
"Kenapa Mommy bilang seperti itu?" Tanya Arsenio.
Mommy Adira mengeluarkan ponselnya kemudian mengutak atik ponselnya untuk mencari rekaman video cctv setelah ketemu ponselnya diberikan ke Arsenio.
"Tontonlah sampai selesai." Ucap Mommy Adira.
Arsenio menerima ponsel milik Mommy Adira kemudian menekan tombol play.
xxxxxxxxxx Rekaman CCTV On xxxxxxxxxx
Dua orang berpakaian seragam dokter dan perawat dengan menggunakan masker, masuk ke dalam ruang perawatan di mana Angelina di rawat.
Angelina." Panggil perawat tersebut.
"Mommy." Panggil Angelina dengan wajah terlihat sangat terkejut
"Benar Aku adalah Mommy mu." Jawab suster tersebut.
"Kenapa Mommy menyamar menjadi perawat?" Tanya Angelina dengan wajah bingung.
Plak
__ADS_1
Plak
Tanpa menjawab wanita itu menampar ke dua pipi Angelina kanan dan kiri hingga ke dua sudut bibirnya mengeluarkan darah segar membuat Angelina sangat terkejut sambil memegangi ke dua pipinya yang terasa perih.
"Mommy kenapa menampar wajahku?" Tanya Angelina dengan mata berkaca-kaca.
"Dasar anak bod*h! Kenapa Kamu menjadikan tubuhmu sebagai tameng pria itu? Hah!" Bentak wanita itu.
"Jadi Mommy yang menyuruh seseorang untuk menembak Tuan Arsenio?" Tanya Angelina dengan wajah terkejut.
"Memang benar Mommy yang menyuruh seseorang untuk menembak pria itu tapi dengan bodohnya menjadikan tubuhmu sebagai tamengnya." Ucap wanita itu.
"Memang benar Mommy yang sengaja menabrak wanita tua itu dan kenapa Mommy melakukan itu? Itu dikarenakan mereka telah membuat Kakak kesayangan Mommy mati di bunuh oleh mereka." Jawab wanita itu sambil menahan amarahnya.
Angelina sangat terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Belia membuat Angelina menutup mulutnya dengan menggunakan ke dua tangannya.
"Ada yang datang." Ucap pria yang menyamar sebagai dokter sambil menekan benda yang menempel di telinganya.
"Mommy minta berikan racun ini ke dalam minuman pria itu." Ucap Belia sambil meletakkan botol yang berisi racun di sisi ranjang Angelina.
"Lakukan perintah Mommy jika tidak Mommy tidak akan segan-segan menghukum dirimu." Sambung Belia sambil membalikkan badannya.
__ADS_1
"Apakah Mommy yang menyamar sebagai diriku dan melakukan hubungan suami istri bersama dua pria?" Tanya Angelina memastikan.
"Tepat sekali, jadi jangan coba-coba tidak menuruti permintaan Mommy kalau tidak Mommy akan membuatmu malu dan di hukum oleh pria itu." Jawab Belia sambil berjalan.
"Kenapa Mommy sangat jahat padaku? Apa salahku Mom?" Tanya Angelina dengan mata berkaca-kaca.
"Karena Kamu sangat mirip dengan pria yang sangat Mommy benci yaitu Daddy mu karena itulah Mommy sangat jahat sama Kamu." Jawab Belia tanpa punya perasaan sambil membuka gagang pintu.
Angelina sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Belia membuat Angelina menangis. Hatinya sangat terluka namun tidak berdarah, dirinya sangat tulus menyayangi Ibunya namun Ibunya sangat membenci dirinya.
"Maaf Mom, aku tidak akan menuruti permintaan Mommy karena Aku tidak mau menjadi seorang pembunuh. Sudah cukup Aku membunuh Daddy dan Aku tidak perduli apa yang Mommy lakukan padaku." Ucap Angelina sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
"Jika Kak Arsenio menyiksaku maka Aku akan bertahan sampai Omanya Kak Arsenio sadar dari komanya barulah Aku akan pergi dari kehidupan Kak Arsenio dan juga Mommy di mana tidak ada orang yang mengenal diriku." Ucap Angelina.
xxxxxxxxx Rekaman CCTV Off xxxxxxxxxx
"Berarti botol itu berisi racun untuk membunuhku?" Tanya Arsenio dengan wajah terkejut dengan apa yang baru ditontonnya.
"Tepat sekali dan botol itu di minum oleh Angelina." Jawab Mommy Adira sambil berjalan ke arah lemari kecil dekat ranjang.
"Kenapa Ibunya Angelina ingin membunuhku? Kenapa Angelina membunuh Ayahnya?" Tanya Arsenio.
__ADS_1