
Kegemparan telah terjadi di pemukiman high-elf. Tubuh mereka terlempar ke segala arah dan semua itu terjadi karena hanya sebuah kibasan tangan dari iblis bernama Diablo.
Berkat permintaan Pina dan Pino, Diablo tidak membunuh mereka meski begitu rasa sakit dari tulang dan organ dalam yang terluka tetap tak bisa digambarkan sebagai lebih baik dari mati.
Sepuluh high-elf berpakaian penyihir muncul di depan Diablo, mereka melafalkan sihir api, petir, air, cahaya namun tak ada apapun yang bisa mengenai sosok iblis mengerikan itu.
Salah satunya bahkan telah mengetahui siapa sesungguhnya dia.
"Bukannya dia bawahan raja iblis kesombongan."
"Mustahil, bukannya Saint Agung telah membunuhnya."
Diablo memilih untuk tidak menjelaskan apapun diantara pertarungan, dia menghempaskan mereka ke segala arah menciptakan debu asap dan pasir yang memenuhi area sekelilingnya.
Pina dan Pino hanya takjub bagaimana mereka dikalahkan.
Setelah mengalahkan seluruh ras yang mengaku dirinya kuat mereka masuk ke dalam bangunan mewah berlapiskan batu marmer. Diablo sesaat merasakan keberadaan naga namun dia memilih mengabaikannya untuk menyambut seorang yang dari kejauhan telah mendekati mereka.
Dia seorang wanita elf dengan rambut emas.
__ADS_1
"Seorang iblis datang ke pemukimanku, apa yang bisa kubantu, aku yakin tidak membuat sesuatu yang menyinggungmu atau tuanmu."
"Memang begitu tapi kalian menyingung dua nona ini."
Perkataan Diablo membuat wanita itu mengerenyitkan alisnya dengan keringat dingin membasahi punggungnya.
"Half-elf."
"Sekarang half-elf berada dalam perlindungan tuaku raja iblis kesombongan yang baru... seperti yang kau katakan kalian tidak pernah menyinggung kami tapi jika kalian macam-macam dengan apa yang tuanku lindungi maka kematian hanya akan datang lebih cepat untuk kalian, meskipun kalian memperlakukan half-elf dengan kasar, kedua nona ini meminta aku untuk tidak membunuh kalian, jadi berterima kasihlah."
"Aku minta maaf, aku tidak tahu bahwa half-elf berada dalam perlindungan raja iblis, aku berjanji tidak akan menyentuh mereka lagi, apa yang bisa aku lakukan untuk menebusnya?"
"Mana mungkin aku berani, saya Sofia akan menuruti apa yang diminta padanya."
Diablo bisa merasakan bahwa wanita ini tidak berbohong dan juga fakta bahwa dia membenci half-elf juga tidak bisa terbantahkan.
"Tapi jika kami tidak menambah high-elf lagi kami tidak akan bisa bertahan, kota sebelah mencoba menyerang wilayah kami dan karena inilah kami melakukannya."
"Jika demikian maka aku akan menyelesaikan masalahmu."
__ADS_1
"Saya akan senang jika Anda mau melakukannya."
Terbang di atas langit adalah Diablo dan juga high-elf Sofia. Jauh di depannya adalah sebuah kota manusia.
"Pemilik tanah ini terobsesi dengan memiliki budak elf sebanyak yang ia inginkan, kami hanya berusaha untuk melindungi diri darinya, untuk half-elf mereka lemah jadi aku memaksa mereka untuk bekerja di pertambangan demi menopang yang bertarung di garis depan."
Diablo diam sejenak lalu berkata.
"Hal seperti ini mudah untukku."
Dia mengarahkan tangannya dan menciptakan lingkaran sihir raksasa yang dialiri warna hitam serta petir hitam.
"Dark Explosion," cahaya hitam dilesatkan ke arah kota, orang-orang yang tampak tertawa bahagia tiba-tiba saja lenyap bersama seluruh kota di dalamnya, bahkan pemilik tanah yang sedang merapatkan strategi untuk menyerang elf tidak bisa berkata apapun lagi saat sebuah cahaya hitam terlihat dari jendelanya.
Sofia menutupi wajahnya menahan hembusan angin yang menerpanya dan tampak terkejut dengan apa yang terjadi hanya beberapa detik saja.
Dia merasa bahwa keputusannya tepat, jangan pernah menyentuh raja iblis kesombongan termasuk anak buahnya juga atau hal mengerikan bisa terjadi seperti apa yang dia lihat sekarang.
Seluruh kota binasa.
__ADS_1