Ranjang Panas Sang CEO 5

Ranjang Panas Sang CEO 5
Ingin Menikah


__ADS_3

"Arsenio, Kamu serius ingin menikah dengan gadis ini?" tanya Daddy Rico dan Daddy Javier secara bersamaan.


"Maaf Opa dan Daddy, Arsenio serius bahkan sangat serius untuk menikah dengan gadis ini " Jawab Arsenio.


"Tapi gadis ini telah menabrak Oma mu." Ucap Daddy Rico.


"Maaf Opa, Daddy keputusanku sudah bulat dan tidak akan pernah bisa berubah. Minggu depan kami akan menikah dan kamu ikut kami menemui Oma kesayangan ku yang terbaring di rumah sakit," perintah Arsenio sambil menunjuk ke arah Angelina.


Grep


"Arsenio, Daddy ingin bicara denganmu." ucap Daddy Javier sambil menarik tangan Arsenio.


"Opa juga ikut dan kalian berempat awasi gadis ini." Ucap Daddy Rico.


"Baik Opa." Jawab ke empat anak kembar tersebut bersamaan.


"Lebih baik Kalian tunggu Kami di garasi mobil sambil membawa gadis ini." Ucap Daddy Rico yang enggan menanyakan nama gadis tersebut.


"Baik Opa." Jawab ke empat anak kembar tersebut bersamaan lagi.


Daddy Rico, Daddy Javier dan Arsenio keluar dari ruangan tersebut menuju ke ruang kerja milik Arsenio yang diwariskan oleh Daddy Javier.


"Kamu serius menikah dengan gadis itu?" Tanya Daddy Javier.


"Iya Dad." Jawab Arsenio.


"Apa yang membuatmu mau menikah dengan gadis jahat itu?" Tanya Daddy Javier.


"Ingat Arsenio, gadis itu sangat jahat telah menabrak Oma terlebih Kita tidak pernah tahu latar belakang gadis itu." sambung Daddy Rico.


"Opa dan Daddy, Arsenio akan menikah dengan gadis itu untuk Arsenio siksa hingga akhirnya gadis itu bunuh diri. Kami akan menikah secara kontrak setelah kontrak habis dipastikan gadis itu pergi dari kehidupan Arsenio untuk selama-lamanya." ucap Arsenio.


"Kalau Mommy sampai tahu pasti Mommy tidak akan setuju." Ucap Daddy Javier.


"Kalau begitu jangan katakan sama Mommy cukup Kita saja yang tahu." Ucap Arsenio.


"Baiklah tapi ingat jangan mudah jatuh cinta karena Daddy tidak mau Kamu dan keluarga besar Kita terluka oleh gadis itu." Ucap Daddy Javier.


"Daddy jangan kuatir, Arsenio tidak akan mungkin mencintainya." Ucap Arsenio.


"Syukurlah, kalau begitu Kita kembali lagi ke tempat penyiksaan." Ucap Daddy Javier.


"Baik Dad." Jawab Arsenio patuh.

__ADS_1


"Javier." Panggil Daddy Rico.


"Iya Dad." Jawab Daddy Javier.


"Selama Kalian menikah, Kamu tidak pernah menyiksa istrimu kan?" Tanya Daddy Rico penasaran karena selama ini putrinya tidak pernah cerita kalau dirinya di siksa.


"Javier tidak mungkin melakukan itu Dad, karena Adira belahan hidupku." Ucap Daddy Javier dengan jujur.


"Daddy mengatakan ini karena Daddy melihat di markas milikmu banyak alat penyiksaan." Ucap Daddy Rico.


"Alat itu digunakan khusus musuh yang melakukan kesalahan besar." Ucap Daddy Javier.


"Daddy percaya padamu kalau Kamu tidak akan menyiksa istrimu." Ucap Daddy Rico.


"Terima kasih atas kepercayaan Daddy." Ucap Daddy Javier.


Daddy Rico hanya menganggukkan kepalanya hingga akhirnya langkah mereka berhenti di garasi mobil di mana Bagas, Cairo, Draco dan Edison serta Angelina menunggu mereka.


"Bagas dan Cairo, Kalian berdua ikut Kami." Ucap Daddy Rico.


"Baik Opa." Jawab Bagas dan Cairo bersamaan.


Daddy Rico, Daddy Javier, Bagas dan Cairo masuk ke dalam mobil dan meninggalkan mereka menuju ke rumah sakit.


"Aku duduk di mana?" tanya Angelina ketika melihat mobil pertama sudah pergi dan hanya tinggal tiga mobil yang tersisa.


Angelina hanya menganggukkan kepalanya tanpa banyak bicara sedikitpun kemudian Angelina masuk ke dalam mobil begitu pula dengan Arsenio, Draco dan Edison.


Mobil itupun pergi meninggalkan markas dan di ikuti oleh ke dua mobil di mana dua mobil tersebut merupakan anak buah Daddy Javier. Ke tiga mobil tersebut melaju ke arah rumah sakit.


"Tuan, apakah Tuan serius menikah denganku?" Tanya Angelina yang masih penasaran dengan ucapan Arsenio di depan keluarganya.


Kini Angelina sudah sampai di rumah sakit bersama Arsenio dan ke empat adik kembarnya. Mereka melihat keluarga besarnya sudah datang dan menunggu di ruang ICU karena mereka tidak mungkin bisa masuk semuanya ke ruang ICU secara bersama-sama.


"Gadis ini yang menabrak mommy ku?" tanya Rey putra pertama pasangan Mommy Karen dengan Daddy Rico sambil menatap Angelina dari atas hingga ke bawah membuat Angelina menundukkan kepalanya.


"Benar Paman," jawab Arsenio.


"Kenapa kamu menabrak mommy ku? Apa salah mommy ku?" tanya Ray putra ke dua pasangan Mommy Karen dengan Daddy Rico.


"Maaf," jawab Angelina singkat sambil masih menundukkan kepalanya.


"Apa kamu tahu gara - gara perbuatan mu mommy ku koma dan tidak tahu kapan mommy ku sadar," desis Rey dan Ray bersamaan sambil menatap Angelina dengan tatapan tajam seakan ingin membunuhnya.

__ADS_1


"Tante melihat dari wajahmu kalau kamu adalah gadis baik - baik tapi kenapa kamu menabrak Mommy Ku setelah itu kabur dan meninggalkannya di tengah jalan?" tanya Adara putri ke tiga pasangan Mommy Karen dengan Daddy Rico dengan nada lembut.


"Perasaanku juga sama Kak, kalau gadis ini adalah gadis baik-baik. Siapa namamu?" Tanya Adira putri ke empat pasangan Mommy Karen dengan Daddy Rico dengan nada ikut lembut.


"Namaku Angelina Nyonya dan maafkan Angelina yang sudah menabrak Nyonya Besar. Angelina siap di hukum tanpa berani melawan karena Angelina sadar kalau Angelina salah." ucap Angelina sudah pasrah apapun yang akan terjadi nantinya.


"Tentu saja Kamu harus Kami hukum." Ucap Rey dan Ray bersamaan.


Rey dan Ray yang tidak bisa menahan amarahnya mengangkat tangannya ke atas untuk menampar Angelina sedangkan Angelina yang tahu akan di tampar hanya memejamkan matanya seakan dirinya pasrah jika di tampar oleh Rey dan Ray.


Grep


"Tunggu kak Rey dan Kak Ray, Aku merasa kalau Angelina pasti tidak sengaja melakukannya ketika menabrak Mommy." Ucap Katarina istri Rey sambil menahan tangan suaminya agar tidak menampar Angelina.


Grep


"Apa yang dikatakan Kak Katarina kemungkinan adalah benar. Aku merasa kalau gadis ini baik - baik." sambung Abigail istrinya Ray sambil menahan tangan suaminya.


"Apa yang dikatakan kak Katarina dan Kak Abigail kemungkinan benar. Apa jangan - jangan kalian salah tangkap orang?" tanya Adira sambil menatap ke arah ke lima anak kembarnya bergantian.


"Kami tidak mungkin salah menangkapnya karena mobil yang menabrak Oma berada di apartemennya," jawab Arsenio.


"Darimana kalian tahu kalau mobil itu yang menabrak Oma kalian?" tanya Mommy Nicole yang sejak tadi diam.


"Dari rekaman cctv, Nenek Buyut." jawab ke lima pemuda tampan tersebut bersamaan yang wajahnya sangat mirip.


"Tapi Tante merasa jika gadis ini tidak menabrak Oma kalian seperti yang dikatakan Adara, Adira, Katarina dan Abigail." ucap Adriana yang sejak tadi mendengarkan percakapan mereka.


"Maaf, aku yang menabraknya jika memang aku mendapatkan hukuman aku akan menerimanya karena ini salahku," jawab Angelina yang ingin melindungi Ibu kandungnya sambil masih menundukkan kepalanya.


"Aku akan menghukumnya dengan menikahinya," jawab Arsenio.


"Apa??" teriak mereka serempak dengan wajah terkejut kecuali Daddy Rico, Daddy Javier dan ke empat adik kembarnya


"Paman tidak setuju jika kamu menikah dengan orang yang menabrak mommy ku," ucap Rey dan Ray bersamaan sambil menatap tajam ke arah ponakannya.


"Maaf Paman, Aku tetap pada pendirian yaitu menikahi Angelina." Ucap Arsenio.


"Kak Rey dan Kak Ray, Aku mohon sekali ini saja menghormati keputusan putraku untuk menikah dengan Arsenio." Mohon Adira.


'Aku merasa kalau Angelina adalah gadis baik-baik karena itulah Aku merestui hubungan mereka dan semoga saja pernikahan mereka menjadi langgeng.' Sambung Adira dalam hati.


Grep

__ADS_1


Grep


Katarina menggenggam tangan Rey sedangkan Abigail menggenggam tangan Ray tanda untuk menghormati keputusan Adira. Membuat ke dua pria tampan tersebut menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


__ADS_2