Ranjang Panas Sang CEO 5

Ranjang Panas Sang CEO 5
Lepaskan Dia


__ADS_3

Angelina yang tidak ingin Arsenio disalahkan mengambil ponselnya kemudian mengetik sesuatu setelah selesai Angelina memberikan ponselnya ke Mommy Adira.


Mommy Adira menerima ponsel milik Angelina kemudian membaca isi pesan tersebut.


"Aku menggigit lidahku karena tiba-tiba Aku sangat merindukan Daddy yang sudah meninggal dan membuatku ingin menyusul Daddy."


"Mommy minta, Kamu jangan mengulanginya lagi." Ucap Mommy Adira.


Angelina hanya menganggukkan kepalanya tanda dirinya tidak akan mengulanginya lagi.


"Oh ya, bagaimana dengan Mommy Mu?" Tanya Mommy Adira sambil memberikan ponselnya ke Adira.


Angelina mengetik di ponselnya setelah selesai, Angelina memberikan ponselnya ke Mommy Adira.


"Mommy masih hidup."


"Apakah Mommy mu tahu kalau Kamu terluka?" Tanya Mommy Adira sambil memberikan ponselnya ke Angelina.


Angelina hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum menutupi luka hatinya.


'Aku tidak tahu kapan racun ini akan bekerja tapi yang pasti jika Aku tiada tidak ada orang yang akan menangisi Aku berbeda dengan Tuan Arsenio. Di mana Tuan Arsenio dikelilingi oleh orang-orang yang sangat tulus menyayanginya tidak seperti diriku.' Ucap Angelina dalam hati.


"Mommy merasa Kamu menyembunyikan sesuatu seperti masalah berat. Kalau boleh tahu masalah apa?" Tanya Mommy Adira sambil menatap sepasang mata Angelina yang menyimpan kesedihan.


Angelina mengetik sesuatu setelah selesai Angelina memberikan ponselnya ke Mommy Adira dan Mommy Adira membaca ketikan Angelina.


"Kita tidak pernah tahu hidup dan mati seseorang karena itu jika seandainya Aku mati duluan Aku minta tolong Aku di kubur sebelah Daddy."

__ADS_1


"Angelina kenapa Kamu nulis seperti ini?" Tanya Mommy Adira sambil memberikan ponselnya ke Angelina.


Angelina hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Mommy Adira.


Ceklek


Tiba-tiba pintu ruang perawatan di buka membuat mereka menatap ke arah pintu ruang perawatan. Hal itu membuat Mommy Adira tidak lagi bertanya kenapa menulis seperti itu.


Mereka melihat dokter dan perawat masuk ke dalam ruang perawatan hingga Arsenio ingat dengan botol obat yang berada di samping Angelina.


"Apakah ada hasilnya?" Tanya Arsenio.


"Hasil apa?" Tanya Mommy Adira dengan wajah bingung begitu pula dengan Daddy Javier.


"Tadi perawat menemukan obat yang berada di samping ranjang Angelina dan Arsenio ingin tahu isi kandungan obat itu." Jawab Arsenio memberikan jawaban.


"Di mana botol obatnya?" Tanya Arsenio sambil menatap ke arah Angelina yang mendadak wajahnya mulai pucat.


Angelina mengetik sesuatu lalu diberikan ke Arsenio.


"Itu obat milikku dan sudah Aku minum dan botolnya sudah Aku buang."


"Kenapa wajahmu pucat?" Tanya Arsenio sambil memberikan ponselnya ke Angelina.


"Uhuk ... Uhuk .... Uhuk ..."


Angelina menerima ponselnya kemudian mulai mengetik namun dadanya terasa sesak membuat Angelina menjatuhkan ponselnya kemudian menutupi mulutnya dengan menggunakan ke dua tangannya.

__ADS_1


"Angelina kenapa kamu batuk berdarah?" Tanya Mommy Adira dengan wajah panik.


Angelina hanya menggelengkan kepalanya karena Angelina masih batuk. Sedangkan dokter mulai memeriksa keadaan Angelina yang wajahnya mulai membiru seperti keracunan.


"Nona terkena racun, persiapkan ruang operasi!" Perintah dokter tersebut pada perawatnya.


"Tidak usah dok." Ucap Angelina sambil menggelengkan kepalanya.


"Bawa ke ruang operasi dan sembuhkan calon menantuku." Pinta Mommy Adira.


"Baik Nyonya." Jawab dokter tersebut.


Angelina menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju hingga tiba-tiba pandangan Angelina terlihat bayang hitam.


"Maafkan Aku." Ucap Angelina lirih dan tidak berapa lama Angelina tidak sadarkan diri.


Angelina langsung di bawa ke ruang operasi sedangkan Mommy Adiria menatap ke arah Arsenio.


"Arsenio." Panggil Mommy Adira.


"Iya Mom." Jawab Arsenio yang tadi sempat membatu karena melihat Angelina batuk mengeluarkan darah.


"Kalau Kamu tidak mencintai Adira lebih baik lepaskan Dia dan jangan menikahi Angelina." Ucap Mommy Adira.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :

__ADS_1



__ADS_2