Ranjang Panas Sang CEO 5

Ranjang Panas Sang CEO 5
Lepaskan Aku


__ADS_3

"Karena calon istriku sudah sadar maka Aku berencana untuk menikah denganmu agar kita selalu bisa bersama dan mansion yang Aku tempati tidak sepi karena sudah ada Mommy dan ke lima anak kembar kita." Ucap Javier.


"Mommy, bersedia kan menikah dengan Daddy?" Tanya Javier.


Adira hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju membuat Javier tersenyum bahagia karena bisa mempunyai keluarga yang selama ini diimpikannya.


Grep


"Terima kasih sayang." Ucap Javier sambil memeluk tubuh Adira.


"Sama-sama Sayang dan sekarang simpanlah pistolnya karena Aku tidak ingin anak-anak Kita melihat Daddy nya membawa pistol." Ucap Adira sambil membalas pelukan Javier.


Javier melepaskan pelukan nya kemudian menyimpan pistolnya ke dalam saku jasnya. Tidak berapa lama datang ke lima anak kembarnya sambil menatap ke arah ke dua orang tuanya.


"Kami boleh masukkan?" Tanya ke lima anak kembarnya bersamaan.


"Pffftttttttttt." Tawa ke dua orang tuanya bersamaan.


"Kenapa Mommy dan Daddy tertawa?" Tanya ke lima anak kembarnya bersamaan dengan wajah bingung.


"Bukankah kalian sudah masuk ke dalam kamar?" Tanya Adira dan Javier bersamaan.


"Pffftttttttttt...." Tawa ke lima anak kembarnya bersamaan di susul oleh Adira dan Javier.


"Kenapa pada terta..." ucapan Mommy Karen terputus ketika melihat Adira sudah sadar dari komanya.


"Sayang, Kamu sudah sadar?" Tanya Mommy Karen dan Daddy Rico bersamaan.


"Sudah Mom." Jawab Adira.


Daddy Rico langsung menghubungi dokter untuk memeriksa keadaan Adira setelah selesai mereka pun kembali mengobrol.


Hingga dua menit kemudian dokter datang bersama perawat lalu dokter itupun mulai memeriksa keadaan Adira.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan istriku Dok?" Tanya Javier.


"Sudah sehat hanya tinggal pemulihan saja." Jawab dokter tersebut.


"Syukurlah." Jawab Daddy Rico dan Mommy Karen bersamaan.


"Kalau begitu Aku akan kembali bekerja di rumah sakit sedangkan perawat besok baru kembali bekerja karena menunggu botol infusnya habis." pamit dokter tersebut sambil melepaskan selang yang menempelkan di tubuh Adira dan hanya menyisakan selang infus.


"Baik dokter dan terima kasih banyak." Ucap Mommy Karen.


"Sama-sama Nyonya besar dan sudah menjadi tugas kami." Ucap dokter tersebut.


Dokter itupun pergi meninggalkan tempat tersebut menuju ke rumah sakit. Mereka kembali melanjutkan mengobrol sedangkan perawat tersebut pergi ke kamarnya karena saat ini dirinya belum dibutuhkan.


xxxxxxx


Di tempat yang berbeda di mana sepasang mata melihat kejadian di mana Kakak kembarnya meninggal secara tragis.


"Hiks... Hiks ... Hiks ... Kakak..." Panggil adik kembarnya sambil terisak dan memeluk jasad adiknya yang sudah kaku dan penuh luka sayatan.


Setelah puas menangis, adik kembarnya meminta dua bodyguard milik suaminya untuk mengubur Kakak kembarnya.


Adik kembarnya menangis dan menangis hingga dua jam kemudian wanita tersebut pulang bersama ke dua bodyguard milik suaminya.


Sampai di mansion dirinya sangat terkejut karena melihat suaminya melakukan hubungan suami istri bersama wanita lain.


"Apa yang Daddy lakukan?" Tanya istrinya dengan wajah penuh kecewa.


"Kamu tidak bisa hamil karena itulah Aku mencari wanita lain." Jawab suaminya tanpa punya perasaan sama sekali sambil masih melakukan hubungan suami istri di depan mata istrinya.


"Kalau begitu kita bercerai." Ucap istrinya.


"Silahkan dan tinggalkan mansion ini selama-lamanya." ucap suaminya.

__ADS_1


Tanpa menjawab istrinya membalikkan badannya sambil menahan amarahnya. Wanita itupun pergi meninggalkan mansion tanpa membawa apa-apa hingga di tengah jalan dirinya tidak sadarkan diri.


Sebuah mobil hitam berhenti kemudian salah seorang keluar dari mobil lalu membawa wanita tersebut ke dalam mobil.


Mobil itupun melajukan kendaraannya menuju ke arah mansion yang dekat dengan hutan. Hingga beberapa saat kemudian wanita tersebut dibaringkan di ranjang bersamaan kedatangan empat pelayan untuk membersihkan tubuh wanita tersebut.


"Maaf Tuan, sekarang wanita itu sudah siap." Jawab salah seorang pelayan.


"Bagus." Jawab pria tersebut sambil berjalan ke arah kamar.


Sampai di kamar pria tersebut menatap wanita tersebut yang masih setia memejamkan matanya kemudian pria tersebut melepaskan satu persatu pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun.


"Bela akhirnya kita bertemu kembali, dulu Kamu menolak ku tapi sekarang Kamu tidak boleh menolak ku lagi." Ucap pria tersebut sambil menaiki tubuh polos Bela.


Bela perlahan membuka matanya ketika ada yang menaiki tubuhnya membuat matanya membulat sempurna.


"Apa yang Kamu lakukan?" Tanya Bela sambil berusaha melepaskan ikatannya.


Saat ini ke dua tangan dan ke dua kaki Bela di ikat hingga membentuk huruf X.


"Tentu saja melakukan hubungan suami istri yang selama ini Aku impikan." Jawab pria tersebut.


Jleb


"Akhhhhhhhh.... Sakit..." teriak Bela ketika tubuhnya disatukan secara paksa.


"Ini tidak seberapa sakitnya ketika Aku di tolak mentah-mentah oleh dirimu, Bela." Ucap pria tersebut sambil menggoyangkan pinggulnya secara kasar.


"Aku bukan Bela, Bela adalah Kakak kembarku dan Kak Bela sudah meninggal... Akhhhhhhhh .... Sakitttttt!" teriak Bela.


"Apa maksudmu?" Tanya pria tersebut dengan wajah terkejut sambil menghentikan gerakannya.


"Kak Bela di bunuh oleh Tuan Rico dan Aku adalah Adik kembarnya, namaku Belia bukan Bela." Ucap Belia menjelaskan sambil menahan rasa perih pada bagian privasinya.

__ADS_1


"Tuan, Kakakku sudah meninggal dan Aku tidak mengenal Tuan jadi Aku mohon lepaskan Aku." Mohon Belia.


__ADS_2