Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak

Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak
Chapter 33 : Theresia


__ADS_3

Earlene tampak terkejut dengan kemunculan banyak elf di kotanya, tapi ini juga yang dia inginkan.


Bahkan bagi raja iblis kota sepi sangat tidak menyenangkan.


"Selamat datang di wilayahku, seperti yang kukatakan kalian bisa mengambil rumah dimana pun yang kalian inginkan asal jangan yang sudah ditempati, untuk pekerjaan bisa berbicara pada Agil atau Asmiranda, kalian juga bisa berdagang atau berbisnis sendiri yang terpenting tolong akur satu sama lain."


Semua orang terdiam selagi melirik ke sana kemari, raja iblis kesombongan bukan pria melainkan gadis 10 tahun yang imut, terlebih dia memberikan perlakuan tidak jauh berbeda seperti pemimpin pada umumnya.


Asmiranda memotong.


"Aku yakin pasti kalian bingung, tapi seperti inilah raja iblis yang baru, kalau begitu silahkan bubar."


Semua orang membubarkan diri.


"Sepertinya aura pemimpinku kurang."


"Mana mungkin begitu, mereka hanya terkejut karena tidak sesuai yang dipikirkan selama ini... Ojou-sama tetap yang terbaik."


Diablo dan dua half-elf yang sebelumnya pergi bersamanya telah kembali.


"Aku sudah selesai nona Earlene."


"Kerja bagus Diablo, kau bisa beristirahat sekarang dan setelah selesai tolong temui Agil untuk perkejaan berikutnya."


"Dengan senang hati."


Pina dan Pino membungkukan badan mereka dan mengucap terima kasih.

__ADS_1


"Orang itu sedikit mengerikan, kuharap kalian tidak merasa ketakutan padanya."


"Tidak nona Earlene, ia memperlakukan kami dengan baik "


"Benar sekali."


"Kalau begitu baguslah."


Earlene melambaikan tangan pada keduanya yang telah pergi menjauh. Asmiranda dengan ragu berkata padanya.


"Ojou-sama rumah yang ditunjukkan untuk nona Theresia sudah selesai, sekarang anda bisa memanggilnya."


"Ugh... lebih cepat lebih baik."


Di tanah lapang kosong tanpa siapapun kecuali mereka berdua, Earlene menggambar lingkaran sihir dengan kapur.


"Dia itu orang yang manja, ia bilang kalau aku memangilnya dia minta harus menunjukkan sedikit usaha padanya."


"Begitukah."


Setelah selesai lingkaran itu telah aktif dan dari sana sosok wanita berpenampilan terbuka muncul, dengan empat tanduk yang melingkar di atas kepalanya, ia memiliki rambut biru panjang sampai kaki serta memiliki mata lapis azuli dan bibir semerah darah.


Dia tersenyum dengan indah walaupun tersirat ketakutan di dalamnya.


"Kudengar raja iblis kesombongan yang baru telah muncul tapi aku yakin dia pasti Galius."


Earlene merasakan tubuhnya sedikit gemetaran.

__ADS_1


"Hoh, jadi kau jadi gadis kecil... saat penyerangan gereja, aku tidak diberitahu bahwa kau sengaja memilih menyerah dan membiarkan dirimu terbunuh."


"Jika kukatakan kau pasti akan menolaknya."


"Tentu saja aku akan menolaknya, iblis menyerah pada manusia itu hal konyol untuk dilakukan, saat aku bertemu kembali denganmu aku pikir akan menghajarmu sampai emosiku lega."


Earlene telah lebih dulu berlari sementara iblis bernama Theresia mengejarnya dengan cambuk api di tangannya.


"Maafkan aku."


"Kemarilah kau, kupikir aku belum benar membesarkanmu."


"Uwaaah."


Theresia adalah orang yang membesarkan Galius dari kecil, ia tidak bisa membangkangnya ataupun melawannya baginya dia seperti seorang ibu kandungnya


"Selamatkan aku Asmiranda."


"Anda meminta sesuatu yang sulit."


Earlene duduk berseiza sementara Theresia duduk di kursi selagi menyilangkan kakinya, dia menjelaskan semua yang terjadi termasuk soal iblis yang menyamar jadi dirinya.


"Masalahnya jadi melebar, yah.. jika kau kembali ke kursimu, maka itu sudah cukup... katakan saja apa yang harus kubantu untukmu."


"Sebentar lagi ada konferensi meja bundar di Olimpus, aku ingin menyatakan peperangan dengan seluruh dunia bahkan raja iblis lainnya."


Theresia tersenyum senang lalu berkata.

__ADS_1


"Akhirnya kau bertindak seperti raja iblis sesungguhnya."


__ADS_2