Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak

Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak
Chapter 68 : Melawan Glutony


__ADS_3

Sementara semua orang bertarung secara brutal, Earlene dan Glutony masih saling bertukar tatapan.


Saat angin berembus melewati keduanya barulah mereka bergerak maju, Earlene memberikan pukulan begitu juga Glutony.


Pada dasarnya tinggi mereka memungkinkan bahwa pukulan itu tidak akan bisa sejajar namun Glutony melayang sebagai antisipasi.


Kedua pukulan saling bertubrukan menciptakan dua kekuatan yang terdistorsi menjadi kehancuran yang terjadi di sekeliling area pertarungan mereka.


Earlene melompat dan menciptakan lingkaran sihir, yang dari sana terus bermunculan tombak es yang melesat cepat pada musuhnya.


Glutony tidak mundur dia mengarahkan tangannya dan di sana ada semacam mulut yang merobek yang mana menghisap setiap tombak itu ke dalamnya.


Mulut tambahan itu sangat menyeramkan bahkan sihir pun bisa dilahapnya.


Meski demikian Earlene sudah menduganya jadi dia sudah berada di depan wajah Glutony.


"Apa?"


Dia memberikan beberapa pukulan di tubuh dan wajahnya hingga sekali lagi dia terlempar jauh. Setiap pukulan Earlene sangat menyakitkan dan itu sudah cukup membuat tulang berulang dari musuhnya patah.

__ADS_1


Glutony bangkit kemudian membalas dengan sihir kegelapan, Earlene menggunakan sihir suci hingga kedua sihir itu bertubrukan.


Glutony meluncur terbang dengan dua tangan yang ditaruh di depan, itu mengenai Earlene hingga kini gilirannya yang terlempar dengan bunyi benturan menyakitkan. Glutony terbang ke udara mengumpulkan kegelapan dari tangannya dia melepaskannya tepat di atas kepala Earlene.


Cahaya kegelapan itu benar-benar menyilaukan bahkan seolah mampu mengalahkan cahaya matahari sendiri, tepat saat itu menghantam Earlene ledakan menggema ke udara.


Ledakan itu sangatlah kuat hingga tidak kalah jauh dengan sebuah nuklir. Seluruh area hancur dan hanya menyisakan lubang kawah raksasa setelahnya.


Earlene masih berdiri di sana dengan wajah penuh debu serta pakaian kotor, kecuali itu dia baik-baik saja, sebelum ledakan barusan dia telah menggunakan sihir pelindung dan itu mampu menahannya.


Glutony mendecapkan lidahnya dan kembali menembakan hal serupa, tentu saja Earlene tidak membiarkannya, dia menembakan tombak raksasa miliknya memaksa Glutony untuk menggunakan tangannya.


Glutony menghancurkannya dengan mulut di tangannya, kemudian balas menyerang, mereka berdua saling menjatuhkan masing-masing hingga tanah menyembur ke segala arah.


Earlene menggunakan bola api sayangnya dihisap oleh mulut Glutony. Dia jelas tidak bisa bertarung dengan biasanya.


Ia menciptakan deretan golem kesatria dan mereka semua melayang dan menyerang Glutony dari segala arah.


Sihir terbang bukan hal yang jarang sekarang, Glutony bahkan bisa melakukannya. Tentu saja semuanya berkat Merlin yang menyempurnakannya.yang lalu pengetahuannya diambil oleh Vanesa selanjutnya jelas bahwa Glutony juga mempelajarinya.

__ADS_1


Golem dihancurkan dengan cukup lama.


"Kini kau tidak memiliki bidak," katanya puas.


"Mereka hanya pengalihan."


Ketika Glutony mengalihkan pandangannya ke atas sebuah bongkahan es raksasa muncul dari sana.


Itu menghantam dirinya tepat dari kepala kemudian menjatuhkannya ke tanah, tak hanya satu, bongkahan es yang menyerupai sebesar gunung itu dijatuhkan sebanyak lima kali, hingga menciptakan gempa bumi yang benar-benar besar.


Earlene juga membakarnya dengan api dan hanya menyisakan Glutony yang telah babak belur, dia hanya bisa berbaring tak berdaya.


Tulangnya patas tubuhnya berdarah bahkan fakta bahwa dia masih hidup sebuah keajaiban.


"Sekarang aku puas, bagaimana rasanya kesakitan?"


"Kau?"


Earlene menginjak tubuhnya selagi tersenyum layaknya iblis.

__ADS_1


__ADS_2