Ranjang Panas Sang CEO 5

Ranjang Panas Sang CEO 5
Dasar


__ADS_3

"Dua gunung kembar kalau Aku sentuh rasanya seperti apa ya? Mumpung sepi Aku akan memegangnya." Ucap Arsenio.


Arsenio dengan ragu mengarahkan bibirnya ke bibir Angelina kemudian mencium bibirnya lebih tepat me x lu x mat x nya. Arsenio yang sejak tadi penasaran mengarahkan tangan kanannya untuk masuk ke dalam selimut untuk memegang salah satu gunung milik Angelina namun ...


"Aduh sakit..." Ucap Arsenio sambil menarik tangan kanannya kemudian memegangi telinganya bersamaan melepaskan ciumannya.


"Arsenio." Panggil Mommy Adira dengan nada kesal sambil masih menjewer telinga putra sulungnya sambil mengingat beberapa menit yang lalu.


xxxxxxx Flash Back On xxxxxxx


Mommy Adira dan Adara memapah Dewi Arumi hingga di depan pintu suaminya Dewi Arumi yang bernama Alex sudah menunggunya dan langsung menggendongnya untuk di bawa ke ruang perawatan.


"Kak Adara, Aku mau masuk ke dalam mau lihat kondisi Angelina." Ucap Mommy Adira.


"Ok."Jawab Adara.


Mommy Adira membalikkan badannya kemudian membuka pintu ruang operasi dengan perlahan. Mommy Adira menggelengkan kepalanya ketika melihat putra sulungnya mencium bibir Angelina untuk memasukkan obatnya ke dalam mulut Angelina.


Mommy Adira berjalan dengan perlahan hingga dirinya mendengar apa yang dikatakan oleh putranya. Ketika Arsenio mencium bibir Angelina di tambah ingin menyentuh salah satu gunung kembar milik Angelina membuat Mommy Adira menjewer telinga putra sulungnya.

__ADS_1


xxxxxxx Flash Back Off xxxxxxx


"Mommy, sakit." Ucap Arsenio dengan nada merengek seperti anak kecil.


"Kamu itu sudah tahu Angelina tidak sadarkan diri tapi Kamu mencari kesempatan dalam kesempitan." Ucap Mommy Adira sambil melepaskan tangannya yang menjewer telinga Arsenio.


"Maaf Mom." Ucap Arsenio sambil menundukkan kepalanya karena melihat Mommy Adira mendelikkan matanya.


"Kamu tidak ingat dengan perkataanmu kalau Kamu tidak akan menyentuh Angelina karena Angelina bekas di sentuh orang lain tapi kenapa Kamu menyentuhnya?" Tanya Mommy Adira dengan nada kesal.


"Arsenio ..." Ucap Arsenio menggantungkan kalimatnya.


"Benar Mom." Jawab Arsenio jujur.


"Euggghhhh...." Tiba - tiba Angelina melenguh.


Hal itu membuat Mommy Adira dan Arsenio langsung diam membatu setelah beberapa saat mereka menatap ke arah Angelina yang perlahan membuka matanya.


"Aku di mana?" Tanya Angelina yang merasakan kepalanya masih terasa pusing.

__ADS_1


Angelina memijat kepalanya untuk mengurangi rasa pusing sambil menatap sekeliling ruangan hingga dirinya melihat Mommy Adira dan Arsenio yang sedang menatap dirinya.


Grep


"Kamu ada di rumah sakit dan berada di ruang operasi. Mommy akan panggil dokter untuk memeriksa keadaanmu." ucap Mommy Adira sambil menarik tangan Arsenio.


Mommy Adira dan Arsenio membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan Angelina sendirian.


Hal itu tentu saja membuat Angelina tersenyum hambar hingga Angelina membuka selimutnya dan matanya membulat sempurna.


"Kenapa Aku tidak memakai pakaian? Tidak mungkin kalau Kami melakukan hubungan suami istri karena Kami berada di rumah sakit apalagi punyaku tidak terasa perih." Ucap Angelina sambil berusaha berpikir.


"Aku hanya ingat Aku batuk mengeluarkan darah dan mendengar suara-suara yang tidak begitu jelas dan akhirnya Aku tidak sadarkan diri." Ucap Angelina.


Ceklek


Tiba-tiba pintu ruang operasi di buka datang beberapa dokter dan beberapa perawat dan berjalan ke arah Angelina. Salah satu dokter tersebut mulai memeriksa keadaan Angelina sambil membisikkan sesuatu.


'Dasar anak bod*h.' bisik dokter tersebut dengan suara berbisik.

__ADS_1


__ADS_2