
"Angelina." Panggil perawat tersebut.
"Mommy." Panggil Angelina dengan wajah terkejut karena wajahnya berbeda.
"Benar Aku adalah Mommy mu." Jawab suster tersebut yang ternyata Belia Ibunya Angelina.
"Kenapa Mommy menyamar menjadi perawat?" Tanya Angelina dengan wajah bingung.
Plak
Plak
Tanpa menjawab Belia menampar Angelina untuk pertama kalinya hingga ke dua sudut bibirnya mengeluarkan darah segar membuat Angelina sangat terkejut sambil memegangi ke dua pipinya yang terasa perih.
"Mommy kenapa menampar wajahku?" Tanya Angelina dengan mata berkaca-kaca.
"Dasar anak bod*h! Kenapa Kamu menjadikan tubuhmu sebagai tameng pria itu? Hah!" Bentak Belia untuk pertama kalinya.
"Jadi Mommy yang menyuruh seseorang untuk menembak Tuan Arsenio?" Tanya Angelina dengan wajah terkejut.
"Memang benar Mommy yang menyuruh seseorang untuk menembak pria itu tapi dengan bodohnya menjadikan tubuhmu sebagai tamengnya." Ucap Belia.
"Kenapa Mommy ingin menembak Tuan Arsenio? Apa jangan-jangan Mommy sengaja menabrak Omanya Tuan Arsenio?" Tanya Angelina.
__ADS_1
"Memang benar Mommy yang sengaja menabrak wanita tua itu dan kenapa Mommy melakukan itu? Itu dikarenakan mereka telah membuat Kakak kesayangan Mommy mati du bunuh oleh mereka." Jawab Belia sambil menahan amarahnya terhadap keluarga besar Daddy Raka.
Angelina sangat terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Belia membuat Angelina menutup mulutnya dengan menggunakan ke dua tangannya.
"Ada yang datang." Ucap pria yang menyamar sebagai dokter sambil menekan benda yang menempel di telinganya.
"Mommy minta berikan racun ini ke dalam minuman pria itu." Ucap Belia sambil meletakkan botol yang berisi racun di sisi ranjang Angelina.
"Lakukan perintah Mommy jika tidak Mommy tidak akan segan-segan menghukum dirimu." Sambung Belia sambil membalikkan badannya.
"Apakah Mommy yang menyamar sebagai diriku dan melakukan hubungan suami istri bersama dua pria?" Tanya Angelina memastikan.
"Tepat sekali, jadi jangan coba-coba tidak menuruti permintaan Mommy kalau tidak Mommy akan membuatmu malu dan di hukum oleh pria itu." Jawab Belia sambil berjalan.
"Kenapa Mommy sangat jahat padaku? Apa salahku Mom?" Tanya Angelina dengan mata berkaca-kaca.
Angelina sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Belia membuat Angelina menangis. Hatinya sangat terluka namun tidak berdarah, dirinya sangat tulus menyayangi Ibunya namun Ibunya sangat membenci dirinya.
"Maaf Mom, aku tidak akan menuruti permintaan Mommy karena Aku tidak mau menjadi seorang pembunuh. Sudah cukup Aku membunuh Daddy dan Aku tidak perduli apa yang Mommy lakukan padaku." Ucap Angelina sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
"Jika Kak Arsenio menyiksaku maka Aku akan bertahan sampai Omanya Kak Arsenio sadar dari komanya barulah Aku akan pergi dari kehidupan Kak Arsenio dan juga Mommy di mana tidak ada orang yang mengenal diriku." Ucap Angelina.
Kesedihan Angelina yang teramat sangat membuat Angelina ingin pergi dan melupakan apa yang telah terjadi. Melupakan Ibu kandungnya dan juga melupakan Arsenio serta keluarga besar Arsenio dengan memulai hidup baru.
__ADS_1
Ceklek
Tiba-tiba pintu ruang perawatan terbuka membuat Angelina menatap ke arah pintu dan melihat Arsenio bersama ke empat adik kembarnya.
Arsenio, Bagas, Cairo, Draco dan Edison menatap Angelina membuat Angelina memaksakan dirinya untuk tersenyum namun dalam hatinya sangat terluka karena ucapan Belia sangat menyakiti dirinya.
"Kenapa menangis?" tanya Arsenio karena tanpa sepengetahuan Angelina kalau Arsenio melihat sekilas Angelina menghapus air matanya.
"Aku tidak menangis, hanya kelilipan debu," jawab Angelina berbohong.
"Kenapa kamu menjadikan tubuhmu tameng? Apa kamu pikir aku menjadi tersentuh dan mengampuni mu?" tanya Arsenio yang berlawanan dengan kata hatinya.
Angelina hanya terdiam sambil memalingkan wajahnya ke arah samping membuat Arsenio menjadi kesal dan menatap Angelina antara benci dan merasa bersalah secara bersamaan terlebih dengan perkataan tajamnya yang keluar dari mulutnya.
"Gara - gara kamu terluka membuatku mengeluarkan uang banyak," sindir Arsenio.
Grep
Angelina lagi - lagi diam namun tangan kanannya kembali menyentuh selang infus dan bersiap menarik selang infusnya namun tangannya di tahan oleh Arsenio.
"Apa yang kamu lakukan hah!!" bentak Arsenio sambil menatap tajam ke arah Angelina.
"Bukankah Tuan Muda barusan mengatakan gara - gara aku terluka, Tuan Muda mengeluarkan uang banyak? Jadi aku ingin keluar dari rumah sakit ini agar Tuan Muda tidak terlalu banyak mengeluarkan uang untuk gadis jahat sepertiku," jawab Angelina sambil menarik tangannya yang di genggam oleh Arsenio namun genggaman Arsenio terlalu kuat.
__ADS_1
"Jika kamu keluar dari rumah sakit dengan keadaan terluka seperti ini pasti orang yang berada di rumah sakit ini mengira aku sangat jahat dan tidak mempunyai perasaan," ucap Arsenio dengan nada dingin sambil melepaskan tangannya yang menggenggam tangan Angelina.
"Jadi sekarang apa maunya tuan Arsenio?" tanya Angelina yang malas berdebat.