Ranjang Panas Sang CEO 5

Ranjang Panas Sang CEO 5
Mommy Karen Kecelakaan


__ADS_3

Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya Mommy Karen terbangun jam sepuluh pagi kemudian turun dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membasuh wajahnya.


Setelah selesai Mommy Karen keluar dari kamar mandi kemudian keluar dari kamarnya menuju ke arah dapur untuk membuatkan makan siang suaminya.


Skip


Kini Mommy Karen sudah selesai memasak dan sudah selesai mandi. Mommy Karen memakai dress selutut kemudian pergi meninggalkan mansion sambil membawa dua kotak makan untuk suaminya dan juga untuk dirinya.


"Paman, antar Aku ke perusahaan suamiku." Ucap Mommy Karen ketika duduk di kursi belakang.


"Baik Nyonya Besar." Jawab bodyguard yang merangkap sebagai sopir sambil mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.


Mommy Karen menatap ke arah jalan raya sambil menikmati lalu lalang kendaraan hingga dirinya melihat seorang nenek tua ingin menyebrang tapi takut ketabrak kendaraan membuat Mommy Karen tidak tega.


"Paman, tolong hentikan mobilnya." pinta Mommy Karen.


"Baik Nyonya Besar." Jawab sopir tersebut dengan patuh sambil mengerem mobilnya.


Setelah mobil berhenti Mommy Karen keluar dari mobil membuat salah satu bodyguard milik suaminya ikut keluar dari mobil.


"Maaf Nyonya Besar, Nyonya Besar mau kemana?" Tanya bodyguard tersebut.


"Aku ingin membantu nenek itu menyebrang." Jawab Mommy Karen.


"Biar saya saja Nyonya Besar, lebih baik Nyonya Besar masuk ke dalam mobil." Ucap bodyguard tersebut.


"Tidak apa-apa, lebih baik Aku saja." Jawab Mommy Karen.


"Tapi Nyonya Besar, Saya takut nanti Tuan Besar marah sama Sa ..." Ucapan bodyguard tersebut terpotong oleh Mommy Karen.


"Paman jangan kuatir, Aku yang akan menanggungnya." Ucap Mommy Karen sambil berjalan.


Bodyguard itupun langsung terdiam namun mengikuti langkah Mommy Karen.


"Nenek mau nyebrang?" Tanya Mommy Karen.


"Iya Cu, Nenek mau nyebrang." Jawab Nenek tersebut dengan tubuh bungkuk.


"Nenek, biar Aku saja yang mengantar Nenek menyebrang." Ucap Mommy Karen.


"Terima kasih Cu." Jawab Nenek tersebut.


"Sesama manusia harus saling membantu." Ucap Mommy Karen.


Nenek tersebut hanya tersenyum kemudian Mommy Karen membantu Nenek tersebut untuk menyebrang. Namun baru beberapa langkah tepatnya di pertengahan jalan tiba-tiba sebuah mobil hitam dengan kecepatan tinggi melaju ke arah Mommy Karen dan Nenek tersebut.


"Nyonya Besar awas!" Teriak ke dua bodyguard bersamaan sambil berjalan ke arah Mommy Karen.


Bruk


Mommy Karen yang melihat dirinya dan Nenek Tua dalam bahaya membuat Mommy Karen terpaksa mendorong Nenek tersebut ke arah dua bodyguard milik suaminya.


"Tangkap dan selamatkan Nenek ini." Pinta Mommy Karen.


"Baik Nyonya Besar." Jawab ke dua bodyguard tersebut bersamaan.


Salah satu bodyguard menahan Nenek tersebut sedangkan satunya berlari ke arah Mommy Karen.


Brak


Brak


"Akhhhhhhhhhhhhhh..." Teriak Mommy Karen dan bodyguard bersamaan.


Bruk


Bruk


Mobil hitam itupun menabrak tubuh Mommy Karen dan bodyguard membuat mereka berteriak kesakitan dan tubuh mereka berdua terpental dan langsung tidak sadarkan diri. Sedangkan mobil hitam tersebut langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar dirinya tidak di kejar oleh massa.


"Nyonya Besar!" Teriak bodyguard tersebut sambil melepaskan pelukannya.


Bodyguard yang tidak ingin Nenek tersebut terjatuh membuat bodyguard tersebut menahan tubuh Nenek tersebut dengan cara memeluknya.


Bodyguard yang melihat Mommy Karen dan rekan kerjanya terluka langsung berlari dan entah dari mana datangnya para bodyguard milik Daddy Rico datang kemudian membawa Mommy Karen dan rekan kerjanya ke rumah sakit sedangkan sebagian mobil lainnya mengejar mobil hitam yang tadi menabrak Mommy Karen dan bodyguard milik Daddy Rico.

__ADS_1


xxxxxxxxxx


Di tempat yang berbeda lebih tepatnya di perusahaan milik Adira di mana Daddy Rico mengecek satu persatu dokumen yang menumpuk di meja hingga beberapa saat kemudian Daddy Rico mengambil cangkir yang berisi kopi.


Prang


Deg


Deg


Tiba-tiba cangkir tersebut terlepas dari genggaman Daddy Rico hingga jatuh ke lantai dan pecah berkeping-keping. Entah kenapa jantungnya berdetak kencang dan tiba-tiba teringat dengan istrinya.


"Kenapa perasaanku tidak enak ya?" Tanya Daddy Rico.


Tiba-tiba ponselnya berdering membuat Daddy Rico mengambil ponselnya dari saku jasnya dan melihat anak buahnya menghubungi dirinya.


"Tumben anak buah ku telepon? Ada apa ya?" Tanya Daddy Rico sambil menggeser tombol berwarna hijau.


("Hallo." Panggil Daddy Rico).


("Hallo Tuan Besar, maafkan Kami Tuan Besar." Ucap anak buahnya dengan nada ketakutan).


("Ada apa?" Tanya Daddy Rico dengan perasaan tidak enak).


("Maaf Tuan Besar, Kami sangat lalai dalam menjaga Nyonya Besar." Jawab bodyguard tersebut).


("Jangan basa basi, ada apa?" Tanya Daddy Rico dengan suara bergetar).


("Maaf Tuan, Nyonya Besar di tabrak dan sekarang di bawa ke rumah sakit." Jawab Bodyguard tersebut dengan nada masih ketakutan yang teramat sangat).


("Apa? Bagaimana bisa? Kalian bagaimana sih? Aku membayar Kalian sangat mahal untuk melindungi Istriku tapi kenapa pekerjaan ini tidak bisa?" Tanya Daddy Rico dengan nada satu oktaf).


Sambil berbicara Daddy Rico keluar dari ruangannya dan berjalan ke arah lift.


("Maafkan Kami Tuan, kejadian ini terlalu cepat dan rekan Kami juga ke tabrak untuk melindungi Nyonya Besar." Jawab bodyguard tersebut).


Tut Tut Tut Tut


Tanpa menjawab Daddy Rico memutuskan sambungan komunikasi kemudian menghubungi dua putra kembarnya dan dua menantunya lewat panggilan video call untuk datang ke rumah sakit.


Setelah selesai Daddy Rico menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku jas nya kemudian menekan tombol lift khusus CEO.


Ting


Pintu lift terbuka kemudian Daddy Rico masuk ke dalam kotak persegi empat kemudian menekan tombol lantai dasar.


Ting


Pintu lift terbuka, Daddy Rico keluar dari kotak persegi empat tersebut dan berjalan ke arah lobby di mana para karyawan dan karyawatinya menyapa Daddy Rico.


Daddy Rico hanya terdiam sambil menahan amarah nya membuat para karyawan dan karyawatinya tidak berani bertanya.


Salah satu bodyguard membuka pintu belakang pengemudi kemudian Daddy Rico masuk ke dalam mobil. Bodyguard yang merangkap sebagai sopir mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi menuju ke arah rumah sakit milik keluarganya.


'Oh ya Aku akan menghubungi putriku Adira untuk meretas cctv agar bisa tahu siapa yang melakukannya.' Ucap Daddy Rico sambil masih menahan amarahnya.


Daddy Rico mengambil ponselnya kemudian menghubungi putrinya untuk meretas cctv. Setelah selesai Daddy Rico menyimpan kembali ponselnya di dalam saku jasnya.


'Akan Aku siksa orang itu hingga meminta untuk di bunuh karena telah berani menyakiti istriku yang sangat Aku cintai.' Ucap Daddy Rico dalam hati sambil mengusap wajah dengan kasar.


Kini Daddy Rico sudah sampai di rumah sakit dan melihat para anak buahnya sedang berjaga dengan wajah sangat ketakutan karena mereka tahu sifat Daddy Rico.


"Aku membayar Kalian sangat mahal tapi kenapa tidak bisa menjaga istriku?" Tanya Daddy Rico dengan nada satu oktaf.


"Maafkan Kami Tuan." Ucap mereka bersamaan sambil menundukkan wajahnya.


"Tidak ada maaf untuk Kalian." Ucap Daddy Rico sambil mengeluarkan pistolnya.


Tiba-tiba terdengar suara sangat familiar di telinga mereka di mana ke empat anak kembarnya siapa lagi kalau bukan Rey, Ray, Adara dan Adira bersama pasangan mereka masing-masing.


"Daddy." Panggil ke empat anak kembarnya bersamaan.


Grep


"Daddy, mereka tidak bersalah karena mereka sudah berusaha menolong dan melindungi Mommy." Sambung Adira sambil menahan tangan Daddy Rico agar tidak menembak anak buahnya.

__ADS_1


"Tapi mereka sudah lalai menjaga Mommy Kalian hingga Mommy masuk ke rumah sakit." Ucap Daddy Rico.


"Daddy, mereka sudah berusaha tapi Kita tidak bisa melawan takdir karena yang terpenting sekarang adalah Kita mendoakan Mommy agar Mommy dan anak buah Daddy baik-baik saja." Ucap Adira dengan nada lembut sambil mengusap punggung Daddy Rico.


Daddy Rico menghembuskan nafasnya dengan perlahan untuk menghilangkan emosinya setelah mulai tenang, Daddy Rico menatap ke arah Adira.


"Apakah Kamu sudah tahu siapa yang melakukannya?" Tanya Daddy Rico.


"Sudah Dad dan sekarang putra Kami sekaligus Cucu Daddy, Arsenio, Bagas, Cairo, Draco dan Edison pergi untuk menangkap wanita itu." Jawab Adira.


"Orang yang menabrak Mommy seorang wanita?" Tanya Daddy Rico dengan wajah sangat terkejut.


"Betul Dad dan sekarang ke lima anak kembar Kami akan menangkapnya." Jawab Adira.


"Bagus, jika sudah ditangkap Daddy akan menghukum wanita itu." ucap Daddy Rico.


"Iya Dad." Jawab Adira yang setuju dengan ucapan Daddy Rico.


Setelah itu mereka terdiam beberapa saat dan sibuk dengan pikiran masing-masing sedangkan para anak buah Daddy Rico menghembuskan nafasnya dengan perlahan karena mereka diselamatkan oleh Adira.


Hal itu membuat mereka akan selalu setia dan berusaha untuk lebih melindungi dan menjaga keluarga besar Daddy Raka.


xxxxxxxxxx


Di tempat yang berbeda lebih tepatnya di mansion milik Angelina terjadi sesuatu.


"Angelina tolong Mommy," pinta Belia ketika mereka berada di mansion milik Angelina.


"Minta tolong apa Mom?" tanya Angelina penasaran melihat wajah Belia yang mirip dengan dirinya seperti foto copy.


"Mommy tidak sengaja menabrak seorang wanita dan sebentar lagi keluarganya akan datang kesini," ucap Angelina dengan wajah pura-pura ketakutan sambil melepaskan topengnya.


"Lalu apa yang harus Angelina lakukan?" Tanya Angelina dengan wajah bingung.


"Mommy ingin Kamu mengaku kalau Kamu menabraknya." Ucap Belia tanpa punya perasaan.


"Apa? Kenapa Mommy menjadikan Aku sebagai kambing hitam?" Tanya Angelina dengan nada kesal.


Bruk


"Hiks .... Hiks... Hiks ... Angelina, Mommy mohon agar dirimu mau menolong Mommy karena wanita yang Mommy tabrak adalah dari keluarga besar dan terkaya di negara ini dan terkenal dengan kekejamannya," ucap Belia sambil terisak dan berlutut dihadapan putri kandungnya.


'Mommy terpaksa melakukan ini karena Mommy tidak ingin mati sekarang dan Aku sangat yakin jika mereka melihat putriku yang cantik ini pasti tidak tega menghukumnya.' Ucap Belia dalam hati.


'Aku sama sekali tidak menyangka kalau mereka bisa dengan cepat menemukanku padahal Aku mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.' Sambung Belia dalam hati.


"Maksud Mommy, Mommy menginginkan Angelina ma ti di tangan mereka yang terkenal dengan kekejamannya?" tanya Angelina sambil menarik Belia agar berdiri karena bagaimanapun dirinya tidak mungkin membiarkan Belia berlutut karena Belia adalah Ibu kandungnya.


"Kamukan sangat pintar jadi pasti bisa terhindar dari hukuman ma ti," ucap Angelina dengan nada santai tanpa memperdulikan keselamatan putri kandungnya asalkan dirinya selamat.


"Apalagi wanita itu ngapain juga pakai mendadak nyebrang jadi ke tabrak deh," sambung Belia.


'Padahal Aku sengaja menabraknya.' Sambung Belia dalam hati.


"Sepertinya Mommy tidak merasa bersalah?" tanya Angelina sambil menatap ke arah Belia.


"Tidak Sayang, Mommy sangat bersalah jadi Mommy mohon agar Kamu mau menolong Mommy dari kekejaman mere ..." ucapan Belia terpotong oleh suara bel pintu membuat tubuh Belia pura-pura gemetaran.


"Pasti mereka yang ingin memberikan Mommy hukuman. Mommy mohon sama Kamu Angelina tolong Mommy karena Mommy sudah tua dan tidak sanggup menerima hukuman kejam mereka," mohon Belia sambil mengeluarkan air mata buayanya.


Angelina menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil memejamkan matanya karena dirinya tidak tega melihat Belia ketakutan. Di sisi satunya dirinya tidak tega jika Mommynya di tangkap namun di sisi satunya ketika mendengar kalau keluarga mereka terkenal dengan kekejamannya membuat dirinya bimbang.


"Baiklah Mom. Aku akan menolong Mommy tapi Aku minta jangan di ulangi lagi dan sekarang Mommy bersembunyi lah di kamar Mommy," ucap Angelina akhirnya.


'Aku tidak mungkin melawan mereka karena bagaimana pun Mommy bersalah dan Aku akan menerima semua hukuman mereka walau sebenarnya Aku tidak bersalah.' Ucap Angelina dalam hati.


Grep


Cup


"Terima kasih Angelina, memang Kamu yang terbaik dan berbakti sama orang tua." puji Belia sambil memeluk tubuh Angelina kemudian mengecup keningnya.


Angelina membalas pelukan Belia dan seperti biasa tanpa sepengetahuan Angelina kalau Belia tersenyum devil sambil masih mengeluarkan air mata palsunya.


'Maafkan Mommy yang terpaksa mengorbankan dirimu karena Mommy masih ingin hidup.' ucap Belia dalam hati sambil tersenyum jahat.

__ADS_1


Setelah beberapa saat Belia dan Angelina melepaskan pelukannya kemudian Angelina berjalan ke arah tangga menuju ke pintu utama sedangkan Belia bersembunyi di kamarnya.


Angelina menuruni anak tangga satu demi satu dengan langkah cepat karena sejak tadi suara bel tidak berhenti berbunyi hingga tidak berapa lama pintu utama di dobrak secara paksa membuat Angelina diam membatu.


__ADS_2