Ranjang Panas Sang CEO 5

Ranjang Panas Sang CEO 5
Lalu Apa Maumu?


__ADS_3

"Apa maksudmu?" Tanya mereka bertiga bersamaan.


"Jangan pura-pura menjadi bod*h, Kalian membeli mansion dengan harga sangat murah lalu menjualnya dengan harga dua kali lipat." Jawab Angelina.


"Lalu apa maumu?" Tanya wanita itu.


"Aku minta setengah uang milik Kami dikembalikan." Jawab Angelina.


"Enak saja dikembalikan." Jawab wanita tersebut.


"Kalau begitu Aku akan ..." Ucapan Angelina terpotong oleh kedatangan Belia yang tiba-tiba.


"Kamu kan bisa program IT jadi pindahkan semua uang milik mereka ke rekening Kita." Ucap Belia.


"Benar kata Mommy kalau begitu Kita kembali saja ke ruang keluarga untuk memindahkan semua rekening mereka termasuk aset berharga." Ucap Angelina dengan nada santai.


"Apa? Enak saja tidak bisa." Ucap wanita tersebut.


Tanpa menjawab Angelina dan Belia membalikkan badan dan berjalan dengan santai. Hal itu membuat mereka bertiga mengikuti langkah Angelina dan Belia.


"Berhenti!" Teriak mereka bertiga bersamaan.


Belia dan Angelina menghentikan langkahnya kemudian membalikkan badannya sambil menatap tajam ke arah mereka.


"Sepertinya mereka orang kaya lebih baik Kalian berdua serang ke dua wanita itu." Ucap wanita tersebut.

__ADS_1


"Betul kata istriku lebih baik serang mereka dan langsung membunuhnya agar rumah ini menjadi milik Kita lalu Kita jual lagi dengan harga tinggi." Ucap suaminya.


Notaris tersebut hanya menganggukkan kepalanya kemudian ke dua pria tersebut mulai menyerang Belia dan Angelina. Mereka berempat saling memukul dan menghindar dan ternyata ke dua pria tersebut bisa bela diri.


Tapi walau bagaimanapun Belia dan Angelina lebih unggul membuat ke dua pria tersebut mulai terdesak dan sering terkena bogem mentah dari Belia dan Angelina.


Istrinya yang melihat suaminya terdesak ikut membantu suaminya hingga setengah jam kemudian sepasang suami istri dan notaris tergeletak di lantai dengan kondisi babak belur.


"Mommy Kita apakan mereka?" Tanya Angelina.


"Karena mereka sangat jahat jadi lebih baik Kita bunuh mereka saja." Ucap Belia sambil kembali memukul mereka bertiga bertubi-tubi.


"Tapi Mom..." Ucapan Angelina terpotong oleh Belia.


Angelina hanya menganggukan kepalanya tanda setuju kemudian Belia dan Angelina melanjutkan memukul mereka bertiga hingga akhirnya mereka tidak sadarkan diri.


"Mereka sudah pingsan Mom." Ucap Angelina.


"Bawa mereka bertiga masuk ke dalam mobil." Ucap Belia.


"Baik Mom." Jawab Angelina patuh.


Ke dua wanita tersebut mengangkat tubuh mereka bertiga secara bergantian ke dalam mobil setelah selesai Belia masuk ke dalam mobil.


"Kamu di sini saja biar Mommy bawa mereka bertiga pergi ke suatu tempat." Ucap Belia.

__ADS_1


"Baik Mom." Jawab Angelina dengan patuh.


Belia mengendarai mobil dengan kecepatan sedang hingga lima belas menit kemudian Belia menghentikan mobilnya di tepi jurang.


Belia keluar dari mobil kemudian membuka kap mobil setelah selesai Belia membuka pintu mobil belakang pengemudi lalu membuka pakaian milik pria tersebut.


Belia membuka kancing kemeja satu demi satu setelah selesai Belia melepaskan kemeja tersebut.


"Coba Aku cek apakah mereka mempunyai korek api atau tidak." Ucap Belia sambil mencari-cari di saku milik notaris.


"Aha ketemu." Ucap Belia.


Belia mengambil korek api dan kemeja kemudian kembali menutup pintu mobil. Setelah selesai Belia menyalakan korek api kemudian membakar kemeja pria tersebut.


Setelah terbakar Belia melemparnya ke arah kap mobil lalu menutupnya dengan rapat. Kemudian Belia mendorong mobil tersebut hingga mobil tersebut masuk ke jurang, hingga terdengar ...


Duarr


Duarr


Mobil itu pun tidak berapa lama meledak membuat Belia tersenyum menyeringai.


"Besok melanjutkan rencana selanjutnya yaitu mencelakai Nyonya Rico dan selanjutnya Nyonya Javier." Ucap Belia sambil tersenyum menyeringai.


"Tuan Rico bersiaplah menangis karena istrimu akan mati di tanganku." Ucap Belia sambil membalikkan badannya meninggalkan tempat tersebut dengan berjalan kaki.

__ADS_1


__ADS_2