
"Mangga muda bukannya asem, Tuan?" Tanya Kevin dengan wajah polos sekaligus bingung karena Javier mendadak meminta mangga muda.
"Aku tahu tapi sekarang Aku ingin makan mangga muda jadi cepatlah Kevin jangan banyak berpikir." Ucap Javier dengan nada kesal sambil duduk di sisi ranjang.
"Baik Tuan." Jawab Kevin patuh sambil membalikkan badannya dan berjalan ke arah pintu ruangan milik Javier.
"Oh ya aku ingin kamu memanjat pohon mangga dan memetik mangga mudanya langsung dari tanganmu." Ucap Javier.
"Baik Tuan." Jawab Kevin patuh sambil membuka pintu.
'Apa kata orang-orang jika melihat orang kepercayaan Tuan Javier sekaligus pria tampan setelah Tuan Javier sedang memanjat pohon mangga?' Tanya Kevin dalam hati sambil keluar pintu dan meninggalkan Javier sendirian di ruangannya.
"Apa yang terjadi dengan diriku? Kenapa perutku mual dan menginginkan mangga muda?" Tanya Javier sambil memijat kepalanya yang tidak pusing.
Javier berbaring ke ranjang sambil menatap langit-langit kamarnya namun pikirannya menerawang jauh.
"Kenapa aku sangat merindukan Adira dan ingin memeluknya?" Tanya Javier.
Entah kenapa tiba-tiba dirinya ingat ketika sedang melakukan hubungan suami istri bersama Adira.
"Si*l, adik kecilku jadi tegang." ucap Javier dengan nada kesal.
Javier memejamkan matanya namun belum ada lima menit perutnya kembali bergejolak membuat Javier turun dari ranjang dan berlari ke arah kamar mandi.
Tubuh Javier mulai lemas karena dari tadi bolak balik dari kamar mandi hingga Javier berjalan ke arah lemari pakaian. Javier mengambil pakaian yang sudah di jahit agak berantakan karena dirinya yang menjahit di mana pakaian tersebut adalah milik Adira waktu Javier menarik paksa hingga pakaian milik Adira robek.
"Pakaian ini yang di pakai oleh Adira sebelum Kami melakukan hubungan suami istri untuk pertama kalinya." Ucap Javier sambil menghirup pakaian tersebut.
"Kenapa tiba-tiba aku sangat merindukannya? Kenapa perutku tidak mual lagi?" Tanya Javier dengan wajah bingung sambil duduk di sisi ranjang.
Javier ingat ketika selesai memberikan hukuman untuk Tuan Robert, Loren dan Bela, Javier langsung kembali ke hotel kemudian mengambil pakaian milik Adira yang sudah robek akibat ulah dirinya hingga Javier menatap ke arah ranjang di mana dirinya melihat jejak percintaan dirinya dengan Adira.
Javier juga melihat ada bercak darah tanda dirinya sudah mengambil harta berharga yang selama ini di jaga oleh Adira. Javier duduk berlutut kemudian menangis sambil memeluk seprai tersebut. Rasa bersalah yang teramat sangat terhadap Adira membuat dadanya terasa sesak.
Seandainya waktu bisa diputar kembali Javier akan bertanggung jawab dan menikahi Adira tapi sayang waktu tidak bisa di putar kembali.
__ADS_1
Javier menarik sprei tersebut kemudian Javier menghubungi Kevin untuk membawa sprei untuk di simpan di ruangan rahasia milik Javier untuk dijadikan kenangan.
Selain itu Javier juga meminta Kevin untuk membeli minyak wangi seperti minyak wangi yang digunakan oleh Adira.
"Pakaian yang sobek ini sudah aku jahit dengan tanganku sendiri tanpa memperdulikan jari-jariku terluka terkena tusukan jarum." Ucap Javier sambil kembali berbaring.
Javier memeluk pakaian milik Adira sambil memejamkan matanya dan tidak membutuhkan waktu lama Javier tidur dengan pulasnya.
xxxxxxx
Lima Tahun Kemudian
Tidak terasa waktu berlalu dengan cepatnya dan Adira sudah melahirkan lima bayi kembar yang sangat lucu.
Mereka di beri nama :
1.Arsenio bermakna gagah berani
Bagas bermakna anak yang tampan dan berhati baik
Draco bermakna gagah seperti naga
Edison bermakna tampan, anak Adam
Kini usia mereka sudah empat tahun, ke lima anak laki-laki kembar semuanya sangat mirip dengan Javier dari pada Adira.
"Mommy ... Mommy ..." Panggil ke lima anak kembarnya ketika melihat Adira habis pulang dari perusahaan milik Daddy Rico yang sudah diserahkan ke dirinya. .
Waktu Adira mengalami jatuh dari tangga akibat ulah Bela dan Loren di tambah Javier, Adira mengalami kelumpuhan. Daddy Rico dan Mommy Karen membawa Adira untuk berobat ke alternatif hingga beberapa bulan kemudian Adira bisa kembali berjalan.
Setelah bisa berjalan dengan normal, Daddy Rico meminta Adira untuk menggantikannya sebagai CEO di salah satu cabang perusahaan miliknya. Adira dengan penuh semangat belajar dan belajar hingga akhirnya Adira bisa menjadi CEO milik Daddy Rico hingga sekarang.
__ADS_1
"Ada apa sayang?" Tanya Adira dengan nada lembut.
"Mommy, lusa kami berlima ikut berbagai lomba di sekolah. Mommy bisa tidak datang ke sekolah kami?" Tanya Arsenio putra pertamanya.
"Jam berapa sayang?" Tanya Adira.
"Dari jam delapan pagi sampai sore, Mom." Jawab ke lima anak kembarnya bersamaan.
"Baik Mommy akan usahakan datang karena jam tujuh pagi Mommy ada meeting dengan klien Mommy." Ucap Adira.
"Sekarang Mommy mandi dulu setelah itu kita makan bersama." Sambung Adira.
"Baik Mom." Jawab ke lima anak kembarnya bersamaan.
Adira berjalan ke arah kamarnya dengan tubuh lelahnya. Tubuhnya sangat lelah karena bangun jam setengah empat pagi untuk menyiapkan bekal untuk ke lima anak kembarnya kemudian mengantarnya ke sekolah.
Selesai mengantar Adira langsung berangkat ke kantor hingga sore hari dan terkadang hingga malam. Ke lima anak kembarnya di jemput oleh baby sister dan di kawal oleh bodyguard yang dulunya bekerja dengan Ayahnya dan kini masih bekerja dengan dirinya.
'Tubuhku sangat lelah, seandainya aku ingat akan masa laluku dan pria yang telah menodai diriku bertanggung jawab. Mungkin aku bisa mengurangi rasa lelahku apalagi aku sangat sedih melihat ke lima putraku yang sering melihat ke tiga Kakak kembarku bersama dengan anak-anak mereka dan juga para sepupuku bersama anak-anak mereka." Ucap Adira dalam hati.
Adira berendam di bathtub sambil menatap ke arah langit - langit kamar mandi sambil berusaha mengingat tentang masa lalu tapi yang ada dirinya sangat pusing membuat Adira berhenti untuk mengingatnya.
"Aku akan hubungi Kak Rey atau Kak Ray atau Kak Adara siapa tahu mau menemani ke lima anak kembarku untuk berjaga-jaga kalau Aku datang terlambat ke sekolah." Ucap Adira.
Lima belas menit kemudian Adira selesai mandi dan sudah memakai pakaian tidur. Adira menghubungi ke tiga Kakak kembarnya namun sayang ke tiga kakak kembarnya Adira sibuk juga mereka juga ada acara di sekolah anak mereka.
"Sudahlah, Aku akan secepatnya menyelesaikan pekerjaanku setelah itu Aku akan pergi ke sekolah ke lima anak kembarku." Ucap Adira sambil berbaring di ranjang.
Adira menyimpan ponselnya di meja dekat ranjang dan tidak membutuhkan waktu lama dirinya tidur dengan pulasnya.
xxxxxxx
Di tempat yang berbeda di mana dua pria menembak mati karyawannya yang bekerja sebagai manager keuangan karena telah melakukan korupsi. Siapa lagi kalau bukan Javier dan Kevin yang berada di markas mereka.
"Tuan, lusa ada acara ulang tahun school Internasional Javier, apakah Tuan akan datang?" Tanya Kevin.
__ADS_1
"Ya, belikan tiket pesawatnya." Ucap Javier sambil berjalan meninggalkan markas tersebut dengan diikuti oleh Kevin.
"Baik Tuan." Jawab Kevin dengan patuh.