
Brak
Tiba-tiba pintu terbuka dengan kasar membuat orang menatap ke arah pintu dan melihat dua pasang suami istri masuk satu persatu ke dalam ruangan tersebut membuat mereka serempak menelan salivanya dengan kasar kecuali Adira.
"Opa, Oma, Mommy dan Daddy." Panggil Adira sambil berdiri dan berjalan ke arah mereka.
Semua pemegang saham tidak menyangka kalau Daddy Raka, Mommy Nicole, Daddy Rico dan Mommy Karen datang ke perusahaan karena selama ini mereka jarang ke kantor.
"Mommy bawa Adira dan Karen keluar dari ruangan ini!" Perintah Daddy Raka.
"Baik Dad." Jawab Mommy Nicole.
Mommy Nicole keluar dari ruangan tersebut bersama menantunya yang bernama Mommy Karen dan cucunya yang bernama Adira namun sebelumnya Adira menutup ruangan tersebut dengan rapat.
"Adira kita ke mall aja yuk pasti Opa dan Daddy pasti lama." Ucap Mommy Karen.
'Maaf Sayang, sebenarnya Mommy ingin mempertemukan mu dengan Javier tapi Daddy dan Opa melarang kalian untuk bertemu.' Sambung Mommy Karen sambil mengingat kejadian beberapa jam yang lalu.
xxxxxxxxxx Flash Back On xxxxxxxxxx
Daddy Rico yang selalu memantau diam - diam keadaan putrinya dan ke lima cucu kembarnya lewat orang kepercayaannya. Mendapatkan laporan dari orang kepercayaannya kalau ke lima cucunya di tindas di sekolah membuat Daddy Rico menahan amarahnya dan langsung bersiap untuk pergi.
"Daddy mau kemana?" Tanya Mommy Karen yang melihat suaminya berjalan sambil menahan amarahnya.
"Ke lima cucu kita di tindas sama teman-temannya dan Daddy akan menyuruh mereka untuk dikeluarkan agar mereka tidak lagi menindas ke lima cucu kita." Ucap Daddy Rico sambil masih menahan amarahnya.
"Sebentar Dad, Mommy akan retas cctv dulu." ucap Mommy Karen sambil mengambil laptopnya.
Daddy Rico menghembuskan nafas nya dengan perlahan untuk mengatur emosinya. Dirinya tidak terima jika salah satu anggota keluarganya di sakiti ataupun di hina orang lain.
"Daddy sudah bilang ke putri kita untuk tidak sekolah di sana. Nanti Daddy akan bilang ke Adira untuk tidak menyekolahkan mereka di sana tapi di sekolah milik keluarga besar kita." Ucap Daddy Rico.
"Iya Dad." Jawab Mommy Karen patuh sambil mengotak atik laptopnya.
__ADS_1
"Sudah Dad." Ucap Mommy Karen sambil menghentikan jari jemarinya yang tadi mengotak atik laptopnya.
Daddy Rico langsung duduk di sisi ranjang bersebelahan dengan Mommy Karen, wanita yang sangat dicintainya.
Mereka menonton rekaman cctv lewat laptop hingga mereka melihat kepala sekolah ikut menindas ke lima cucu mereka.
"Daddy, tidak akan memaafkan kepala sekolah itu yang telah berani menghina ke lima cucu kita." Ucap Daddy Rico sambil mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi orang kepercayaannya.
"Apa yang akan Daddy lakukan?" Tanya Mommy Karen yang juga menahan amarahnya.
"Daddy akan meminta orang kepercayaan Daddy untuk menangkap kepala sekolah dan mengeluarkan anak-anak yang menindas ke lima cucu kita." Jawab Daddy Rico sambil mencari nomer kontak orang kepercayaannya.
"Daddy tunggu jangan telepon dulu, lihat ada pria yang datang ke tempat kejadian." Ucap Mommy Karen.
Daddy Rico menatap ke arah laptop kembali dan melihat seorang pria bertanya apa yang terjadi hingga ke lima cucunya memanggil Daddy ke arah pria yang berada di belakangnya.
"Apakah pria itu Daddy mereka?" Tanya Daddy Rico.
"Iya Dad, mereka dipertemukan secara tidak terduga." Jawab Mommy Karen yang sudah tahu siapa Ayah dari ke lima cucu kembarnya.
"Karena Mommy tidak ingin Daddy dan keluarga besar kita memberikan pelajaran ke pria itu di mana akhirnya pria itu meninggal sebelum sempat melihat ke lima anak kembarnya." Jawab Mommy Karen.
"Tapi pria itu yang telah merusak masa depan putri kita dan pria itu juga yang hampir membuat nyawa putri kita melayang." Ucap Daddy Rico.
"Mommy mengerti tapi saat itu putri kita di fitnah oleh ke dua sahabatnya membuat pria itu marah." Ucap Mommy Karen.
"Pantas saja waktu itu Mommy melarang Daddy dan ke empat kakak kembar kita berserta keluarga besar Daddy untuk menyelidiki siapa pria brengs*k itu. Padahal saat itu kami yang bisa program IT, ingin sekali meretas cctv yang ada di hotel untuk mengetahui siapa saja yang terlibat dan menghukum seberat-beratnya namun Mommy melarang membuat kami semua terpaksa menuruti permintaan Mommy." Ucap Daddy Rico.
"Mommy melakukan hal itu karena pria itu sudah menghukum mereka dan berakhir dengan kematian. Pria itu menyesali perbuatannya kalau Daddy dan keluarga besar Daddy menghukum pria itu bagaimana ke lima cucu kita? Mereka belum sempat melihat Daddy mereka. Berikan pria itu kesempatan ke dua karena Mommy sangat yakin pria itu adalah pria yang bertanggung jawab." Ucap Mommy Karen.
Daddy Rico menghembuskan nafasnya dengan perlahan untuk meredakan emosinya karena dirinya tidak mungkin membentuk atau memarahi istrinya karena Daddy Rico sangat mencintai istrinya.
"Pria itu pergi bersama ke lima cucu kita ke perusahaan di mana putri kita bekerja jadi untuk sementara mereka tidak boleh dipertemukan." Ucap Daddy Rico.
__ADS_1
"Tapi Dad ..." Ucapan Mommy Karen terpotong oleh Daddy Rico.
"Tidak ada kata tapi-tapian." Ucap Daddy Rico dengan nada tegas.
Mommy Karen menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Tapi Mommy ikut." Ucap Mommy Karen.
"Baik." Jawab Daddy Rico singkat.
Merekapun pergi meninggalkan mansion menuju ke perusahaan milik orang tua Rico yang diwariskan untuk dirinya namun Daddy Rico mempercayakan orang kepercayaan Daddy Raka untuk mengurus perusahaan yang diwariskan nya karena dirinya sibuk mengurus perusahaan milik orang tuanya dan juga beberapa perusahaan miliknya yang tersebar di negaranya dan beberapa di luar negri.
Sampai di depan pintu lift perusahaan mereka bertemu dengan orang tua Daddy Rico siapa lagi kalau bukan Daddy Raka dan Mommy Nicole.
"Lho Daddy dan Mommy kok ada di perusahaan ini?" Tanya Daddy Rico sambil mencium punggung ke dua tangan orang tuanya secara bergantian begitu pula dengan Mommy Karen kemudian menekan tombol lift khusus petinggi perusahaan.
Ting
"Daddy mendapatkan laporan dari anak buah Daddy kalau semua pemegang saham bertengkar dengan Adira dan sepertinya mereka menginginkan Adira mengundurkan dari perusahaan milik Daddy." Jawab Daddy Raka.
Mereka satu persatu masuk ke dalam kotak segi empat tersebut kemudian Daddy Raka menekan tombol lima belas tempat diadakan meeting dan sekaligus ruang khusus CEO.
"Apa? Mereka harus di beri pelajaran karena telah berani mengusik putriku." Ucap Daddy Rico.
"Daddy setuju, apalagi perusahaan itu sekarang milik Adira jadi mereka tidak boleh semena-mena terhadap cucu kesayangan Opa dan Oma." Ucap Daddy Raka.
"Iya Dad." Jawab Daddy Raka.
Ting
Pintu lift terbuka mereka berjalan ke arah pintu meeting sedangkan Mommy Nicole dan Mommy Karen hanya diam. Mereka tidak bisa menasehati suaminya masing-masing karena apa yang dikatakannya benar adanya. Mereka sudah berani mengusik Adira terlebih perusahaan itu milik keluarga besarnya.
xxxxxxxxxx Flash Back Off xxxxxxxxxx
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita pergi ke sekolah Arsenio, Bagas, Cairo, Draco dan Edison?" Tanya Adira memberikan usulan.
"Karena hari ini mereka ada acara lomba." Sambung Adira.