Ranjang Panas Sang CEO 5

Ranjang Panas Sang CEO 5
Javier Kecewa


__ADS_3

"Jika Javier datang, apa yang akan kita katakan?" Tanya Daddy Rico sambil berdiri di depan pintu meeting dan matanya menatap ke arah pintu lift yang masih tertutup dengan rapat.


"Pertama jangan katakan kalau Adira adalah putrimu dan ke dua kita katakan saja kalau Mommy mereka lagi tidak enak badan jadi langsung pulang ke mansion." Jawab Daddy Raka.


"Bagus juga ide Daddy." Ucap Daddy Rico.


Ting


Daddy Raka hanya tersenyum bersamaan pintu lift terbuka, mereka melihat ke dua pria tampan menggendong ke lima anak kembar. Siapa lagi kalau bukan Javier yang menggendong Arsenio, Bagas dan Cairo sedangkan Kevin menggendong Draco dan Edison.


"Kakek Buyut ... Opa ..." Panggil ke lima anak kembar tersebut bersamaan sambil berusaha turun dari gendongan Javier dan Kevin.


Javier dan Kevin yang mengerti langsung menurunkan ke lima anak kembar tersebut. Ke lima anak kembar itupun berlari ke arah Daddy Raka dan Daddy Rico membuat ke dua pria tersebut menggendong ke lima anak kembar tersebut.


Di mana Daddy Raka menggendong Draco dan Edison sedangkan Daddy Rico menggendong Arsenio, Bagas dan Cairo. Ke lima anak kembar tersebut mencium ke dua pipi Daddy Raka dan Daddy Rico secara bergantian.


Ke dua pria tampan tersebut berjalan ke arah mereka hingga mereka berdiri tepat di hadapannya.


"Kakek Buyut, Opa, Mommy mana?" Tanya ke lima anak kembarnya.


"Mommy pulang bersama Nenek Buyut dan Oma ke mansion." Jawab Daddy Raka.


"Kok Mommy pulang?" Tanya ke lima anak kembarnya bersamaan dengan wajah sedih karena mereka ingin ke dua orang tuanya bertemu.


"Mommy lagi tidak enak badan makanya pulang, kita pulang yuk jagain Mommy." Ucap Daddy Raka.


"Mommy sakit? Pasti Mommy kecapaian mengurus kita." Ucap Arsenio dengan wajah sedih.


"Iya Kak, ayo Kakek buyut kita pulang." Sambung ke empat adiknya.


"Ayo sayang." Ucap Daddy Raka.


"Daddy di ajak kan?" Tanya ke lima anak kembarnya sambil menatap ke arah Javier yang sejak tadi mendengarkan mereka mengobrol.

__ADS_1


"Daddy? Sayang, pria itu bukan Daddy kalian." Ucap Daddy Raka berbohong.


"Maafkan ke lima cucuku dan terima kasih sudah merepotkan mengantarkan ke lima cucuku kemari." Sambung Daddy Rico yang sejak tadi terdiam.


"Tidak apa-apa Tuan." Jawab Javier sambil tersenyum.


Javier ingin sekali mengatakan siapa nama Ibu dari ke lima anak kembar agar dirinya bisa memastikan kalau ke lima anak kembar tersebut putranya atau bukan. Tapi dirinya tidak bisa mengatakan hal itu karena pasti ke lima anak kembar akan sedih terlebih Javier mengenal latar belakang siapa Daddy Raka dan Daddy Rico orang terpengaruh di negaranya.


Hal itulah membuat Javier diam namun dirinya dalam hati akan mencari tahu siapa Ibu dari ke lima anak kembar yang sangat mirip dengan dirinya.


"Tapi Kakek Buyut ..." Ucapan ke lima anak kembar tersebut terpotong oleh Daddy Raka.


"Apa kalian tidak kuatir dengan Mommy kalian?" Tanya Daddy Raka mengalihkan pembicaraan.


"Sangat kuatir Kakek buyut." Jawab ke lima anak kembar bersamaan.


"Kalau begitu kita pulang." Ucap Daddy Raka.


Ke lima anak kembar tersebut hanya bisa menganggukkan kepalanya sambil menatap ke arah Javier dengan tatapan sendu membuat hati Javier terasa sakit dan dirinya tidak mengerti kenapa seperti itu.


Javier kecewa dirinya yang sejak tadi berharap bertemu dengan Adira ternyata tidak sesuai apa yang diharapkanya.


"Tuan, kenapa Tuan tidak bertanya siapa nama ibunya?" Tanya Kevin dengan wajah bingung.


"Jika Aku bertanya nanti yang ada ke lima anak kembar akan bertanya lagi, masa Daddy lupa nama Mommy?" Ucap Javier.


"Bertanya lagi?" Tanya ulang Kevin.


"Tadi pas di kantin, Aku bertanya siapa nama Mommy mereka, wajah mereka sangat sedih karena itulah tidak mungkin Aku mengulangi pertanyaan yang sama." Jawab Javier.


"Apalagi kamu tahu siapa Tuan Besar Raka dam Tuan Muda Rico." Sambung Javier.


"Mereka adalah Keluarga terkaya dan terpengaruh di negara ini." Ucap Kevin.

__ADS_1


"Tepat sekali, sekarang kita pulang ke mansion." Ucap Javier sambil berjalan ke arah lift.


"Baik Tuan." Jawab Kevin patuh sambil berjalan mengikuti langkah Javier menuju ke arah lift.


'Semoga Tuan mendapatkan kebahagiaan dan semoga saja Nona Adira masih hidup.' Sambung Kevin dalam hati sambil menekan tombol lift.


Ting


Pintu lift terbuka mereka masuk ke dalam kotak persegi empat tersebut kemudian Kevin menekan tombol angka satu.


"Maaf Tuan, lusa ada meeting di negara S jam delapan pagi." Ucap Kevin melaporkan kegiatan Javier.


"Selama seminggu kosongkan waktu untukku karena Aku ingin menyelidiki siapa nama ke lima anak kembar yang mirip denganku sekaligus melihat aktifitas ke lima anak kembar." ucap Javier.


"Baik Tuan." Jawab Kevin patuh.


Ting


Pintu lift terbuka mereka pun keluar dari kotak persegi empat tersebut menuju ke arah parkiran mobil. Sampai di parkiran mobil Kevin mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke mansion milik Javier, mereka berdua saling diam dan sibuk dengan pikiran masing-masing.


'Aku merasa kalau mereka adalah putraku karena itulah mulai besok pagi-pagi sekali Aku akan pergi ke school Internasional Javier. Karena Aku sangat yakin Kami akan bertemu kembali sekaligus bertemu dengan Adira. Aku sangat yakin kalau Adira masih hidup karena Aku tidak mungkin memberikan kecebongku untuk wanita lain kecuali Adira.' Ucap Javier dalam hati.


'Aku harap Nona Adira masih hidup karena Aku ingin Tuan Muda Javier bahagia bersama Nona Adira dan ke lima anak kembarnya.' Ucap Kevin dalam hati.


Lima belas menit kemudian mobil tersebut berhenti kemudian Kevin membuka pintu mobil lalu menutupnya. Kevin membuka pintu belakang pengemudi dengan lebar agar Javier keluar dari mobil.


"Kevin, besok jam enam pagi jemput Aku." Ucap Javier sambil turun dari mobil.


"Maaf Tuan, Tuan mau pergi ke mana?" Tanya Kevin penasaran sambil menutup pintu mobil.


"Aku ingin pergi ke school Internasional Javier karena Aku sangat yakin kalau ke lima anak kembarku akan datang ke sekolah bersama Adira." Jawab Javier penuh harap.


"Baik Tuan dan semoga saja harapan Tuan terwujud." Ucap Kevin.

__ADS_1


"Amin." Jawab Javier penuh harap.


Javier berjalan ke arah pintu utama dan dua bodyguardnya langsung membuka pintu utama dengan lebar agar Javier masuk ke dalam mansion sedangkan Kevin kembali ke apartemennya.


__ADS_2