Ranjang Panas Sang CEO 5

Ranjang Panas Sang CEO 5
Bahaya


__ADS_3

"Jika seandainya terjadi sesuatu denganku, Aku minta Kak Javier berjanji padaku yaitu jangan pernah tinggalkan ke lima anak kita. Karena Aku tidak sanggup melihat kesedihan ke lima anak Kita." Pinta Adira sambil menatap wajah tampan Javier.


Grep


"Jangan bicara seperti itu lagi karena Aku tidak sanggup jika kehilangan orang yang Aku cintai untuk ke dua kalinya. Aku janji akan melindungi dirimu dan juga anak-anak kita." Ucap Javier sambil memeluk tubuh Adira.


"Aku tidak tahu dari semalam Aku tidak bisa tidur, perasaanku tidak enak seperti terjadi sesuatu dengan diriku." Ucap Adira sambil membalas pelukan Javier yang bisa membuat dirinya merasa nyaman.


"Mungkin hanya perasaanmu saja. Lebih baik kita mandi saja karena sebentar lagi ke lima anak kita selesai mandi." Ucap Javier mengalihkan pembicaraan


Adira hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka keluar dari kamar ke lima anak kembar nya menuju kamar Adira.


Ceklek


Javier membuka pintu kamar dengan lebar kemudian Adira masuk ke dalam kamar diikuti oleh Javier.


Grep


"Siapa yang mandi duluan?" Tanya Javier sambil memeluk Adira dari arah belakang.


"Aku duluan." Jawab Adira sambil memejamkan mata menikmati pelukan Javier.


"Kak Javier, Aku ingin..." Ucap Adira menggantungkan kalimatnya.


"Ingin apa?" Tanya Javier sambil melepaskan pelukannya kemudian membalikkan badannya agar Adira menatap dirinya.


"Tidak, lupakan saja." Jawab Adira dengan wajah memerah.


'Aku tidak mungkin mengatakan kalau Aku ingin merasakan hubungan suami istri.' Sambung Adira dalam hati.

__ADS_1


"Aku tahu apa yang kamu pikirkan, Aku juga sama." Ucap Javier sambil tersenyum menyeringai.


Whushh


Selesai berbicara Javier menggendong tubuh Adira kemudian berjalan ke arah ranjang.


"Kak Javier, turunkan Aku." pinta Adira sambil mengalungkan ke dua tangannya ke leher Javier


"Kamu ingin melakukan hubungan suami istri kan?" Tanya Javier.


Adira memalingkan wajahnya sambil menganggukkan kepalanya membuat Javier tersenyum.


Mereka pun melakukan hubungan suami istri hingga setengah jam kemudian mereka sudah selesai melakukan hubungan suami istri. Adira dengan tubuh polosnya memeluk tubuh polos Javier begitu pula sebaliknya.


"Kak Javier, Aku tidak tahu kenapa Aku ingin sekali melakukan hubungan suami istri. Pasti Kak Javier menganggap diriku wanita murahan." Ucap Adira sambil menyembunyikan wajahnya di dada bidang Javier.


Cup


"Terima kasih, Kamu mau menerima diriku dan bersedia melakukan hubungan suami istri." Sambung Javier kemudian mengecup pucuk kepala Adira.


Adira hanya mengangkat kepalanya sambil tersenyum membuat Javier membalas senyuman Adira.


'Aku tidak tahu kenapa Aku ingin melakukan hubungan suami istri dan Aku juga tidak tahu kenapa perasaanku tidak enak.' Ucap Adira dalam hati.


"Kita mandi yuk, tidak enak keluargaku menunggu kita." Ucap Adira.


Javier hanya menganggukkan kepalanya kemudian menggendong kembali Adira lalu berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.


Javier kembali melakukan hubungan suami istri membuat Adira sangat lelah. Berbeda dengan Javier di mana tubuh Javier semakin bertambah stamina karena mendapatkan vitamin yang selama ini dibutuhkan dan vitamin itu hanya ada pada Adira.

__ADS_1


"Kak Javier, Aku sangat lelah." Ucap Adira sambil menyandarkan tubuhnya di dada bidang Javier.


"Sebentar lagi sayang." Ucap Javier sambil menggoyangkan pinggulnya secara berulang kali.


Javier tiba-tiba menggerakkan pinggulnya secara cepat sambil memeluk tubuh Adira dari arah belakang.


"Akhhhhhhhh..." Suara merdu keluar dari mulut Javier.


Javier menarik tombak saktinya kemudian mulai menyabuni tubuh polos Adira setelah selesai barulah dirinya.


"Kak Javier, apakah tidak lelah?" Tanya Adira.


"Lelah kenapa?" Tanya Javier pura-pura tidak tahu.


"Melakukan ini." Ucap Adira sambil memijat tombak sakti milik Javier.


"Sshhhhhh... Ahhhhh.. Kamu ternyata nakal juga." Ucap Javier sambil mengeluarkan suara merdunya.


"Nakal khusus sama Kak Javier." Ucap Adira sambil melepaskan tangannya.


"Sayang, lagi ya." Pinta Javier yang sudah kecanduan dengan tubuh Adira.


Adira hanya menganggukkan kepalanya membuat Javier tersenyum bahagia. Javier tidak tahu kalau apa yang dilakukannya membuat nyawa Adira dalam bahaya.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :


__ADS_1


__ADS_2