Ranjang Panas Sang CEO 5

Ranjang Panas Sang CEO 5
Draft


__ADS_3

"Boleh tidur di sini tapi dengan dua syarat." Ucap Adira yang tidak tega menyuruh Javier pulang mengingat sudah malam.


"Apapun syaratnya Aku bersedia asal bisa tidur bersamamu." Ucap Javier sambil tersenyum bahagia.


"Jangan menyentuhku apalagi menciumku." Ucap Adira.


"Baik." Jawab Javier singkat.


Javier berdiri kemudian melepaskan kancing jasnya lalu membuangnya secara asal. Javier menarik dasinya lalu juga membuangnya secara asal namun ketika membuka kancing kemeja atas Adira mulai protes.


"Kak Javier, apa yang Kak Javier lakukan?" Tanya Adira dengan nada protes sambil menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Tentu saja mau tidur, memang kenapa?" Tanya Javier dengan bingung.


"Kalau mau tidur kenapa lepas pakaian?" Tanya Adira sambil menggenggam erat selimutnya.


"Maaf Kakak terbiasa tidur dengan menggunakan celana boxer." Ucap Javier.


"Apalagi kan Kakak sudah janji tidak akan menyentuhmu kecuali kalau Kamu memintanya." Sambung Javier.


"Maaf, karena belum pernah tidur bersama pria jadi Aku agak kaget." Ucap Adira.


"Bukannya sudah pernah sekali?" Tanya Javier sambil kembali melepaskan kancing kemeja.


"Kapan? Sama siapa?" Tanya Adira yang merasa tidak pernah tidur bersama pria lain.

__ADS_1


"Beberapa tahun yang lalu dan pria itu adalah Aku." Jawab Javier.


"Tapi Aku tidak ingat sama sekali jika Kita pernah melakukannya." Ucap Adira sambil memejamkan matanya karena Javier membuka kemejanya di depan matanya.


"Maaf, gara-gara Aku kamu jadi tidak ingat." Ucap Javier.


"Lupakan apa yang telah terjadi, apalagi Aku juga tidak ingat sama sekali." Ucap Adira sambil membelakangi Javier.


'Kenapa sejak tadi jantungku berdetak sangat kencang?' Tanya Adira dalam hati.


Javier hanya terdiam hingga akhirnya Javier tinggal menggunakan celana boxernya. Javier masuk ke dalam selimut yang sama milik Adira kemudian berbaring di sisi satunya dengan jantung berdebar kencang.


Ingin sekali rasanya memeluk dan mengusap rambut Adira namun karena dirinya sudah berjanji membuat dirinya menahannya.


Krucuk


Krucuk


Baru saja Javier memejamkan matanya tiba-tiba perutnya bernyanyi riang membuat Javier membuka matanya sedangkan Adira memaksakan membuka matanya kemudian duduk dan bersandar di kepala ranjang.


"Kak Javier lapar?" Tanya Adira.


"Tadi Kakak hanya sarapan pagi karena itulah laper sedikit." Jawab Javier.


"Kenapa tidak makan siang dan makan sore?" Tanya Adira dengan nada kesal.

__ADS_1


"Karena tadi siang setelah mengantar ke lima anak Kita ke perusahaan milikmu, Kakak langsung pulang ke mansion dan tidur hingga malamnya Kakak bangun untuk mandi setelah itu tidur lagi sampai akhirnya Kamu menghubungi Kakak." Jawab Javier panjang kali lebar menjelaskan kenapa dirinya belum makan.


Javier tidak mungkin cerita, kenapa Javier malamnya bangun dan langsung mandi akibat dirinya mimpi basah. Cukup dirinya, author dan pembaca yang tahu karena dirinya malu untuk mengatakannya.


"Seharusnya Kak Javier makan, kalau Kak Javier sakit siapa yang akan mengurus Javier?" Tanya Adira memarahi Javier seperti Ibu memarahi anaknya.


Selesai mengatakan hal itu Adira turun dari ranjang kemudian berjalan ke arah pintu.


"Mau kemana?" Tanya Javier sambil ikut turun dari ranjang.


"Mau masak, Kak Javier harus makan dan jangan sampai sakit." Jawab Adira sambil membuka pintu kamarnya.


"Kenapa Kamu sangat perduli padaku?" Tanya Javier.


Adira menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian membalikkan badannya dan menatap ke arah Javier.


"Karena Aku tidak ingin Kak Javier sakit." Jawab Adira.


"Apakah Kamu mencintaiku?" Tanya Javier.


Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :


__ADS_1


__ADS_2