Ranjang Panas Sang CEO 5

Ranjang Panas Sang CEO 5
Ada Apa Ini?


__ADS_3

Tidak terasa hari berlalu dengan cepatnya dan kini hari yang di tunggu datang di mana hari ini merupakan acara ulang tahun school Internasional Javier.


Di mana acara ulang tahun tersebut mengadakan berbagai jenis lomba untuk para anak paud hingga sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan.


Seperti biasa ke lima anak kembar Adira dengan Javier masuk ke dalam mobil milik Adira. Adira mengantar ke school Internasional Javier tempat ke lima anak kembarnya sekolah di taman kanak-kanak.


Sebenarnya keluarga besarnya mempunyai sekolah tersendiri dan semua keluarga besar Daddy Raka dan ke dua sahabatnya Daddy Rico juga sekolah di tempat tersebut. Namun entah kenapa Adira ingin menyekolahkan yang bukan milik keluarga besarnya.


xxxxxxxxxx Flash Back On xxxxxxxxxx


"Adira, kenapa ke lima anak kembarmu tidak sekolah di sekolah milik keluarga kita?" Tanya Daddy Rico.


"Maaf Dad, Adira ingin ke lima anak kembarku sekolah di school Internasional Javier. Sepertinya bagus nanti deh kalau masuk sekolah dasar mereka akan Adira masukkan ke sekolah milik keluarga besar kita." Jawab Adira.


"Baiklah, kalau ada apa-apa kabari Kami." Ucap Daddy Rico.


"Baik Dad." Jawab Adira patuh.


"Adira, kenapa Kamu dan ke lima anak kembar tidak tinggal di mansion ini?" Tanya Mommy Karen.


"Adira ingin mandiri Mom." Jawab Adira.


"Mansion ini sepi sejak kalian pindah." Ucap Mommy Karen.


"Adira janji Mom, setiap sabtu Adira menginap di mansion ini bersama ke lima anak kembarku." Jawab Adira.


"Baiklah." Jawab Mommy Karen singkat.


Ke dua orang tuanya menghormati keputusan Adira namun tanpa sepengetahuan Adira kalau ke dua orang tuanya memantaunya dengan cara meminta enam orang untuk melindungi putri bungsunya dan juga melindungi ke lima anak kembarnya.


xxxxxxxxxx Flash Back Off xxxxxxxxxx


"Mommy, nanti jam delapan pagi sampai jam empat sore datang ya." Pinta ke lima anak kembarnya.


"Ok, Mommy akan usahakan untuk datang.'' Ucap Adira sambil melambaikan tangannya.

__ADS_1


Ke lima anak kembarnya membalas dengan melambaikan tangannya juga kemudian ke lima anak kembarnya membalikkan badannya dan berjalan memasuki sekolahnya. Namun baru saja masuk ke dalam kelas ...


"Hei lihat lima anak kembar yang tidak mempunyai Ayah." celetuk salah satu temannya.


"Hei kalian anak yang tidak mempunyai Ayah." Panggil teman-teman sekolahnya.


Mereka sangat iri karena ke lima anak kembar tersebut sering di puji oleh para gurunya karena kepintarannya. Hal itu membuat mereka mengadu ke orang tua masing-masing.


Ketika acara pertemuan orang tua mereka melihat Adira hanya sendiri terlebih ke lima anak kembarnya tidak ada nama belakang Ayahnya membuat mereka mengatakan ke anak-anak mereka kalau ke lima anak kembar tersebut tidak mempunyai seorang Ayah.


"Kami mempunyai seorang Ayah." Ucap ke lima anak kembar tersebut bersamaan.


"Kalau memang kenapa kami tidak pernah melihat?" Tanya salah satu dari mereka.


"Betul, dasar kalian anak ha x ram!" teriak mereka bersamaan.


"Pasti Mommy kalian wanita tidak benar." Ucap mereka bersamaan lagi.


Selama ini ke lima anak kembar selalu diam jika mereka di hina namun ketika teman-temannya menghina Mommynya membuat ke lima anak kembar tersebut tidak bisa menahannya lagi.


Ke lima anak kembar Adira dengan Javier di didik oleh buyut dan opanya untuk bela diri. Walau mereka masih kecil namun harus bisa bela diri mengingat keluarga besar Daddy Raka banyak musuh yang menginginkan nyawa mereka.


Kelas taman kanak-kanak yang awalnya berisik dengan suara anak-anak kecil kini menjadi gaduh hingga para guru masuk ke dalam kelas.


"Berhenti! Kenapa kalian berkelahi?" Tanya salah satu guru kelas.


"Kami tidak tahu Bu, tiba-tiba ke lima anak kembar ini memukul kami." Ucap salah satu muridnya berbohong.


"Benar Bu." Jawab mereka bersamaan kecuali ke lima anak kembar tersebut.


"Mereka berbohong Bu, mereka menghina Mommyku karena itulah kami memukulnya." Jawab ke lima anak kembar tersebut.


"Aku tidak percaya dengan apa yang kalian katakan." Ucap kepala sekolah yang tiba-tiba datang ke kelas tersebut.


Kepala sekolah sangat kesal atas prestasi ke lima anak kembar tersebut karena anaknya nomer dua selalu kalah jika bertanding dalam bidang matematika dan ilmu pengetahuan bahkan anak pertamanya yang duduk di kelas dua juga kalah bertanding.

__ADS_1


Padahal ke dua anaknya dulu berprestasi dan membanggakan sekolah namun sejak kedatangan ke lima anak kembar tersebut membuat ke dua anaknya selalu di bawah mereka.


Ke lima anak kembar tersebut bisa mengalahkan kakak kelas mereka dalam hal pendidikan hal itulah membuat kepala sekolah membencinya.


Melihat ada kesempatan itu membuat kepala sekolah tersebut membenarkan apa yang salah dan yang salah di anggap benar. Hal itu membuat ke lima anak kembar tersebut hanya bisa menahan amarahnya karena Adira selalu mengajarkan untuk menghormati yang tua dan tidak boleh membantah.


"Kalian berlima masuk ke ruang guru!" Perintah kepala sekolah sambil membalikkan badannya.


"Baik Pak." Jawab ke lima anak kembar tersebut bersamaan.


'Daddy, jika Daddy tidak menyelamatkan kami maka selamanya kami tidak mengakui Daddy.' Ucap ke lima anak kembar tersebut bersamaan dalam hati.


"Kepala sekolah, aku sangat yakin ke lima muridku tidak mungkin melakukan itu jika mereka tidak mulai duluan." Ucap salah satu guru yang tidak tega dengan ke lima murid kembarnya.


"Kamu menuduhku kalau aku salah? Dan kamu juga menuduh semua muridmu melakukan kesalahan?" Tanya Kepala sekolah sambil menghentikan langkahnya.


"Bukan begitu aku ..." Ucapan guru tersebut terpotong oleh kepala sekolah.


"Sejak dulu kamu selalu menentang diriku dan mulai sekarang kamu aku pecat jadi bereskan semua barangmu." Ucap kepala sekolah sambil melanjutkan langkahnya.


"Tidak masalah jika aku di pecat karena aku merasa ke lima anak kembar itu sekaligus muridku diperlakukan tidak adil. Lebih baik aku menjadi guru di sekolah lain yang bisa mengajarkan mana yang baik dan mana yang tidak." Ucap guru tersebut sambil menahan amarahnya.


Ucapan guru cantik tersebut membuat kepala sekolah menghentikan langkahnya kemudian membalikkan badannya dan berjalan ke arah guru tersebut sambil menahan amarahnya seperti gunung hendak meletus.


"Angel! Kamu menuduhku mengajarkan anak-anak tidak baik dan mendukung mereka untuk melakukan perbuatan yang salah?" Tanya kepala sekolah dengan nada satu oktaf.


"Bukankah memang seperti itu? Selama ini aku selalu mengatakan ke murid-murid ku untuk tidak menghina ke lima temannya tapi Bapak tiba - tiba datang dan menyalahkan aku. Apa jangan-jangan Bapak iri hati karena anak Bapak selalu kalah jika bertanding melawan sekolah lain sedangkan ke lima anak muridku selalu menang melawan sekolah lain?" Tanya Angel sambil tersenyum sinis.


"Angel!" teriak kepala sekolah sambil mengangkat tangannya ke atas bersiap menampar Angel.


Grep


"Apakah seorang kepala sekolah pantas menampar seorang guru apalagi Aku seorang wanita?" Tanya Angel sambil menahan tangan kepala sekolah agar tidak bisa menampar dirinya.


"Ada apa ini?" Tanya salah seorang pria yang tiba-tiba datang.

__ADS_1


__ADS_2