
Karena tubuhnya yang sangat lelah di tambah rasa kantuk yang teramat sangat membuat Adira berjalan ke arah ranjang kemudian berbaring. Tidak membutuhkan waktu yang lama Adira tidur dengan pulasnya.
xxxxxxxxxx
Di tempat yang berbeda seorang pria membanting semua barang-barang yang ada di dekatnya sambil berteriak dan memaki seseorang.
"Si*l ... Rencanaku untuk menguasai perusahaan tidak berhasil. Jika saja ke dua orang itu tidak ikut campur pasti semua saham itu menjadi milikku." Ucap pria tersebut.
Ceklek
Tiba-tiba seseorang membuka pintu nya dengan lebar kemudian seorang gadis cantik masuk ke dalam diikuti oleh suaminya.
"Ada apa Papi? Kenapa kamar Papi seperti kapal pecah?" Tanya gadis itu.
"Suami mu sama sekali tidak bisa kerja jadi mulai besok dan seterusnya tidak usah datang ke kantor." Ucap Ayahnya dengan nada kesal karena mempunyai menantu yang tidak bisa melakukan sesuatu yang berguna.
"Siapa bilang Aku tidak bisa kerja? Semua laporan sudah Aku kerjakan sesuai perintah Bu Adira." Jawab menantunya sambil menahan kesal.
"Tapi yang ngerjain semua pekerjaanmu anak buah mu kan?" Tanya Ayah mertuanya dengan nada menyindir.
"Memang benar, tapi kan mereka mendapat gaji jadi sudah seharusnya membantuku." Jawab menantunya tidak mau kalah.
"Memang benar tapi mulai sekarang dan seterusnya Adira tidak mengijinkannya jadi kalau Kamu mau kerja di perusahaan Papi, Kamu harus mengerjakan sendiri jika tidak maka Kamu di pecat dari perusahaan." Jawab Ayah mertuanya.
__ADS_1
"Apa? Selama bertahun-tahun Papi yang berkuasa dan diberikan kepercayaan untuk mengurus perusahaan cabang sedangkan wanita itu yang jelas-jelas baru datang sok berkuasa." Ucap anaknya dengan nada kesal.
"Bukan Kamu saja yang kesal, Papi juga kesal dengan wanita itu. Punya anak tapi Ayah dari ke lima anak itu tidak jelas asal usulnya dari mana. Apa pantas menjadi seorang pemimpin di perusahaan cabang yang Papi pimpin selama ini." ucap pria tersebut sambil menahan amarahnya.
"Betul kata Papi, Kita harus bisa melakukan sesuatu agar wanita itu tidak lagi memimpin di perusahaan. Karena hanya Papi yang pantas menjadi pemimpin di perusahaan cabang itu." Ucap anaknya.
"Apa yang dikatakan Bela memang benar dan Aku ada ide untuk mencelakai Bu Adara." Ucap pria tersebut.
"Apa rencana mu, Nelson?" Tanya Ayah mertuanya penasaran begitu pula dengan Bela.
Nelson menceritakan ide jahatnya sedangkan Bela dan Ayahnya Bela mendengarkan hingga selesai.
"Itulah rencana ku, bagaimana Papi?" Tanya Nelson.
"Boleh." Jawab Ayahnya Bela dan Nelson bersamaan.
Bela menceritakan rencana jahatnya sedangkan Ayah dan suaminya mendengarkan apa yang dikatakan oleh Bela sambil sesekali tersenyum puas.
"Papi setuju, rencana kalian sangat bagus." Puji Ayahnya Bela.
"Tentu dong." Ucap Bela dan Nelson bersamaan.
"Sudah malam, Kami ingin tidur dulu Pi." Ucap Bela sambil menguap.
__ADS_1
"Istirahatlah." Ucap Ayahnya Bela.
Bela dan Nelson keluar dari kamar Ayahnya menuju ke kamar mereka untuk istirahat sedangkan Ayahnya menghubungi pelayannya untuk membersihkan kamarnya yang seperti kapal pecah.
xxxxxxxxxx
Malam menjelang pagi, seperti biasa Adira sudah bangun pagi-pagi dan sedang memasak bersama Mommy Nicole dan Mommy Karen.
"Javier, menginap?" Tanya Mommy Karen.
"Menginap Mom." Jawab Adira.
"Tidur sama Kamu?" Tanya Mommy Karen.
"Tidak Mom, sama anak-anak." Jawab Adira.
"Oh, kirain tidur sama Kamu." Jawab Mommy Karen.
"Aduh." Ucap Mommy Karen tiba-tiba.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :
__ADS_1