
Bruk
Grep
"Sayang, maafkan Mommy." Ucap Belia sambil berlutut kemudian memeluk tubuh Angelina yang bergetar karena untuk pertama kalinya dirinya membunuh seseorang terlebih orang tersebut adalah Ayah kandungnya.
'Maafkan Mommy karena Mommy tidak tahan dengan pria yang tidak punya hati itu.' Sambung Belia sambil menatap ke arah jasad Tuan Vincent.
"Hiks ... Hiks ... Hiks ... Mommy... Angelina sangat jahat karena telah membunuh Daddy." Ucap Angelina sambil membalas pelukannya dan menangis menyesali perbuatannya.
"Kamu tidak jahat Sayang, justru yang jahat pria itu karena telah menculik Mommy dan menjadikan Mommy menjadi penghangat ranjangnya bahkan sering menghukum Mommy jika Mommy melakukan kesalahan." Ucap Belia.
"Hukuman? Hukuman apa Mom?" Tanya Angelina sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan Belia.
"Mommy sering di pukul jika Mommy tidak menuruti semua keinginan pria itu tanpa banyak protes." Jawab Belia dengan mata berkaca-kaca.
"Selain di pukul apalagi Mom?" Tanya Angelina sambil menahan amarahnya terhadap Ayah kandungnya.
"Mommy di cambuk." Jawab Belia.
"Di cambuk? Mommy tidak bercanda kan?" Tanya Angelina dengan wajah sangat terkejut.
"Mommy tidak bercanda." Jawab Belia sambil berdiri kemudian membuka pakaiannya.
"Lihatlah bekas cambukan di punggung Mommy." Ucap Belia.
Angelina menutup mulutnya dengan menggunakan ke dua tangannya dan matanya berkaca-kaca.
Grep
"Mommy, kenapa tidak pernah cerita sama Angelina?" Tanya Angelina merasa bersalah karena tidak bisa melindungi Belia sambil memeluk Belia.
"Mommy tidak ingin Kamu sedih karena itulah semua penderitaan Mommy biar Mommy tanggung sendiri." Ucap Belia sambil membalas pelukan putri semata wayangnya.
__ADS_1
"Lain kali, apapun jangan di simpan dalam hati karena Angelina tidak ingin Mommy bersedih lagi." Ucap Angelina.
Belia hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka melepaskan pelukannya.
"Sekarang bagaimana dengan mayat mereka, Mom?" Tanya Angelina.
"Lebih baik kita pura-pura tidak tahu dan berikan pistol itu ke tangan wanita itu agar anak buah Daddy mengira kalau wanita itu menembak Daddy." Jawab Belia sambil mengambil pistol dari tangan Belia kemudian menghapus sidik jarinya dengan menggunakan pakaian yang dikenakan.
Setelah selesai Belia meletakkan pistolnya ke tangan wanita tersebut hingga beberapa saat Belia dan Angelina keluar dari ruang perpustakaan.
"Setengah jam lagi anak buahnya akan mengetuk pintu jadi secepatnya Kita pergi dari sini kemudian menghapus rekaman cctv agar Kita tidak ketahuan." Ucap Belia.
"Kok Mommy tahu?" Tanya Angelina.
"Karena waktu Mommy ingin masuk ke perpustakaan ini datang anak buahnya dan melarang Mommy masuk hingga besoknya Mommy mencobanya di jam yang sama ternyata sama juga." Jawab Belia.
Belia hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka pergi ke arah tangga menuju ke lantai tiga.
"Sudah selesai sekarang Kita tunggu apa yang dilakukan anak buah Daddy ketika masuk ke dalam ruang perpustakaan." Ucap Angelina.
Belia hanya menatap ke arah layar laptop hingga beberapa saat kemudian mereka melihat salah satu anak buah Tuan Vincent mengetuk pintu sesuai apa yang dikatakan oleh Belia.
Karena tidak mendapatkan jawaban anak buah tersebut masuk ke dalam dan berjalan ke arah ruangan pribadi hingga dirinya melihat Tuan Vincent tergeletak di lantai bersama wanita tersebut.
Anak buah Tuan Vincent langsung membalikkan badannya dan berjalan ke arah keluar dari ruangan perpustakaan.
"Mommy." Panggil Angelina sambil mengotak atik laptopnya.
"Ya." Jawab Belia singkat.
"Bagaimana kalau seandainya mereka tahu yang membunuh Daddy adalah Aku?" Tanya Angelina.
"Tidak mungkin mereka tahu." Jawab Belia.
__ADS_1
"Bagaimana Mommy merasa yakin?" Tanya Angelina sambil menatap ke arah Belia.
"Karena Kamu sudah menghapus rekaman cctv jadi bagaimana mungkin mereka tahu." Jawab Belia.
"Setelah ini apa yang akan Kita lakukan Mom?" Tanya Angelina.
"Kamu adalah putri tunggal dan otomatis semua hartanya akan menjadi milikmu. Kita jual semua aset berharganya kemudian Kita pergi dari sini dan memulai dari awal." Jawab Belia.
'Aku tidak mungkin mengatakan ke Angelina untuk menjalankan misi ke dua karena Aku ingin mengatakannya selangkah demi selangkah.' Sambung Belia.
Misi pertama sudah terlaksana yaitu membunuh Tuan Vincent dan misi ke dua adalah mencelakai Mommy Karen. Belia tidak mungkin mengatakannya secara langsung karena sudah dipastikan Angelina menolaknya terlebih saat ini Angelina sedang sedih dan merasa bersalah karena telah membunuh Ayah kandungnya.
Skip
Kini Belia, Angelina bersama anak buah Vincent berkumpul di ruang keluarga di mana Tuan Vincent berbaring.
Belia dan Angelina menangis sambil memeluk tubuh kaku namun tangisan mereka berbeda. Belia menangis bahagia karena akhirnya Tuan Vincent meninggal di bunuh oleh putri kandungnya sedangkan Angelina menangis karena di satu sisi dirinya merasa bersalah karena telah menembak Ayah kandungnya namun di sisi lain dirinya tidak mempunyai pilihan lain.
Seminggu Kemudian
Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya, sesuai apa yang dikatakan oleh Belia kalau semua aset berharga milik Tuan Vincent jatuh ke tangan Angelina sedangkan Belia tidak mendapatkan sepeserpun.
'Cihhhhh... Selama bertahun-tahun Kami bersama tidak ada sepeserpun harta untukku. Untung saja semua hartanya diberikan ke putriku kalau tidak Aku akan membunuh siapa saja orang yang menerima harta warisan.' Ucap Belia dalam hati.
Sesuai permintaan Belia semua harta di jual dan mereka berdua pindah ke luar kota untuk memulai hidup baru sedangkan para anak buah Tuan Vincent dibubarkan dan diberikan pesangon oleh Angelina.
"Angelina." Panggil Belia sambil mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.
"Ada apa Mom?" Tanya Angelina sambil menatap Belia.
"Waktu itu Mommy belajar cara membuat topeng dari kulit jadi Mommy ada rencana mau mengubah wajah Mommy dengan menggunakan topeng yang mirip denganmu." Jawab Belia.
"Kenapa harus mirip dengan ku, Mom?" Tanya Angelina dengan wajah bingung.
__ADS_1