
Tidak terasa waktu berlalu dengan cepatnya dan tidak terasa usia ke lima anak kembar berusia dua puluh tahun. Pernikahan Javier dengan Adira berjalan dengan sangat harmonis terlebih setiap Adira pergi maka Javier dan Daddy Rico diam-diam menyuruh anak buahnya untuk mengikuti kemanapun Adira pergi.
Hal itu dilakukan karena baik Javier maupun keluarga besar Daddy Raka tidak ingin salah satu anggota keluarganya celaka seperti kejadian beberapa tahun yang lalu.
Arsenio menjadi Ceo di perusahaan milik Javier sedangkan wakil CEO adik kembarnya yang bernama Bagas. Untuk perusahaan milik Adira di pegang oleh Cairo dan wakil CEO di pegang oleh Draco.
Untuk Edison sebagai putra bungsu lebih menyukai dunia kedokteran karena itulah Edison menjadi salah satu dokter spesialis jantung di rumah sakit milik keluarga besar Daddy Raka.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Author akan menceritakan kisah perjalanan dan jodoh Arsenio dan Bagas dari ke lima anak kembar pasangan Javier dengan Adira.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
"Mommy dan Daddy, Arsenio berangkat kerja dulu." Pamit Arsenio sambil mencium punggung tangan ke dua orang tuanya secara bergantian.
"Aku juga Dad, Mom." sambung Bagas, Cairo, Draco dan Edison bersamaan.
"Hati-hati di jalan." Ucap Adira dan Javier bersamaan.
Ke lima anak kembar nya hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka pergi dengan tujuan yang berbeda.
"Mumpung sepi bagaimana kalau Kita melakukan yang enak-enak?" Tanya Javier.
"Ish... Daddy kan semalam dan tadi pagi sudah, masa kurang?" Tanya Adira.
__ADS_1
"Hehehehe... Habis enak banget Mom." Jawab Javier sambil menggendong tubuh istrinya kemudian berjalan ke arah tangga.
Saat ini mereka tinggal di mansion milik Javier, setelah menikah Javier meminta ke Daddy Raka dan Daddy Rico untuk membawa Adira dan ke lima anak kembarnya untuk tinggal di masionnya.
Daddy Raka dan Daddy Rico tidak mempermasalahkan karena bagaimanapun Javier dan Adira sudah menikah jadi sudah sepantasnya Adira tinggal bersama suaminya.
Javier dan Adira kembali melakukan hubungan suami istri dan entah kenapa Javier sangat kecanduan dengan tubuh Adira.
Di tempat yang berbeda seorang gadis cantik berumur tujuh belas tahun berlatih bela diri. Segala seni bela diri hampir semua di kuasai hal itu dikarenakan gadis tersebut akan digunakan sebagai alat sarana balas dendam.
"Angelina, Mommy bangga padamu teruslah berlatih agar Kamu semakin kuat." Ucap wanita itu yang tidak lain bernama Belia.
'Semakin kamu sering berlatih maka Kamu semakin bertambah kuat dan bisa membalaskan dendam ku pada pria itu yang menjadikan Aku penghangat ranjang nya selain itu juga Aku ingin membalaskan dendam ku karena Kakak kesayanganku mati oleh Tuan Rico dan Tuan Javier.' Sambung Belia dalam hati.
'Tuan Vincent, Aku akan menyuruh putri kandung Kita untuk membunuhmu. Untuk Tuan Rico dan Tuan Javier, Aku akan menyuruh putriku untuk membunuh istri kalian agar kalian merasakan apa yang Aku rasakan saat ini.' Ucap Belia dalam hati sambil menahan amarahnya.
Belia sangat membenci Tuan Vincent, di mana dirinya dijadikan penghangat ranjang nya hingga beberapa bulan kemudian Belia hamil namun Tuan Vincent tidak mau bertanggung jawab. Malah Tuan Vincent mencari gadis yang lebih muda dari Belia tanpa memperdulikan perasaan Belia.
xxxxxxxxxx Flash Back On xxxxxxxxxx
"Belia, puaskan Aku hingga punyaku keluar!" Perintah Tuan Vincent sambil berbaring di ranjang.
"Maaf Tuan, hari ini saya tidak enak badan dan perutku mual-mual." Ucap Belia.
Walau jadi penghangat ranjang Tuan Vincent, Bela tetap memanggilnya dengan sebutan Tuan jika tidak maka Belia akan di hukum cambuk oleh Tuan Vincent.
__ADS_1
Selain itu apapun yang di minta oleh Tuan Vincent maka Belia harus menuruti permintaannya, jika tidak maka hukuman akan di terima Bela. Hukuman tersebut berupa tamparan dan lebih parah berupa cambuk kan.
"Banyak alasan! Cepat lakukan!" Perintah Tuan Vincent.
"Baik." Jawab Belia patuh.
Belia melepaskan satu persatu pakaiannya hingga tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun. Setelah selesai Belia melepaskan satu persatu pakaian milik Tuan Vincent hingga akhirnya polos tanpa sehelai benangpun sama seperti dirinya.
Belia menaiki tubuh Tuan Vincent kemudian memberikan pemanasan setelah melihat tombak saktinya berdiri dengan tegak barulah Belia menyatukan tubuhnya.
Jleb
"Ahhhhhhhh..." suara merdu keluar dari mulut Tuan Vincent
Tiba-tiba perut Belia terasa kram namun berusaha untuk bertahan dan tiba-tiba Tuan Vincent membalikkan tubuhnya. Kini tubuh Tuan Vincent berada di atas sedangkan Belia berada di bawah.
Tuan Vincent bermain dengan sangat kasar membuat Belia menggenggam erat sprei nya untuk mengurangi rasa sakit pada bagian privasinya.
'Kenapa pandangan ku semakin kabur dan Aku tidak merasakan sakit pada bagian privasiku?' Tanya Belia dalam hati sambil memejamkan matanya.
Selesai mengatakan hal itu Belia tidak sadarkan diri tanpa diketahui oleh Vincent. Hingga lima belas menit kemudian barulah keluar lahar dari tombak sakti milik Tuan Vincent.
Setelah beberapa saat Tuan Vincent menarik tombak sakti nya hingga Vincent melihat tombak saktinya terkena bercak darah.
"Jangan-jangan wanita ini sedang datang bulan, si*l kenapa tidak bilang." Ucap Vincent dengan nada kesal sambil turun dari ranjang.
__ADS_1