begitu Kita keluar kamar menuju ke ruang keluarga." Ucap Mommy Karen.
Daddy Rico hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka keluar dari kamarnya menuju ke ruang keluarga.
Skip
Kini mereka berada di ruang keluarga dan tidak berapa lama datang ke empat anak kembar nya. Terdiri dari Rey, Ray, Adara dan Adira bersama pasangannya masing-masing beserta anak kembar mereka.
Mereka saling cipika cipiki hingga beberapa saat kemudian datang Marcel dan Ronald bersama pasangannya masing-masing beserta anak mereka.
__ADS_1
Mansion yang awalnya sepi kini ramai seperti pasar maklumlah Daddy Rico merupakan keluarga besar. Hingga tiba-tiba datang Daddy Raka dan Mommy Nicole beserta keluarga besar lainnya.
Mommy Karen dan Adira tersenyum bahagia melihat keluarga besarnya datang membuat ke dua wanita tersebut mengeluarkan air matanya.
Grep
Grep
"Kenapa Mommy menangis?" Tanya Daddy Rico dan Javier bersamaan dengan wajah kuatir sambil memeluk istri mereka masing-masing.
Sejak tadi Daddy Rico dan Javier selalu memandangi istrinya hingga mereka melihat wanita yang dicintainya mengeluarkan air matanya.
Ucapan Daddy Rico dan Javier membuat semua orang memperhatikan Mommy Karen dan Adira. Suasana yang ramai mendadak berubah sepi seperti kuburan.
"Apakah Kalian bertengkar?" Tanya Mommy Nicole.
"Rico dan Javier, apa Kalian menyakiti istri Kalian?" Tanya Daddy Raka secara bersamaan namun beda kalimat.
Mommy Nicole dan Daddy Raka menatap Daddy Rico, Javier, Mommy Karen dan Adira secara bergantian seakan ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi hingga membuat Mommy Karen dan Adira menangis.
"Aku tidak melakukan apa-apa kok." Jawab Daddy Raka dan Javier bersamaan.
"Lalu kenapa menantu kesayangan Kami Karen dan cucu kesayangan Kami Adira menangis?" Tanya Daddy Raka.
"Kami tidak bertengkar kok Dad." Jawab Mommy Karen.
__ADS_1
"Apa yang dikatakan Mommy benar Opa, Kami tidak bertengkar." Sambung Adira.
"Kalau tidak bertengkar lalu kenapa Kalian menangis?" Tanya Daddy Raka penasaran begitu pula dengan yang lainnya.