Ranjang Panas Sang CEO 5

Ranjang Panas Sang CEO 5
Pindah Sekolah


__ADS_3

Javier menyalakan air shower untuk mendinginkan tubuhnya yang panas.


'Kenapa Aku bisa mimpi basah? Kenapa adik kecilku menjadi tegang?' Tanya Javier dalam hati dengan wajah memerah.


Sejak kejadian melakukan hubungan suami istri untuk pertama kalinya bersama Adira besoknya tombak sakti kebanggaan nya tidur dengan pulas namun ketika dirinya bermimpi melakukan hubungan suami istri membuat tombak saktinya kembali tegang ketika dirinya bangun dari mimpinya.


Setelah agak lama tombak saktinya kembali tidur dengan pulas barulah Javier memutar kran shower agar mati. Javier berjalan ke arah lemari kemudian mengambil jubah handuk.


Javier berjalan ke arah balkon kemudian berdiri sambil menatap ke arah langit di mana saat itu bulan purnama dan banyak bintang - bintang bertaburan di langit.


"Adira, Aku sangat merindukanmu. Maafkan Aku yang telah banyak melukaimu." Ucap Javier lirih sambil menatap ke arah bintang.


'Apa arti mimpi itu? Apa Adira dalam bahaya?' Tanya Javier dalam hati.


'Jika ada orang yang berani menyakitimu dan ke lima anak kita maka Aku tidak segan-segan menghukumnya hingga berakhir dengan kematian yang sangat menyakitkan.' Sambung Javier dalam hati.


"Lebih baik Aku tidur supaya besok bisa bertemu dengan Adira dan ke lima anak kembar Kami." Ucap Javier sambil membalikkan badannya kemudian berjalan ke arah ranjang.

__ADS_1


Namun sebelumnya Javier menutup pintu balkon barulah berjalan ke arah ranjang. Javier berbaring di ranjang sambil memejamkan matanya namun dirinya tidak bisa tidur. Hal itu membuat Javier mengubah posisi tidur dari terlentang, miring kanan, miring kiri hingga tengkurap namun Javier tidak bisa tidur juga.


"Aku tidak tidur, apa memeluk pakaian Adira supaya bisa tidur?" Tanya Javier sambil turun dari ranjang.


Javier berjalan ke arah lemari kemudian mengambil pakaian milik Adira yang selalu di bawa kemana-mana. Bahkan jika pakaiannya mulai agak bau maka Javier mencucinya dengan menggunakan tangannya.


Javier tidak mengijinkan pelayan atau siapapun mencucinya selain dirinya setelah kering barulah Javier menyemprot minyak wangi sesuai bau parfum milik Adira.


Javier kembali berbaring sambil memeluk pakaian milik Adira dan tidak membutuhkan waktu lama Javier tidur dengan pulas tanpa memperdulikan perutnya yang lapar.


xxxxxxxxxx


"Mulai besok dan seterusnya Arsenio, Bagas, Cairo, Draco dan Edison pindah sekolah milik keluarga besar kita." Ucap Daddy Rico.


"Tapi Dad ..." Ucapan Adira terpotong oleh Daddy Rico.


"Cucu-cucu Opa, kalian istirahat di kamar karena Opa mau berbicara dengan Mommy kalian." Ucap Daddy Raka.

__ADS_1


"Baik Opa." Jawab ke lima anak kembar bersamaan.


Ke lima anak kembar pun mencium punggung tangan ke Daddy Raka, Mommy Nicole, Daddy Raka dan terakhir Mommy Karen secara bergantian.


Setelah selesai ke lima anak kembar itupun pergi meninggalkan ruang keluarga menuju ke kamar mereka masing-masing.


"Adira, asal Kamu tahu kalau ke lima anakmu di hina oleh teman-temannya karena tidak mempunyai seorang Ayah di tambah kepala sekolah ikut menghinanya. Jadi Daddy minta ke lima anakmu sekolah di sekolah milik Daddy di mana tidak ada satupun yang menghinanya." Ucap Daddy Raka.


"Kenapa Adira tidak tahu? Lalu apa yang dilakukan ke lima anak kembarku?" Tanya Adira dengan mata berkaca-kaca.


Grep


Mommy Karen yang melihat tubuh Adira gemetar membuatnya langsung memeluknya agar rasa sesaknya berkurang.


"Daddy tahu karena mendapatkan laporan dari anak buah Daddy selain itu mereka juga menghinamu membuat ke lima anak kembarmu melawan teman-temannya." Jawab Daddy Rico.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

__ADS_1


Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :



__ADS_2