Ranjang Panas Sang CEO 5

Ranjang Panas Sang CEO 5
Apa yang harus Aku lakukan?


__ADS_3

Kini Javier dan Adira berada di perusahaan milik Javier lebih tepatnya di ruang kerja milik Javier. Javier duduk di kursi kebesarannya sedangkan Adira duduk di kursi saling berhadapan hanya di batasi oleh meja.


"Kak Javier." Panggil Adira yang melihat Javier sedang mengecek satu persatu dokumen yang menumpuk di meja.


"Apakah Mommy lupa?" Tanya Javier sambil menandatangani dokumennya.


"Lupa apa?" Tanya Adira.


"Mulai sekarang dan seterusnya panggil Aku, Daddy sedangkan Daddy memanggil mu dengan sebutan Mommy." Jawab Javier sambil mengambil dokumen ke dua untuk di periksa.


"Maaf, Aku belum terbiasa." Ucap Adira.


"Tidak apa-apa santai saja." Jawab Javier sambil menandatangani dokumen tersebut.


Adira hanya menganggukkan kepalanya kemudian menatap sekeliling ruangan Javier hingga dirinya melihat foto dirinya yang diletakkan di atas meja dekat lemari.


"Mommy ingin bicara apa?" Tanya Javier sambil menghentikan pekerjaannya dan menatap wajah cantik Adira.


"Bukankah itu foto lama Mommy?" Tanya Adira sambil menunjuk pigura.


"Memang benar itu foto lama Mommy, memang kenapa?" Tanya Javier.


"Perasaan Mommy tidak pernah memberikan foto ke Daddy. Apakah Daddy mengambil foto Mommy dari media sosial?" Tanya Adira.


"Tepat sekali." Jawab Javier sambil kembali mengecek dokumen.


"Kenapa foto Mommy di cetak dan di pasang?" Tanya Adira penasaran.


"Jika Daddy merindukan Mommy maka Daddy akan menatap foto Mommy dan juga bisa membuat Daddy semangat untuk kerja." Jawab Javier sambil turun dari kursi kebesarannya kemudian berjalan ke arah Adira.

__ADS_1


"Selain di ruang kerja Daddy ada juga di kamar tidur. Setiap hari Daddy memeluk foto Mommy tapi untuk seterusnya Daddy tidak akan begitu lagi." Ucap Javier sambil berdiri membelakangi Adira.


"Kenapa tidak memeluk fotoku?" Tanya Adira dengan wajah sendu sambil mendongakkan kepalanya ke atas menatap wajah tampan calon suaminya.


Cup


"Karena orang yang Aku peluk sudah ada jadi Daddy meluk Mommy. Memang Mommy mau melihat Daddy memeluk foto Mommy?" Tanya Javier sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Adira kemudian mencium bibirnya secara singkat.


"Daddy ingin lagi, bolehkah?" Tanya Javier yang sudah kecanduan dengan tubuh calon istrinya.


"Badanku sangat lelah Dad." Jawab Adira.


"Daddy yang kerja sedangkan Mommy nikmati saja." Ucap Javier.


Adira hanya menganggukkan kepalanya membuat Javier tersenyum bahagia kemudian Javier menggendong tubuh Adira. Javier membawanya ke kamar pribadinya di mana Adira melihat banyak foto dirinya yang di pasang di ruang kerja milik Javier.


Kini Javier sudah selesai mandi dan mengambil pakaian kerja yang di simpan nya di dalam lemari pakaiannya.


"Daddy." Panggil Adira.


"Ya." Jawab Javier sambil membalikkan badannya menatap wajah cantik Adira.


"Mommy tadi sempat melihat di dalam lemari ada pakaian wanita, apakah Daddy juga melakukan apa yang kita barusan lakukan bersama wanita lain?" Tanya Adira sambil menatap wajah tampan Javier dengan mata berkaca-kaca.


Javier tersenyum mendengar ucapan Adira membuat Javier berjalan ke arah istrinya yang masih berbaring di ranjang.


Cup


"Di dalam lemari itu sebagian milik Daddy dan sebagian milik Mommy. Mengenai hubungan suami istri, jujur Daddy hanya melakukan sama Mommy dan tidak ada wanita lain termasuk kamar ini hanya Mommy satu-satunya yang masuk ke kamar pribadi milik Daddy." Jawab Javier kemudian mengecup bibir istrinya secara singkat.

__ADS_1


"Bukannya Mommy baru pertama kali ke kamar ini tapi kenapa ada pakaian untuk Mommy?" Tanya Adira.


"Memang benar tapi Daddy sangat yakin suatu saat nanti Mommy akan datang ke sini dan ternyata keyakinan Daddy terbukti Mommy datang menemani Daddy bekerja sekaligus melakukan hubungan suami istri." Jawab Javier sambil mengusap rambut Adira dengan lembut.


"Mommy percayalah sama Daddy sampai kapanpun Daddy akan setia dengan Mommy." Ucap Javier.


Grep


Adira bangun kemudian duduk saling berhadapan dengan Javier lalu memeluk nya dengan erat.


"Maaf kalau Mommy curiga sama Daddy tapi mulai sekarang Mommy percaya sama Daddy kalau Daddy sangat tulus mencintai Mommy." Ucap Adira.


"Terima kasih karena Mommy percaya sama Daddy." Ucap Javier sambil membalas pelukan istrinya.


Setelah beberapa saat mereka melepaskan pelukannya kemudian saling menatap sambil tersenyum bahagia.


"Sekarang Daddy mau kerja nanti siang kita jemput anak kita lalu Kita pergi ke butik untuk mencari dan mencoba gaun pengantin." Ucap Javier.


"Mommy kalau lelah istirahat saja dulu nanti Daddy bangunin." Sambung Javier.


Adira hanya menganggukkan kepalanya kemudian berbaring di ranjang sedangkan Javier pergi meninggalkan kamar pribadinya menuju ke ruang kerjanya.


Namun belum ada lima belas menit ponsel milik Adira berdering dua kali tanda ada pesan masuk. Adira mengambil ponsel miliknya yang ada di meja dekat ranjang kemudian membuka isi pesan tersebut.


"Jika salah satu anakmu ingin selamat, datang ke gudang tua di pinggir hutan. Hanya seorang diri kalau tidak maka bisa Aku pastikan putramu tidak akan selamat."


Adira membuka pesan ke dua yang berisi gambar dan matanya membulat sempurna melihat putra sulungnya yang bernama Arsenio duduk di kursi dengan ke dua tangan dan ke dua kakinya di ikat.


"Apa yang harus Aku lakukan? Apakah Aku akan mengatakan ke Kak Javier dan keluargaku?" Tanya Adira pada dirinya sendiri sambil turun dari ranjang kemudian berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket dengan mandi secara kilat.

__ADS_1


__ADS_2