Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak

Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak
Chapter 26 : Kolam Air Panas II


__ADS_3

Kolamnya memang terlihat mendidih namun suhu yang dihasilkan kolam tersebut tidak benar-benar panas seperti yang dipikirkan Aria ataupun Earlene.


Aria memiliki ekpresi kebingungan dan berfikir lebih baik mengatakannya.


"Gelembung ini bukan karena mendidih bagaimana bisa?"


"Sebenarnya gelembung ini dihasilkan dari bebatuan putih yang di tata sedemikian rupa di dalamnya, itu terkandung cukup banyak energi yang bisa menghilangkan lemak berlebihan, misal seorang yang berukuran besar masuk ke dalam sini, saat mereka keluar mereka akan jadi kurus."


Earlene dan Aria bisa membayangkan visual tersebut di atas kepala mereka.


"Itu artinya hanya dengan berenang kau akan langsing."


"Tepat sekali, hanya saja tergantung beratnya itu mungkin butuh waktu lama."


Earlene mulai kagum dengan ini, kolam air panas ini telah memecahkan masalah para wanita dengan mudahnya.


Selanjutnya kolam biru.


"Kolam ini bagus untuk mengencangkan kulit serta membuatmu segar kembali, sama seperti lautan berwarna biru kamu akan terasa terbebas seolah rasa lelah dan penak menghilang begitu saja."


Aria berbisik ke arah Earlene yang sudah larut dalam kenyamanan.

__ADS_1


"Bukannya hanya dengan kolam ini sudah menjadi harta nasional."


"Aku juga setuju, jika kita menaruh tarif untuk kolam ini kita akan dibanjiri uang."


"Aku senang jika Ojou-sama berfikir demikian, hanya saja akan sulit untuk mencari pelanggan."


Itu masalahnya.


Earlene dibenci oleh dua belah pihak iblis dan manusia karenanya tidak mungkin ada yang datang jika mereka tahu ini tempat miliknya.


"Kecuali manusia dan iblis, apa ada ras yang lain?"


Keduanya menggelengkan kepalanya, jika pun ada ras yang datang mereka pasti langsung menjadi musuh negara tidak ada yang mau mengambil resiko itu. Dengan kata lain fasilitas seperti ini hanya akan dinikmati mereka. Terlebih ini termasuk wilayah Prancis saat tahu ada kota yang dijadikan sebagai negara baru mereka akan langsung menyerangnya.


Kolam bunga, kolam mendidih, kolam biru, kolam susu, kolam penyembuhan, kolam darah dan juga kolam uap.


Untuk dua terakhir memang sedikit aneh, apa ada yang mau mencoba kolam seperti itu. Tanpa menanyakan lebih lanjut Earlene memilih untuk menyudahi turnya saja.


Dia tampak bersinar dengan kulit yang mengkilap dan senyuman cerah menghiasi wajahnya, Agil bahkan bertepuk tangan untuknya.


"Princess memang cantik."

__ADS_1


"Fufu."


Ia mulai menyadari bahwa tuannya memang suka dipuji.


Besok harinya Hazel dengan pakaian kontruksi, tampil imut dengan warna merah muda yang sexy, dia mengenakan helm pelindung serta membawa beberapa catatan proyek di tangannya.


Walau dia sedikit kehilangan kejayaan di masa muda, tetap saja Hazel wanita cantik yang diperhitungkan keberadaannya. Earlene dan Agil bertepuk tangan dengan penampilannya.


"Jadi apa yang kita buat hari ini?" tanya Earlene.


"Renovasi untuk setiap kota sudah selesai, dan sekarang kita akan membuat pusat hiburan."


"Di wilayahku, penduduk suka melihat beberapa orang bertarung di Colloseum tapi aku pikir itu terlalu bar-bar jadi kuharap kau tidak akan mencoba membuatnya."


"Salah besar, yang benar kita akan membuat panggung megah untuk pertujukan seperti menyanyi, menari, di wilayah manusia mereka menyebutnya sebagai idol."


Agil yang lebih dulu termakan kata-katanya.


"Aku pernah melihat sekali, itu hiburan yang mengagumkan."


Earlene tidak tahu apa-apa, meski dibangun tidak ada penduduk yang akan menetap di sini jadi itu rasanya akan sia-sia.

__ADS_1


Jadi Earlene memutuskan akan menculik beberapa orang untuk tinggal di sini.


__ADS_2