
"Ada apa Nyonya, Tuan?" Tanya Kevin pura-pura tidak tahu.
"Antar kami ke rumah sakit." Ucap Daddy Javier dan Mommy Adira bersamaan.
"Baik." Jawab Kevin singkat.
Mereka pun pergi meninggalkan perusahaan tersebut menuju ke rumah sakit untuk melakukan tes dna.
Sampai di rumah sakit tanpa sepengetahuan Adira kalau Javier bersama putranya melakukan tes dna. Setelah selesai mereka keluar dari ruangan.
"Bagaimana keadaan Arsenio dan Bagas?" Tanya Adira.
"Perlu istirahat." Jawab Javier.
"Mommy, kita ke mansion Daddy ya." Pinta ke lima anak kembarnya sambil menampilkan puppy eyes nya.
Adira menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menganggukkan kepalanya tanda setuju karena dirinya tidak tega untuk menolak permintaan ke lima anak kembarnya.
Merekapun pergi menuju ke mansion milik Javier sampai di mansion ke lima anak kembarnya bersama Kevin dan lima pelayan kepercayaannya sedangkan tangan Adira di tarik oleh Javier.
"Kenapa tanganku di tarik?" Tanya Adira sambil berusaha melepaskan tangannya.
"Ada yang ingin Aku tanyakan." Jawab Javier.
Adira hanya diam hingga akhirnya mereka masuk ke dalam kamar Javier.
"Kenapa bicaranya di kamar?" Tanya Adira.
__ADS_1
Grep
"Karena Aku sangat merindukanmu." Ucap Javier sambil memeluk tubuh Adira yang sudah lama dicarinya selama bertahun-tahun.
Cup
Javier mendekatkan wajahnya ke wajah Adira kemudian menciumnya sambil tangan satunya memainkan salah satu gunung kembarnya.
Adira mengeluarkan suara merdunya membuat Javier tersenyum bahagia. Javier yang ingin kembali merasakan hubungan suami istri menggendong tubuh Adira sambil masih mencium bibir Adira.
Javier berjalan ke arah ranjang kemudian meletakkan tubuh Adira ke ranjang dengan perlahan. Javier menaiki tubuh Adira kemudian kembali mencium bibir Adira.
Entah bagaimana kini tubuh mereka polos tanpa sehelai benangpun. Javier memberikan pemanasan terlebih dahulu setelah di rasa cukup Javier memasukkan tombak saktinya ke dalam goa yang dikelilingi rumput hitam namun tertata rapi milik Adira.
Jleb
Javier lagi-lagi tersenyum kemudian mulai menggoyangkan pinggulnya secara berulang kali hingga akhirnya keluar lahar milik Javier.
Cup
"Terima kasih sayang." Ucap Javier kemudian mencium kening Adira.
Brak
Tiba-tiba di buka paksa oleh seseorang sambil membawa pistol. Hal itu membuat Javier menarik tombak saktinya kemudian menutupi tubuh polos istrinya dengan menggunakan selimutnya.
"Siapa Kamu? Kenapa Kamu masuk ke sini?" Tanya Javier sambil memakai celana boxer nya.
__ADS_1
"Kamu telah membunuh ponakanku jadi Aku akan membunuhmu." Ucap pria tersebut sambil menarik pelatuknya.
Dor
Adira yang tidak ingin Javier terluka langsung bangun sambil memakai selimut kemudian memeluk Javier bersamaan bunyi suara letusan pistol.
"Akhhhhhhhh...!" Teriak Adira.
"Adira!" Teriak Javier sambil memeluk tubuh Adira yang sudah mulai ambruk.
Mimpi Javier Berakhir
"Adira!" Teriak Javier sambil bangun dari tidurnya dengan nafas tidak beraturan.
"Kenapa Aku bermimpi seperti itu?" Tanya Javier sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
Javier terdiam beberapa saat hingga Javier merasakan ada sesuatu yang basah dari balik celana panjangnya.
"Astoge, kenapa Aku mimpi basah?" Tanya Javier sambil turun dari ranjang.
Javier berjalan ke arah kamar mandi sambil melepas sepasang sepatu dan berlanjut dasi, jas, kemeja kemudian celana panjang hitamnya.
"Kenapa celana boxer ku jadi basah seperti ini? Seperti nyata Kami melakukan hubungan suami istri." Ucap Javier sambil melepaskan celana boxer nya.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :
__ADS_1