Ranjang Panas Sang CEO 5

Ranjang Panas Sang CEO 5
Menunggu


__ADS_3

'Aduh bagaimana ini?' Tanya Mommy Karen sambil berpikir.


"Aduh kepala Mommy pusing, antarkan Mommy ke rumah sakit." Pinta Mommy Karen sambil memijat kepalanya agar kelihatan kalau kepalanya pusing.


Grep


"Baik Mom, kita ke rumah sakit sekarang." Ucap Adira dengan perasaan kuatir sambil memeluk Mommy Karen.


"Mommy akan panggil Rico untuk menemani kalian." Ucap Mommy Nicole.


"Tidak usah Mom, sepertinya Daddy dan Kak Rico tidak bisa di ganggu." Ucap Mommy Karen beralasan.


"Baiklah kalau begitu kita bertiga berangkat ke rumah sakit." Ucap Mommy Nicole.


"Baik Mom / Opa." Jawab Mommy Karen dan Adira bersamaan.


Ke tiga wanita cantik itupun pergi meninggalkan perusahaan menuju ke rumah sakit sedangkan di ruangan meeting di mana Daddy Raka dan Daddy Rico menatap satu persatu ke arah mereka dengan tatapan tajam.


Brak


"Jika kalian semua ingin keluar dan menjual sahamnya silahkan saja." Ucap Daddy Raka sambil menggebrak meja.


"Selama ini Aku dan putraku mempercayakan perusahaan ini padamu tapi ternyata Kamu ada niat untuk menguasai perusahaan milikku yang Aku wariskan ke putraku dan putraku mewariskan ke putrinya yang bernama Adira." Sambung Daddy Raka sambil menatap tajam ke arah orang kepercayaannya.


Bruk


"Maafkan Saya Tuan, Saya tidak bermaksud seperti itu. Saya hanya protes karena Cucu Tuan Besar mengatakan kalau putraku dan beberapa putra pemegang saham tidak bisa bekerja." Jawab orang kepercayaannya sambil berlutut.


'Si*l, kenapa ke dua pemilik saham terbesar mesti datang? Bukannya mereka jarang datang?" Tanya orang kepercayaannya sambil menahan kesal.


"Memangnya Kami tidak tahu kalau putra kalian memang tidak bisa kerja dan menyuruh anak buahnya untuk mengurus pekerjaan putra kalian." Ucap Daddy Raka dengan nada dingin.


"Selama ini Daddy dan Aku diam saja tapi sekarang Kami tidak bisa lagi berdiam diri. Jadi mulai sekarang kalian jual saham kalian dan angkat kaki dari perusahaan keluargaku termasuk putra kalian." Sambung Daddy Rico dengan nada ikut dingin.

__ADS_1


Deg


Deg


Deg


Jantung mereka berdetak kencang karena mereka tidak menyangka kalau apa yang dilakukan oleh putra mereka di ketahui oleh Daddy Raka dan Daddy Rico.


Mereka sangat terkejut mendengar ucapan Daddy Rico untuk pergi meninggalkan perusahaan di mana mereka bertahun-tahun bekerja di perusahaan tersebut.


Bruk


Bruk


Bruk


Bruk


"Aku juga akan memberitahukan ke putraku untuk tidak melakukan kesalahan yang sama." Sambung orang kepercayaannya.


"Aku juga." Jawab mereka bersamaan.


Daddy Raka dan Daddy Rico saling menatap hingga beberapa saat mereka menganggukkan kepalanya tanda setuju.


"Baiklah, Kami akan memberikan kesempatan untuk kalian dan pergunakan kesempatan terakhir ini jika tidak Kami akan memberikan hukuman yang tidak pernah kalian bayangkan." Ucap Daddy Raka dengan nada mengancam.


"Terima kasih Tuan." Jawab mereka bersamaan sambil berdiri.


Ting


Ponsel milik Daddy Raka berdering sekali tanda ada pesan masuk membuat Daddy Raka mengambil ponselnya yang di simpan di dalam saku jasnya untuk melihat siapa yang mengirim pesan.


"Daddy, Mommy pura-pura pusing dan pergi ke rumah sakit. Ingat jika Javier datang ke kantor bersama ke lima cucu kita jangan coba-coba menyakiti perasaan calon menantu Kita."

__ADS_1


'Istriku tahu semua tentang pria itu dan namanya juga tahu yaitu Javier. Bahkan Mommy seakan kasih peringatan ke Daddy untuk tidak menyakiti calon menantu.' Ucap Daddy Riko dalam hati.


'Huh! Calon menantu! Tidak semudah itu Ferguso karena Daddy akan memberikan ujian untuk Javier apakah Dia layak atau tidak untuk menjadi menantuku.' Sambung Daddy Rico dalam hati.


'Untung cinta banget sama istriku kalau tidak Daddy akan menghukumnya.' Sambung Daddy Rico dalam hati.


Tap


"Ada lagi yang ingin Kamu katakan?" Tanya Daddy Raka sambil memegang bahu putranya karena sejak tadi terdiam sejak membaca pesan di ponselnya.


"Tidak ada Dad." Jawab Daddy Rico.


"Siapa yang kirim pesan?" Tanya Daddy Raka penasaran.


Daddy Rico memperlihatkan isi pesan istrinya sedangkan Daddy Raka membaca isi pesan tersebut hingga selesai.


"Sekarang, kalian keluarlah." Ucap Daddy Raka.


"Baik Tuan." Jawab mereka bersamaan sambil berdiri karena tadi mereka berlutut.


Satu persatu mereka pergi meninggalkan ruangan meeting tersebut dan hanya menyisakan Daddy Raka dan Daddy Rico.


"Ceritakan secara detail." Pinta Daddy Raka setelah ruangan tersebut tidak ada orang.


Daddy Rico menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi sedangkan Daddy Raka mendengarkan cerita Daddy Rico hingga selesai.


"Itulah yang terjadi Dad." Ucap Daddy Rico mengakhiri ceritanya.


"Mommy, Karen dan Adira pergi ke rumah sakit berarti sebentar lagi mereka datang jadi kita tunggu mereka di depan pintu meeting." Ucap Daddy Raka.


"Baik Dad." Jawab Daddy Rico.


Ke dua pria tampan sekaligus wajahnya sangat mirip walau usia mereka berbeda tapi mirip Kakak beradik, keluar dari ruangan meeting dan menunggu di depan pintu meeting sambil menatap ke arah lift.

__ADS_1


__ADS_2