Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak

Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak
Chapter 11 : Kesatria Undead


__ADS_3

Earlene menjentikkan jarinya dan dalam sekejap tubuh tengkorak itu mulai kembali berdiri kemudian bergerak-gerak seolah hidup kembali.


"Aku hidup."


"Singkatnya kau berubah menjadi Undead."


"Benarkah?"


Earlene duduk di pinggir sumur selagi menyilangkan kaki dan tangannya.


"Jadi apa bisa kau mengatakan apa yang terjadi di sini? Sekedar kau tahu, aku raja iblis kesombongan yang asli."


"Raja iblis kesombongan seorang gadis, kenapa bisa?"


"Aku tidak perlu menjawabnya, kau yang harus menjawab pertanyaanku."


"Baik, sebenarnya aku bergabung dengan tentara Prancis sebagai relawan, semenjak kampung halamanku hancur aku tinggal di wilayah ini beberapa bulan lalu hidup sebagai petualang, saat kudengar hanya dengan ikut berpartisipasi akan dibayar satu koin emas jadi aku bergabung, pertama semuanya baik-baik saja namun ketika kami masuk ke daerah ini kami dihujani panah sebelum akhirnya aku jatuh ke dalam sumur... di dalam sumur aku hanya tahu bahwa para ras iblis mulai mundur."


"Jika mereka berhasil menjebak kalian harusnya mereka tidak perlu mundur, sudah jelas mereka bisa menang."


"Aku juga berfikiran sama namun ada yang aneh?"


Earlene memiringkan kepalanya dengan imut.


"Apa maksudmu?"


"Aku berasal dari kota Hage, saat itu kotaku dihancurkan oleh raja iblis kerakusan dan aku yakin salah satunya iblis waktu itu pernah kulihat di sana."


"Maksudmu iblis itu pasukan raja iblis kerakusan?"


"Benar sekali."

__ADS_1


"Kau yakin?"


"Sangat yakin."


Earlene menyeringai.


"Hoh, Glutony sialan itu... ternyata ulahnya, itu cukup bagus aku mengetahuinya. Lalu bagaimana denganmu?Aku bisa mengembalikanmu seperti sebelumnya namun kau mungkin hanya menjadi roh gentayangan."


"Tidak, tidak, aku lebih baik berpenampilan seperti ini... kalau bisa aku ingin mengabdikan diriku padamu sebagai kesatria undead."


"Aku tidak keberatan menambah satu pengikut lagi, tapi sebelum itu kenapa kau masih terikat di dunia ini?"


"Sebenarnya aku meminjam uang dari temanku, rasanya tidak enak jika tidak membayar hutangku padanya, dia sama-sama orang susah."


"Hutang memang harus dibayar, sebelum itu lebih baik kau membeli beberapa armor besi untuk menyembunyikan tubuhmu."


"Bolehkah, terima kasih banyak... apa boleh aku memanggilmu Princess juga?"


"Terserah kau saja."


Earlene memberikan sekantong uang untuk kesatria undead dan menurunkannya di depan gerbang kota.


"Ah benar, namamu?"


"Namaku Agil."


"Agil setelah kau sudah selesai dengan urusanmu pergilah ke akademi dan bilang kau ingin menemuiku nona Earlene."


"Aku mengerti."


"Kalau begitu dah."

__ADS_1


"Sampai jumpa lagi Princess."


Earlene kembali ke asramanya dan tidur di sebelah Asmiranda yang tidur berantakan.


"Ojou-sama aku sudah tidak tahan lagi, perutku sudah kenyang."


"Sebenarnya kau sedang memimpikan apa?"


Keesokan paginya kehidupan akademi berjalan semestinya. Di ruang kelas Rosa menjelaskan tentang sirkuit sihir untuk memperpendek rapalan. Teknik ini sangat berguna dalam pertempuran supaya semakin fleksibel, saat Rosa mencontohkannya semua orang terkagum.


Dia seperti seorang ahli yang bertarung di jarak dekat namun sejujurnya dia ahli juga dalam serangan sihir terutama sihir khususnya bunga rose merah.


Di tangannya sulur-sulur merambat ke bawah lantai selanjutnya memekarkan kelopaknya yang indah.


Salah satu murid bodoh tertawa melihatnya.


"Apa tanaman seperti itu bisa dipakai bertarung?"


"Kenapa kau tidak mencobanya sendiri?"


"Kalau begitu akan kulakukan."


Earlene sudah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Murid itu hanya terjatuh dilantai karena lumpuh.


"Tubuhku tak bisa bergerak."


"Sihirku ini bukan hanya dari mana melainkan dari roh spirit tanaman, aku pikir kurang mampu dibuat sebagai contoh, apa di kelas ini ada yang bisa menggunakan sihir tanpa rapalan."


Earlene yakin satu orang yang dengan senang menunjukan kemampuannya, dia adalah.


"Aku bisa melakukannya."

__ADS_1


"Sesuai yang diharapkan dari murid Saint Agung, cobalah."


"Dengan senang hati."


__ADS_2