Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak

Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak
Chapter 30 : Diablo


__ADS_3

Setelah pagi menjelang semua manusia yang dibawa ke kota hantu mulai berkumpul di satu tempat luas, di depan mereka Earlene, Agil dan Asmiranda berdiri selagi memberikan pengumuman.


"Seperti yang aku katakan kalian tidak akan diperkerjakan seperti hewan, kalian berhak mendapatkan upah pekerja dan waktu bekerja seperti kebanyakan orang miliki, Agil akan mengatur dan membagi kalian dengan perkerjaan yang cocok sementara Asmiranda akan mulai memberikan pakaian yang lebih layak untuk kalian kenakan.


Earlene berkata ke arah Hazel yang menggerakkan Undead bersamanya.


"Bagaimana soal makanannya?"


"Sudah selesai, semua orang bisa mengantri sekarang."


"Kalian makan dulu dan setelahnya mengantri untuk pembagian pakaian dan pembagian kerja."


Semua orang tampak lebih hidup daripada saat mereka dibebaskan. Earlene duduk di sebuah batu saat dua elf kembar menemuinya.


"Apa yang bisa aku bantu untuk kalian berdua?"


"Aku ingin berterima kasih soal kemarin."


"Kalian tidak perlu mengucapkan terus terusan, aku hanya memperkejakan kalian di sini."


"Meski begitu Anda akan membayar upah kami dengan layak."


Pina dan Pino jelas memiliki wajah yang sangat mirip.


"Apa kalian ingin bisa hidup dengan elf yang lain, tak masalah jika kalian kembali ke rumah kalian?"


"Tidak usah, saat kami dijadikan budak, tidak ada tempat untuk kami kembali."

__ADS_1


Pina dan Pino secara bergantian menjawab apapun yang ditanyakan pada mereka khususnya soal masalah yang terjadi padanya.


"High elf mulai menyeleksi para elf untuk dijadikan sebagai bagian dari mereka, saat itulah para Half-elf disingkirkan dengan memperkejakan mereka sebagai budak, karena aku dan Pino tak bisa bekerja di pertambangan maka mereka menjual kami menjadi budak."


Earlene memasang wajah tidak enak. Sejak lama elf selalu rukun satu sama lain hal seperti ini tidak mungkin terjadi.


"Sepertinya High elf, telah membunuh naga dan darahnya diberikan pada elf untuk menciptakan pasukan."


"Mustahil?"


"Mereka sepertinya berniat untuk menyerang tempat tertentu."


Pino menjelaskan.


"Elf tidak memiliki rasa permusuhan pada siapapun mungkin itu salah satu alasan pribadi, tolong selamatkan para elf."


Earlene tersenyum ragu selagi menggaruk pipinya. Semua orang tampak sibuk termasuk dirinya, jika demikian dia hanya harus memanggil satu orang untuk mengurusnya.


Dia mengulurkan tangannya dan dari lingkaran sihir yang dia buat seorang iblis dengan tubuh manusia dan kepala kambing muncul.


Ia mengenakan pakaian Butler dengan sikap elegan.


"Aku beruntung bahwa aku kembali lagi dipanggil raja iblis, tuan Galius."


"Kau hebat mengetahui bahwa aku adalah Galius, Diablo."


"Kabar Anda sudah menyebar ke setiap polosok belahan dunia ini."

__ADS_1


"Sudah kuduga jadi seperti ini, yah... aku bernama Earlene lupakan soal namaku yang dulu."


"Baik nona Earlene."


Diablo menunjukan sikap layaknya seorang pelayan profesional.


"Apa Anda belum memanggil nona Theresia?"


"Yah, kurasa aku masih sibuk... saat sudah senggang aku akan memangilnya sebelum dia datang sendiri dan mencoba membunuhku."


"Aku mengerti, lalu apa yang bisa aku bantu sekarang?"


"Diablo aku ingin kau menyelesaikan masalah elf dan bawa seluruh Half-elf ke kota ini, untuk jelasnya kau akan menuruti setiap permintaan dan perintah dari dua gadis kecil ini."


"Kalau begitu aku menerima perintah, silahkan nona Pina dan nona Pino untuk naik ke bahuku."


"Eh?"


Keduanya duduk seperti apa yang dikatakan Diablo dan menghilang dalam sekejap mata setelah meminta salah satunya memikirkan tempat seperti apa yang ingin mereka tuju.


Earlene mendesah pelan setelah kepergian mereka, apa yang dikatakan Diablo memanglah benar. Alasan yang diucapkan Earlene adalah alasan yang spontan, dari awal dia memang tidak berniat memangilnya.


"Barusan aku melihat Diablo? Apa dia sudah pergi lagi?" tanya Asmiranda.


"Ah yah, aku memintanya melakukan tugas berbeda... nah Asmiranda, aku berniat memanggil Theresia dalam waktu dekat, aku ingin kau siapkan sebuah rumah untuknya yang seperti biasanya."


"Nona Theresia?"

__ADS_1


Asmiranda juga tampak memucat.


__ADS_2