Ranjang Panas Sang CEO 5

Ranjang Panas Sang CEO 5
Bertemu Dengan Ke Lima Anak Kembar


__ADS_3

Serempak mereka mengarahkan pandangannya ke arah sumber suara. Kepala sekolah sangat terkejut melihat seorang pria yang dikenalnya membuat kepala sekolah menurunkan tangannya. Dia adalah Kevin orang kepercayaan Javier di mana Javier adalah pemilik sekolah yang bernama school Internasional Javier.


Kepala sekolah langsung menyembunyikan tangannya ke belakang kemudian menundukkan tubuhnya sebagai tanda hormat.


"Selamat pagi Tuan Kevin." Sapa kepala sekolah.


"Apa yang terjadi?" Tanya Kevin tanpa membalas sapaan kepala sekolah.


"Tidak ada apa-apa Tuan." Jawab kepala sekolah berbohong.


"Paman, Bapak kepala sekolah berbohong." Ucap ke lima anak kembar tersebut bersamaan.


Kevin langsung menundukkan kepalanya dan melihat ke lima anak kecil tersebut di mana mereka kembar dan sangat mirip dengan Javier namun versi kecil membuat mata Kevin membulat sempurna.


'Kenapa wajahnya sangat mirip dengan Tuan Muda Javier?' Tanya Kevin dalam hati.


'Kalau Tuan Muda Javier versi dewasa sedangkan ke lima anak kecil ini versi kecil.' Sambung Kevin dalam hati.


"Kevin, kita pergi ke perusahaan cabang sekarang!" perintah seorang pria tampan sambil matanya fokus menatap ke layar ponsel.


Hening


Hening


"Kevin." Panggil pria tampan tersebut.


Hening


Hening


"Kevin!" panggil pria tampan tersebut dengan nada satu oktaf sambil berjalan ke arah Kevin.


"Maaf, Tuan Muda Javier." ucap Kevin tersadar dari lamunannya.


Kevin yang sejak tadi memperhatikan ke lima anak kembar tersebut membuat pikirannya blank dan tidak sadar kalau Javier memanggilnya berulang kali.


Sedangkan ke lima anak kembar tersebut mendongakkan kepalanya ke atas dan menatap seorang pria tampan yang sangat mirip dengan mereka.


"Daddy." Panggil ke lima anak kecil tersebut bersamaan.


Deg


Deg


Deg

__ADS_1


Jantung Javier berdetak kencang ketika ke lima anak kecil tersebut memanggil dirinya dengan sebutan Daddy membuat Javier menundukkan kepalanya dan menatap ke lima anak kembar tersebut.


Matanya langsung membulat sempurna ketika melihat ke lima anak kembar tersebut sangat mirip dengan dirinya namun versi kecil sedang dirinya versi besar.


"Maaf Tuan Muda, ke lima anak kecil ini adalah anak haram dan saya berencana akan mengeluarkannya dari sekolah ini." Ucap kepala sekolah sambil menatap tajam ke arah ke lima anak kembar tersebut secara bergantian karena berani memanggil Javier dengan sebutan Daddy.


Grep Grep Grep


Grep Grep


"Hiks .... Hiks .... Hiks .... Daddy, Bapak Kepala Sekolah dan teman-temanku mengatakan kami anak haram padahal Daddy kami sibuk kerja di luar kota." Ucap anak pertamanya yang bernama Arsenio sambil terisak dan memeluk kaki Javier karena tubuhnya masih mungil di ikuti oleh ke empat adik kembarnya.


"Sekarang Daddy sudah datang, hukum mereka Daddy." Sambung Bagas putra ke duanya.


"Daddy hukum mereka semuanya kecuali Bu guru cantik yang selalu membela kami." Sambung Cairo putra ke tiga sambil menunjuk ke arah guru tersebut.


"Iya Daddy, hukum mereka." Sambung Draco dan Edison bersamaan.


"Maaf Tuan, mereka masih anak-anak jadi bicaranya sembarangan." Ucap kepala sekolahnya dengan nada halus sambil berjalan ke arah ke lima anak kembar tersebut.


"Kalian berlima hubungi ibu kalian dan katakan kalau mulai sekarang dan seterusnya kalian tidak bersekolah di sini. Lepaskan ke dua kaki Tuan Muda Javier!" Perintah Kepala Sekolah.


"Daddy." Panggil ke lima anak kembarnya bersamaan sambil masing-masing menarik ke dua kaki milik Javier.


Javier yang sejak tadi terdiam sambil mendengarkan ke lima anak kembar bicara akhirnya tersadar dari rasa terkejutnya ketika ke dua kakinya di tarik.


"Mulai sekarang dan seterusnya kalian semua tidak diijinkan sekolah di sini dan untuk Kepala sekolah beserta semua guru tunggu di ruang rapat sekolah!" Perintah Kevin.


"Panggil orang tua kalian kalau kalian tidak sekolah di sini lagi untuk selama - lamanya." Sambung Kevin.


"Kalian berlima ikut Daddy." Ucap Javier tiba-tiba.


Entah kenapa dirinya merasakan kalau ke lima anak kembar tersebut adalah anaknya karena itulah Javier menyebut dirinya dengan sebutan Daddy.


"Gendong Dad." Ucap ke lima anak kembarnya.


"Daddy hanya bisa menggendong tiga, dua lagi di gendong sama Paman Kevin ya." Ucap Javier dengan nada lembut.


Javier yang biasanya sangat dingin dan tidak pernah menuruti permintaan semua orang namun ketika bertemu dengan ke lima anak kembarnya berubah menjadi hangat ibarat seorang Ayah yang menyayangi putranya dan menuruti permintaannya.


"Baik Dad." Jawab ke lima anak kembarnya.


Bruk Bruk Bruk Bruk Bruk


Kepala sekolah dan para guru langsung berlutut meminta maaf karena telah menghina ke lima anak kembar tersebut namun Javier dan Kevin tidak memperdulikannya terlebih Javier hanya bisa menahan amarahnya.

__ADS_1


Dirinya tidak mungkin marah di depan ke lima anak kembarnya, seandainya saja tidak ada ke lima anak kembarnya sudah bisa dipastikan mereka langsung di siksa dan berakhir dengan kematian.


Dirinya tidak ingin ke lima anak kembarnya takut akan kekejamannya karena itulah Javier berusaha menahan amarahnya.


"Paman Kevin, jangan pecat Bu Guru Angel karena hanya Bu Guru Angel yang baik sama kami." Ucap Arsenio dan Bagas bersamaan.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sekedar informasi dan mengingatkan nama ke lima anak kembar tersebut adalah :


1.Arsenio bermakna gagah berani



Bagas bermakna anak yang tampan dan berhati baik


Cairo bermakna bermakna tampan, mempesona


Draco bermakna gagah seperti naga


Edison bermakna tampan, anak Adam



xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


"Angel, ikuti aku." Ucap Kevin.


"Baik Tuan." Jawab Angel patuh.


Ke tiga orang dewasa berjalan ke arah kantin karena ada yang ingin dibicarakan oleh Javier untuk ke lima anak kembarnya. Hingga mereka sampai di kantin, Javier dan Angel menyiapkan kursi untuk Javier dan ke lima anak kembar tersebut kemudian ....


"Anak-anak Daddy duduklah dan untuk Angel dan Kevin, kalian berdua urus lah mereka." Ucap Javier sambil menurunkan satu persatu ke tiga putra kembarnya dari gendongannya ke kursi makan.


"Baik Dad" jawab ke dua anak kembar yang tadi di gendong oleh Kevin bersamaan.


"Baik Tuan Muda." Jawab Kevin.


"Permisi Tuan." Sambung Angel.


Javier hanya menganggukkan kepalanya kemudian ke dua orang dewasa Kevin dan Angel pergi meninggalkan tempat tersebut. Javier menatap satu persatu ke lima anak kembar tersebut secara bergantian dengan jantung masih berdetak kencang.


'Kenapa aku merasa ke lima anak kembar itu adalah putraku? Tapi bukankah Adira sudah meninggal? Mana mungkin ke lima kecebong milikku aku berikan ke wanita lain karena aku hanya melakukan bersama Adira.' Ucap Javier dalam hati dengan wajah bingung.


'Apa jangan-jangan Adira masih hidup? Kalau masih hidup di mana Adira sekarang?' Tanya Javier dalam hati sambil masih menatap satu persatu anak kembarnya secara bergantian.

__ADS_1


"Siapa nama Ibu kalian?" Tanya Javier penasaran.


__ADS_2