Ranjang Panas Sang CEO 5

Ranjang Panas Sang CEO 5
Daddy Janji


__ADS_3

Daddy Rico bersama sebagian keluarga besarnya datang dan melihat Javier menggendong Adira dengan tubuh berlumuran darah.


"Apa yang terjadi?" Tanya Daddy Rico sambil menatap ke arah putri bungsunya sambil menahan amarahnya karena putrinya terluka parah.


"Mommy, di siksa oleh wanita jahat itu Opa." Ucap Arsenio sambil menahan amarahnya.


"Opa, siksa wanita itu hingga wanita jahat itu mati dengan cara mengenaskan." Sambung Arsenio.


"Opa akan menghukumnya, di mana wanita itu?" Tanya Daddy Rico.


"Di bawa sama anak buah ku Dad." Jawab Javier yang sejak tadi diam.


Daddy Rico hanya menganggukan kepalanya kemudian mereka pergi meninggalkan tempat tersebut menuju ke rumah sakit.


Skip


Kini mereka berada di rumah sakit lebih tepatnya berada di ruang tunggu operasi di mana Adira ditangani oleh para dokter terbaik. Keluarga besar Daddy Raka datang sambil memberikan hiburan untuk ke lima anak kembar.


"Daddy, gendong." Pinta Arsenio dengan wajah sendu sekaligus menahan amarahnya.


Javier hanya menganggukan kepalanya kemudian menggendong Arsenio sambil mengusap punggung putranya.


"Daddy ... Huhuhuhuhu..." Tangis Arsenio pecah.

__ADS_1


"Sstttttt..." Ucap Javier sambil mengusap punggung Arsenio.


Keluarga besar Daddy Raka dan para sahabatnya yang mendengar tangisan Arsenio membuat mereka ikut menangis karena mereka tahu bagaimana Arsenio melihat dengan kepalanya sendiri bagaimana Adira di siksa oleh Bela.


"Huhuhuhuhu..." Tangis ke empat adik kembarnya bersamaan.


Melihat Kakaknya menangis membuat ke empat adik kembarnya ikut menangis membuat Rey menggendong ponakannya yang bernama Bagas. Adik kembarnya yang bernama Ray menggendong ponakannya yang bernama Cairo, Albert menggendong Draco dan Adrianus menggendong ponakannya yang bernama Edison.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Rey dan Ray merupakan anak dari pasangan Daddy Rico dengan Mommy Karen sedangkan Albert dan Adrianus anak dari pasangan Rani dengan dokter Adrian.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


"Nenek / Kakek Buyut gendong ya." Ucap Mommy Nicole dan Daddy Raka bersamaan dengan nada lembut.


"Atau sama Oma / Opa?" tanya Mommy Karen dan Daddy Rico bersamaan dengan nada ikut lembut.


"Maunya sama Daddy." Ucap Arsenio sambil masih menangis.


"Arsenio, Bagas, Cairo, Draco dan Edison." Panggil seorang gadis cantik tiba-tiba datang bersama seorang pria.


Deg

__ADS_1


Jantung Javier berdetak kencang ketika mendengar suara familiar membuat Javier memalingkan wajahnya ke arah samping dan melihat Adira berjalan ke arah ke lima anaknya membuat Javier bingung sekaligus menahan amarahnya dalam waktu bersamaan.


"Adira." Panggil Javier dengan wajah terkejut sambil masih menahan amarahnya sambil berdiri.


"Tante." Panggil ke empat anak kembar bersamaan namun panggilan Javier dan ke empat anak kembar nya berbeda.


"Anak-anak kok manggilnya Tante?" Tanya Javier dengan wajah bingung.


"Daddy, namanya Tante Adara Kakak kembar dari Mommy." Jawab Arsenio menjelaskan.


"Apa yang dikatakan Arsenio memang benar, Aku adalah Adara Kakak kembar nya." Ucap Adara sambil mengulurkan tangannya namun di tahan oleh suaminya yang bernama Kenzo.


"Wajah dan suara kenapa bisa sama?" Tanya Javier seakan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Adara dan ke empat anak kembarnya.


"Tentu saja, kan Kami kembar." Jawab Adara.


"Arsenio." Panggil Adara yang tidak tega mendengar tangisan pilu ponakannya terlebih Arsenio tidak menjawab panggilannya.


"Sayang, kok di panggil diam saja." Ucap Javier dengan nada lembut karena sejak tadi Arsenio memeluk dirinya dengan erat seakan takut Javier pergi.


"Arsenio takut Daddy pergi." Ucap Arsenio yang tidak ingin di tinggal oleh Javier.


"Daddy tidak akan pergi karena Daddy sangat menyayangi Arsenio dan juga Bagas, Cairo, Draco serta Edison." Ucap Javier.

__ADS_1


"Daddy janji tidak akan pergi?" Tanya Arsenio sambil masih memeluk leher Javier dengan menggunakan ke dua tangannya dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Javier.


__ADS_2