
"Sekarang kalian tidur dan besok pagi Mommy dan Daddy akan mengantar kalian ke sekolah." Ucap Adira dengan nada lembut.
"Tapi Mom, Kami ingin tidur di peluk sama Daddy." Pinta ke lima anak kembarnya bersamaan.
"Coba tanya sama Daddy." Ucap Adira.
"Daddy." Panggil ke lima anak kembaran bersamaan.
"Boleh, tapi kalian tidur dulu nanti Daddy nyusul." Jawab Javier sambil tersenyum.
"Benar ya Dad." Ucap ke lima anak kembarnya bersamaan lagi.
"Benar, Daddy makan dulu setelah selesai baru menemani Kalian tidur." Jawab Javier.
'Padahal Aku ingin tidur bersama Adira, tapi sudahlah kapan-kapan Kami pasti bisa tidur bersama.' Sambung Javier dalam hati.
Ke lima anak kembar tersebut tersenyum bahagia kemudian pergi meninggalkan mereka berdua membuat Javier tersenyum bahagia karena dirinya tidak menyangka kalau sebentar lagi akan memiliki keluarga. Tidak lagi kesepian seperti biasanya tanpa ada orang yang menemaninya di kala dirinya ingin menceritakan tentang kehidupannya.
Javier sangat senang Adira memanggil dirinya dengan sebutan Daddy membuat Javier berjanji untuk tidak menyakiti Adira dan melindungi Adira dan keluarganya walau nyawa menjadi taruhannya.
"Kok Kak Javier bengong? Makanlah nanti keburu dingin." Ucap Adira.
"Ok." Jawab Javier singkat.
__ADS_1
Javier mulai menyendok makanannya kemudian memasukkannya ke dalam mulutnya. Javier sangat terkejut ketika merasakan masakan Adira sangat enak dan sesuai dengan seleranya.
"Maaf kalau kurang enak." Ucap Adira yang melihat Javier terdiam sambil memejamkan matanya.
"Tidak, justru makanannya sangat enak." Jawab Javier sambil kembali menyendok kan makanannya.
"Syukurlah kalau Kak Javier suka." Ucap Adira.
Javier hanya tersenyum kemudian melanjutkan makan sedangkan Adira menemani Javier makan tanpa mengeluarkan suara sedikitpun. Hingga lima belas menit kemudian Javier sudah selesai makan dan minum.
"Aku akan temani anak-anak tidur dulu." Ucap Javier sambil berdiri.
"Ya, anak-anak pasti menunggu." Ucap Adira sambil mengambil piring dan gelas yang tadi digunakan oleh Javier kemudian berjalan ke arah wastafel.
"Tidak usah, temani anak-anak pasti mereka sudah menunggu Daddy." Ucap Adira tanpa sadar memanggil Javier dengan sebutan Daddy.
Grep
"Coba katakan sekali lagi." Pinta Javier sambil memeluk pinggang Adira dari arah belakang.
"Yang mana?" Tanya Adira sambil melepaskan pelukan Javier.
"Biarkan seperti ini, sebentar saja." Ucap Javier sambil mencium arona Adira yang selama ini dirindukannya.
__ADS_1
Adira memejamkan matanya dan menghirup aroma Javier yang membuat dirinya merasa nyaman.
Cup
"Aku sangat senang ketika Kamu memanggilku dengan sebutan Daddy." Ucap Javier kemudian mencium leher Adira dengan singkat.
Tindakan Javier membuat tubuh Adira seperti terkena sengatan listrik dan entah kenapa dirinya menginginkan lebih dari sekedar ciuman.
Javier melepaskan pelukannya kemudian membalikkan tubuh Adira agar menatap dirinya, Javier melihat wajah Adira bersemu merah.
Javier menatap bibir Adira membuat Javier mendekatkan wajahnya ke wajah Adira. Adira yang tahu akan di cium menutup matanya membuat Javier tersenyum usil.
'Ingin di cium ya?' Tanya Javier dengan suara berbisik tepat di telinga Adira.
Adira membuka matanya dengan wajah kesal membuat Javier tersenyum melihat wajah kesal Adira.
Bugh
"Nyebelin." Ucap Adira sambil memukul bahu Javier.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :
__ADS_1