Ranjang Panas Sang CEO 5

Ranjang Panas Sang CEO 5
Dipindahkan


__ADS_3

"Bisa Mom." Jawab Angelina sambil perlahan turun dari ranjang.


Grep


Namun sebelum menyentuh lantai tubuh Angelina seperti tidak bertulang membuat Angelina nyaris terjatuh jika saja Arsenio tidak memeluknya.


Deg


Deg


Jantung Arsenio dan Angelina berdetak kencang namun berusaha untuk di tepisnya kemudian Arsenio menggendong tubuh Angelina membuat Angelina mengalungkan ke dua tangannya sambil menetralkan jantungnya yang berdetak kencang begitu pula dengan Arsenio.


"Tuan, turunkan saya." Pinta Angelina.


"Aku akan turunkan jika sudah sampai mobil." Jawab Arsenio sambil melangkahkan kakinya keluar menuju ke arah pintu perawatan diikuti oleh Mommy Adira.


"Tapi ..." Ucapan Angelina terputus ketika mendapatkan tatapan tajam membuat Angelina menyembunyikan wajahnya ke dada bidang Arsenio.


'Aku tidak pernah menyesal akan apa yang dilakukan Mommy terhadapku hingga membuat tubuhku lemah seperti tidak bertulang asalkan Aku mendapatkan setitik kebahagiaan walau hanya sebentar.' Ucap Angelina dalam hati.


'Aku akan menahan rasa sakit pada tubuhku asalkan Tuan Arsenio dan keluarganya tidak terluka walau nyawaku menjadi taruhanku.' Sambung Angelina dalam hati.


"Mommy mau kemana?" Tanya Daddy Javier yang tiba-tiba keluar dari ruangan ICU.


"Mau pulang antar Angelina ke apartemen milik Mommy." Jawab Mommy Adira sambil menghentikan langkahnya begitu pula dengan Arsenio.

__ADS_1


"Kenapa Angelina di gendong?" Tanya Javier sambil menatap ke arah Arsenio.


"Tubuh Angelina melemah seperti tidak bertulang karena itulah Aku menggendongnya." Jawab Arsenio.


"Kenapa tidak di rawat di rumah sakit?" Tanya Daddy Javier dengan wajah bingung.


"Lebih baik di rawat di apartemen saja Dad." Jawab Arsenio.


"Lebih baik Oma di rawat di mansion saja." Ucap Angelina bersamaan namun ucapannya berbeda.


"Memangnya kenapa?" Tanya Mommy Adira, Daddy Javier dan Arsenio bersamaan.


"Lebih aman." Jawab Angelina.


Angelina terpaksa mengatakan hal itu karena tidak ingin Mommy Karen disakiti oleh Ibunya yang masih menyimpan dendam terhadap keluarga Arsenio.


"Apa ada sesuatu yang Kamu sembunyikan?" Tanya Arsenio.


"Aku ... Sstttttt..." Ucapan Angelina terhenti ketika sakit kepala kembali menyerang membuat Angelina meringis menahan rasa sakit.


'Kepalaku kenapa sakit lagi? Aku sangat tersiksa.' Ucap Angelina dalam hati sambil memegangi kepalanya dengan ke dua tangannya.


"Ada apa?" Tanya Arsenio.


"Kepalaku tiba-tiba sakit sekali." Jawab Angelina.

__ADS_1


"Aku akan mengantarmu untuk cek ke dokter." Ucap Arsenio.


"Tidak, lebih baik Aku istirahat di apartemen." Jawab Angelina.


"Yakin?" Tanya Arsenio.


"Yakin." Jawab Angelina singkat sambil menahan rasa sakit pada kepalanya membuat Angelina memejamkan matanya.


"Biarkan Arsenio yang mengantar Angelina, Mommy temani Daddy untuk menjaga Mommy Karen." Ucap Daddy Javier.


"Baiklah Dad." Jawab Mommy Adira.


"Baik Dad." Jawab Arsenio bersamaan.


"Aku mohon, biarkan Oma di rawat di mansion." Ucap Angelina dengan nada lirih.


Setelah selesai berbicara perlahan Angelina tidak sadarkan diri membuat Mommy Adira, Daddy Javier dan Arsenio sangat terkejut membuat Mommy Adira menghubungi kembali Dewi Arumi untuk datang ke mansion milik orang tuanya yang bernama Daddy Rico dan Mommy Karen.


"Kebetulan Daddy datang, Daddy tolong urus agar Mommy dipindahkan ke mansion milik Daddy." Pinta Mommy Adira yang melihat Daddy Rico berjalan ke arah mereka.


"Memang kenapa?" Tanya Daddy Rico dengan wajah terkejut sambil menatap ke arah Daddy Javier kemudian ke Arsenio.


"Nanti Adira akan cerita tapi yang penting tolong lakukan permintaan Adira." Mohon Mommy Adira.


"Lakukan saja apa yang diminta oleh Adira, Dad." Ucap Daddy Javier.

__ADS_1


__ADS_2