
Ke lima anak kembar tersebut mulai berpikir hingga Arsenio mempunyai ide cemerlang.
'Kakak dan Bagas pura-pura sakit perut dan kalian mengatakan kalau tadi kita di pukul oleh guru dan teman-teman kita.' Ucap Arsenio melalui telepati.
'Kan kata Mommy dan Bu guru Angel kita tidak boleh berbohong.' ucap ke empat adik kembarnya melalu telepati.
'Kalian mau kita berkumpul satu keluarga tidak?' Tanya Arsenio melalui telepati.
Ke empat adik kembarnya menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan ide kakak kembarnya. Hingga terjadi adegan ...
"Aduh perutku sakit." Ucap Arsenio anak pertama dan Bagas anak ke dua bersamaan sambil masing-masing memegangi perutnya.
"Mommy tahu kalian berdua berpura-pura sakit supaya pergi ke dokter." Ucap Adira.
Grep
"Arsenio dan Bagas kalian kenapa?" Tanya Daddy Javier sambil menggendong ke dua anak kembarnya.
"Daddy, tadi Bu guru dan teman-teman kami memukul Kak Arsenio dan Kak Bagas karena melindungi kami dari mereka." Jawab Cairo anak ke tiga yang menjawab pertanyaan Daddy Javier.
"Apa? Jadi mereka memukuli kalian tapi Arsenio dan Bagas menjadikan tubuhnya sebagai tameng kalian?" Tanya Daddy Javier dengan rahang mengeras.
__ADS_1
"Iya Dad." jawab Draco putra ke empat.
"Apa? Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Monika sambil mengambil Bagas dari tangan Daddy Javier.
"Nanti aku ceritakan, lebih baik bawa Arsenio dan Bagas ke rumah sakit." Ucap Daddy Javier sambil membalikkan badannya.
"Baik, ayo anak-anak kita pergi.' Ajak Adira.
"Baik Mom." Jawab ke tiga anak kembarnya bersamaan.
"Paman akan menggendong kalian bertiga." Ucap Kevin.
"Maaf Paman, kami bukan anak kecil." Ucap ke tiga anak kembarnya bersamaan sambil berjalan mengikuti ke dua orang tuanya dari belakang.
"Kevin, jangan bengong .... Jagain ke tiga putra kami." Ucap Daddy Javier.
"Maaf Tuan." Jawab Kevin yang tersadar dari lamunannya.
"Kenapa Tuan mengaku kalau ke lima putraku adalah anak Tuan?" Tanya Adira sambil masih berjalan ke arah lift.
"Bukan mengaku tapi seperti itu kenyataannya." Ucap Daddy Javier sambil menekan tombol lift.
__ADS_1
Ting
"Aku saja tidak mengenal Tuan jadi bagaimana mungkin kalau Tuan adalah Ayah dari ke lima anak kembarku." Ucap Adira sambil masuk ke dalam kotak persegi empat tersebut.
Javier yang masih menggendong Arsenio masuk ke dalam kotak persegi empat tersebut di susul oleh Adira menggendong Bagas, ke tiga anak kembarnya yang tidak di gendong dan terakhir Kevin masuk ke dalam kotak persegi empat tersebut kemudian Kevin menekan tombol UG agar langsung ke parkiran mobil.
"Tidak mengenalku? Bagaimana mungkin kamu tidak mengenalku? Aku saja sangat mengenalmu apalagi wajah ke lima anak kembarmu sangat mirip dengan wajahku." Ucap Daddy Javier.
"Mommy, Daddy bisakah kalian tidak berdebat? Kepala kami pusing mendengarnya." ucap Arsenio dengan nada protes.
"Betul apa yang dikatakan oleh Kak Arsenio." Sambung ke empat adik kembarnya bersamaan sambil masing-masing memijat keningnya yang tidak pusing.
"Maafkan Mommy / Daddy." ucap Adira dan Daddy Javier.
Adira hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan karena saat ini dirinya lebih baik memikirkan kondisi ke dua putranya. Kevin yang melihat Adira dan Daddy Javier dinasehati oleh putra sulungnya ingin rasanya tertawa.
Apalagi dengan Daddy Javier rasanya ingin tertawa lepas pasalnya baru kali ini Daddy Javier meminta maaf sama ke lima anak kecil dan lucunya ke lima anak kecil tersebut adalah putranya.
"Kevin!" Panggil Adira dan Daddy Javier bersamaan sambil menatap tajam ke arah Kevin.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
__ADS_1
Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :