Ranjang Panas Sang CEO 5

Ranjang Panas Sang CEO 5
Ada apa Arsenio?


__ADS_3

"Nanti Tuan Arsenio tahu." Jawab Angelina sambil menerima ponselnya dari tangan Arsenio.


Ting


Baru saja memegang ponselnya bersamaan ponselnya berdering sekali tanda ada pesan masuk. Angelina langsung membuka isi pesan tersebut dan ternyata Ibunya. Angelina mulai membacanya kata demi kata kemudian menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


Tanpa menjawab permintaan Ibunya, Angelina langsung membuka aplikasi m-banking kemudian mengecek saldo tabungan yang masih tersisa sepuluh milyar dolar.


'Mommy sudah memakai uang satu milyar dolar untuk membeli mansion, aset berharga milik Mommy, racun dan menyewa pembunuh bayaran.' Ucap Angelina dalam hati.


'Maaf Mom, untuk hari ini dan seterusnya Aku tidak lagi menuruti permintaan Mommy karena Aku tidak ingin keluarga besar Tuan Arsenio ataupun keluarga lainnya tersakiti akibat ulah Mommy.' sambung Angelina dalam hati.


"Tuan Arsenio." Panggil Angelina.


"Ya." Jawab Arsenio singkat.


"Boleh Aku minta nomer rekening Tuan Arsenio?" Tanya Angelina.

__ADS_1


Tiba-tiba kepala Angelina mulai terasa sakit kembali membuat Angelina berusaha untuk melawan rasa sakit.


Dewi Arumi yang melihat Angelina menahan rasa sakit ingin memeriksa kondisi Angelina namun Angelina menatapnya sekilas kemudian menggelengkan kepalanya sebanyak dua kali tanda dirinya tidak ingin di periksa.


'Aku mohon jangan pingsan dulu, Aku harus kuat sampai semua uang peninggalan Daddy tidak disalahgunakan sama Mommy dengan cara Aku akan memberikan uang peninggalan Daddy untuk diberikan ke Tuan Arsenio agar diberikan ke orang yang tepat. Karena Aku merasa kalau Tuan Arsenio adalah pria baik walau sedikit arogant.' ucap Angelina dalam hati sambil memejamkan matanya sebentar untuk melawan rasa sakit.


"Buat apa?" Tanya Arsenio dengan wajah terkejut begitu pula dengan yang lainnya.


"Nanti Kak Arsenio akan tahu." Jawab Angelina.


Arsenio pun menyebutkan nomer rekening yang masih kosong untuk berjaga-jaga kalau Angelina ingin menguras uangnya. Angelina dengan ke dua ibu jarinya yang lincah mengetik nomer rekening milik Arsenio karena menahan rasa sakit yang tak terkira.


Ting


Sedangkan Arsenio yang penasaran membuka isi pesan tersebut dan matanya membulat sempurna karena saldo uangnya sangat banyak yaitu sepuluh milyar dolar.


"Angelina, kenapa Kamu mentransfer uang sebanyak ini?" Tanya Arsenio dengan wajah terkejut.

__ADS_1


"Gunakan uang itu untuk orang-orang yang membutuhkannya. Maafkan perbuatan yang dilakukan oleh...." Ucapan Angelina terputus bersamaan Angelina tidak sadarkan diri.


"Angelina." Panggil Arsenio.


Hening


Dewi Arumi mulai mengecek kondisi Angelina dengan cara memegang pergelangan tangan kanan Angelina.


"Angelina tidak sadarkan diri karena racunnya sudah menyerang otak dan ingatannya akan masa lalunya serta masa sekarang sudah lupa semuanya." Ucap Dewi Arumi ketika mengecek nadi Angelina.


"Apa? Bagaimana mungkin?" Tanya Arsenio dengan wajah terkejut begitu pula dengan keluarga besarnya.


"Angelina sejak tadi menahan rasa sakit yang teramat sangat pada kepalanya hal itulah menyebabkan Angelina tidak ingat akan masa lalunya." Jawab Dewi Arumi.


"Kenapa Angelina menahannya? Kenapa Tante tidak langsung memeriksa keadaan Angelina?" Tanya Arsenio.


"Tadi Tante ingin memeriksa nya tapi Angelina menggelengkan kepalanya tanda dirinya tidak ingin di periksa sepertinya sebelum Angelina kehilangan kesadaran dirinya mentransfer semua uangnya ke Kamu." jawab Dewi Arumi yang bisa menebak apa yang terjadi.

__ADS_1


Tanpa menjawab ucapan Dewi Arumi, Arsenio mengambil ponsel milik Angelina. Arsenio yang juga bisa IT mulai mengotak atik ponsel milik Angelina dan tubuhnya nyaris ambruk jika saja Daddy Javier tidak menahannya.


"Ada apa Arsenio?" Tanya Daddy Javier penasaran begitu pula dengan yang lainnya.


__ADS_2