
Gerbang istana yang berdiri itu ditendang hancur oleh Earlene, tepat di depannya seorang pria kurus dengan wajah penuh kegilaan duduk di atas singgasana tampak bersemangat. Ia berambut biru acak-acakan dengan tubuh anak kecil namun semua itu hanyalah tipuan.
Dia adalah raja iblis kerakusan.
"Kau benar-benar datang raja iblis kesombongan, hoh kau jadi wanita sekarang, cocok sekali dengan sifat pengecutmu... yah, kami sudah tahu bahwa kau pasti Galius tidak mungkin ada seseorang di dunia ini yang bisa membunuh raja iblis kecuali raja iblis itu sendiri."
"Untuk orang yang rakus kau lumayan pintar."
"Terima kasih pujiannya, kurasa mereka juga ingin dipuji."
Earlene mengalihkan pandangannya dan melihat orang lain yang telah berdiri di belakangnya.
"Jadi begitu, sepertinya aku dijebak."
Mereka adalah raja iblis yang lainnya.
Pertama pria dengan rambut merah panjang acak-acakan bernama kornius, raja iblis kemarahan.
Kedua pria dengan wajah malas dan selalu menguap, Torento, raja iblis kemalasan.
Dan yang terakhir raja iblis kecemburuan, Corsetta, seorang wanita dengan rambut hijau ekor kuda.
"Hehe, kami akan menyelesaikan yang sudah kami mulai... yaitu membunuhmu."
"Kalian benar-benar sangat bersemangat."
__ADS_1
"Aah, kau raja iblis yang cukup merepotkan... kau tidak bertindak seperti iblis karena itu hal seperti ini akan terjadi lambat laun."
Earlene tertawa terbahak-bahak.
"Kurasa kau sudah tahu tujuanku sejak lama."
"Kau ingin mengembalikan seluruh ras kita kembali ke dunia kita bukan."
"Begitulah."
"Kenapa kau tertawa?"
"Orang yang membocorkan bahwa aku Galius sebenarnya diriku sendiri, sejak awal aku sengaja mengumpulkan kalian di sini."
Semua pandangan teralihkan pada Corsetta, dialah yang memberikan informasi pada mereka.
"Aku berpihak pada raja iblis kesombongan."
Bersamaan itu sosok Vanesa, raja iblis nafsu muncul dari langit melalui sihir pemanggilan Earlene, dia bahkan tak ragu melepaskan kalung di lehernya.
"Kalian pasti berfikir bahwa aku sudah mati."
"Vanesa?"
"Ini benar-benar membuatku marah," ucap Kornius dan ditanggapi dengan malas oleh Torento.
__ADS_1
"Aku benar-benar tidak suka hal merepotkan seperti ini."
Earlene memotong.
"Jangan salah paham meski kalian mencoba mengalahkanku saat aku hidup sebagai Galius kalian tidak bisa melakukannya, alasan aku kalah juga karena keinginanku, sampai kapanpun kalian tidak akan bisa mengalahkanku... aku adalah raja iblis kesombongan, iblis terkuat dari ras iblis lainnya."
Glutony mengerenyitkan alisnya.
"Apa yang kau inginkan?"
"Seperti yang kubilang, aku hanya ingin mengembalikan semua ras iblis kembali ke dunianya aku memerlukan semua kristal kalian."
"Dengan kata lain kau ingin membunuh kami."
"Itu sepenuhnya tidak benar, aku hanya ingin membuat kalian babak belur hingga tak bisa berdiri untuk beberapa bulan... aku benci mengakuinya tapi jika aku membunuh kalian akan sulit saat kita kembali ke dunia asal kita, penduduk kalian masih perlu pemimpin bukan."
"Kau jadi memiliki sifat buruk dari seorang iblis."
"Sekarang aku hanya manusia."
Corsetta bertarung dengan Kornius, Vanesa bertarung dengan Torento. dan Earlene melawan Glutony.
Dia memukul wajahnya hingga dia terbang menembus dinding istananya sampai keluar perkarangan.
"Kau membuatku kerepotan, karena itulah sekarang ini giliranmu merasakan hal demikian."
__ADS_1
"Benar-benar menyebalkan, aku akan mengalahkanmu di sini."
Sifat iblis sudah terlahir buruk karena itulah Earlene tidak menyalahkan mereka, yang mereka ketahui hanyalah kekuatan. Seorang yang kuat akan memerintah semuanya dan sekarang Earlene ingin mengisi hal itu.